Ibarat Perang Timnas, Djanur Waspada 9 Pemain Ayeyawady
Senin, 09 Maret 2015 - 11:03 WIB
Ibarat Perang Timnas, Djanur Waspada 9 Pemain Ayeyawady
A
A
A
BANDUNG - Pelatih Persib Bandung Djadjang 'Djanur' Nurdjaman mengibaratkan laga kontra Ayeyawady United sebagai perang tim nasional (timnas). Sebab, tim yang ditangani pelatih asal Makedonia Marjan Sekulovski itu diperkuat sembilan pemain yang membela timnas Myanmar dan Makedonia.
Maung Bandung dijamu Ayeyawady pada matchday 2 penyisihan Grup H Piala AFC di Stadion Thuwunna Youth Training Centre, Yangon, Myanmar, Rabu (11/3/2015). Djanur mengingatkan timnya agar waspada. Tak hanya tekanan publik tuan rumah, juga terhadap delapan pemain Ayeyawady yang memperkuat timnas Myanmar plus satu pemain yang memperkuat timnas Makedonia.
Pemain Ayeyawady yang terdafar sebagai skuat timnas Myanmar adalah penjaga gawang Hruai Van Lal, bek Win Moe, gelandang Lin Oo Naing, Nay Lin Tun, Min Min Thu, Aung Kyaw Naing, Phyo Ko Ko Thein, dan penyerang Kyaw Kyaw Soe. Sedangkan striker asing Riste Naumov memperkuat timnas Makedonia pada kualifikasi Piala Dunia 2006.
Djadjang tidak menafikkan jika laga kontra Ayeyawady terasa seperti pertandingan beraroma timnas. Djanur berharap nasionalisme pemain Persib muncul dan dapat menjadi tambahan motivasi buat anak asuhnya.
"Ayeyawady banyak dijejali pemain timnas, baik di Myanmar maupun di negara asal pemain asing. Mereka juga punya empat pemain asing yang kualitasnya cukup baik. Bisa dibilang ini pertandingan para pemain timnas dan aura itu bisa dibawa ke pemain Persib,” ungkap Djanur seperti dilansir laman resmi Persib (persib.co.id).
Selain pemain timnas tersebut, Djanur juga menyoroti penyerang Ayeyawady asal Kolombia, Edison Fonseca. Menurut pelatih kelahiran Majalengka, Indonesia, 30 Oktober 1964, itu Fonseca sudah mengenal karakter sepak bola Indonesia karena sempat bergabung di Pelita Jaya pada 2009-2010.
Sekadar informasi, Djadjang pernah menjadi asisten pelatih di Pelita (2009-2010), lalu menjadi pelatih kepala pda 2011, sebelum bergabung dengan Persib Bandung pada 2012. Wajar bila Djadjang juga menyebut Fonseca sebagai pemain yang layak mendapat perhatian.
“Ayeyawady juga diperkuat Edison Fonseca. Saya paham benar dia karena pernah di Pelita. Sebab itu kami waspada dan berharap pemain kerja keras dan berkonsentrasi," imbuhnya.
Maung Bandung dijamu Ayeyawady pada matchday 2 penyisihan Grup H Piala AFC di Stadion Thuwunna Youth Training Centre, Yangon, Myanmar, Rabu (11/3/2015). Djanur mengingatkan timnya agar waspada. Tak hanya tekanan publik tuan rumah, juga terhadap delapan pemain Ayeyawady yang memperkuat timnas Myanmar plus satu pemain yang memperkuat timnas Makedonia.
Pemain Ayeyawady yang terdafar sebagai skuat timnas Myanmar adalah penjaga gawang Hruai Van Lal, bek Win Moe, gelandang Lin Oo Naing, Nay Lin Tun, Min Min Thu, Aung Kyaw Naing, Phyo Ko Ko Thein, dan penyerang Kyaw Kyaw Soe. Sedangkan striker asing Riste Naumov memperkuat timnas Makedonia pada kualifikasi Piala Dunia 2006.
Djadjang tidak menafikkan jika laga kontra Ayeyawady terasa seperti pertandingan beraroma timnas. Djanur berharap nasionalisme pemain Persib muncul dan dapat menjadi tambahan motivasi buat anak asuhnya.
"Ayeyawady banyak dijejali pemain timnas, baik di Myanmar maupun di negara asal pemain asing. Mereka juga punya empat pemain asing yang kualitasnya cukup baik. Bisa dibilang ini pertandingan para pemain timnas dan aura itu bisa dibawa ke pemain Persib,” ungkap Djanur seperti dilansir laman resmi Persib (persib.co.id).
Selain pemain timnas tersebut, Djanur juga menyoroti penyerang Ayeyawady asal Kolombia, Edison Fonseca. Menurut pelatih kelahiran Majalengka, Indonesia, 30 Oktober 1964, itu Fonseca sudah mengenal karakter sepak bola Indonesia karena sempat bergabung di Pelita Jaya pada 2009-2010.
Sekadar informasi, Djadjang pernah menjadi asisten pelatih di Pelita (2009-2010), lalu menjadi pelatih kepala pda 2011, sebelum bergabung dengan Persib Bandung pada 2012. Wajar bila Djadjang juga menyebut Fonseca sebagai pemain yang layak mendapat perhatian.
“Ayeyawady juga diperkuat Edison Fonseca. Saya paham benar dia karena pernah di Pelita. Sebab itu kami waspada dan berharap pemain kerja keras dan berkonsentrasi," imbuhnya.
(sha)