Lima Bulan Pasca Insiden, Bianchi Masih Kritis
Jum'at, 06 Maret 2015 - 13:53 WIB
Lima Bulan Pasca Insiden, Bianchi Masih Kritis
A
A
A
NICE - Pembalap tim Marussia, Jules Bianchi dilaporkan masih koma jelang bergulirnya musim balap Formula 1 2015. Lima bulan pasca mengalami insiden kecelakaan di Grand Prix Jepang, pembalap kelahiran Prancis ini masih terbaring lemah di kediamannya.
Dilansir Inautonews, Jumat (6/3/2015), harian Jerman Bild menulis pembalap berusia 25 tahun itu masih tergolek lemah di kasurnya. "Bild mengetahui bahwa kondisinya belum membaik," ungkap laporan tersebut, Jumat (6/3/2015).
Hal itu jelas membantah kabar soal kesehatan Bianchi. Sebelumnya beredar kabar yang menyebut kesehatannya telah membaik dan melewati masa-masa kritis.
Sekadar mengingatkan, Oktober 2014 lalu Bianchi mengalami kecelakaan di Sirkuit Suzuka Jepang saat berlaga di seri balap Formula 1. Saat itu mobilnya tergelincir dan menghantam mobil pengangkut di tepi lintasan hingga mobilnya hancur lebur. (Baca juga: Ini Video Mengerikan Kecelakaan Bianchi)
Bianchi mengalami cedera yang cukup parah hingga mengalami koma. Dua bulan di rawat di Jepang, pembalap yang musim ini terpaksa tak bisa mengaspal dibawa ke Prancis hingga sekarang.
Dilansir Inautonews, Jumat (6/3/2015), harian Jerman Bild menulis pembalap berusia 25 tahun itu masih tergolek lemah di kasurnya. "Bild mengetahui bahwa kondisinya belum membaik," ungkap laporan tersebut, Jumat (6/3/2015).
Hal itu jelas membantah kabar soal kesehatan Bianchi. Sebelumnya beredar kabar yang menyebut kesehatannya telah membaik dan melewati masa-masa kritis.
Sekadar mengingatkan, Oktober 2014 lalu Bianchi mengalami kecelakaan di Sirkuit Suzuka Jepang saat berlaga di seri balap Formula 1. Saat itu mobilnya tergelincir dan menghantam mobil pengangkut di tepi lintasan hingga mobilnya hancur lebur. (Baca juga: Ini Video Mengerikan Kecelakaan Bianchi)
Bianchi mengalami cedera yang cukup parah hingga mengalami koma. Dua bulan di rawat di Jepang, pembalap yang musim ini terpaksa tak bisa mengaspal dibawa ke Prancis hingga sekarang.
(bbk)