Gagal Kantongi Izin Polisi, PSS Rapat Mendadak
Kamis, 02 April 2015 - 13:27 WIB
Gagal Kantongi Izin Polisi, PSS Rapat Mendadak
A
A
A
YOGYAKARTA - Internal manajemen PSS Sleman tengah menyiapkan agenda pertemuan yang melibatkan seluruh elemen tim. Hal ini dilakukan setelah pihak kepolisian tidak memberikan izin menggelar pertandingan kandang.
Pertemuan yang akan melibatkan seluruh pemangku kepentingan PSS Sleman tersebut direncanakan digelar sebelum kompetisi Divisi Utama (DU) 2015 bergulir pada 26 April mendatang. Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) PSS Sleman Ediyanto mengatakan, pertemuan tersebut akan melibatkan Panpel, manajemen, suporter, pemerintah daerah dan pihak keamanan dalam hal ini kepolisian. "Ini baru internal Sleman dulu. Semua pihak akan dipertemukan untuk persiapan pelaksanaan kompetisi," ungkapnya tanpa bisa memastikan kapan pertemuan akan digelar.
Mengantisipasi pertandingan derby DIY, Edi menyebut untuk level DIY juga sudah disiapkan pertemuan dengan melibatkan tiga tim yang ada di DIY. Namun sama dengan rencana internal Sleman, hingga kini belum ada informasi resmi dan pasti kapan pertemuan melibatkan manajemen PSS Sleman, PSIM Yogyakarta dan Persiba Bantul akan digelar.
Adanya pertemuan internal untuk PSS Sleman tidak terlepas dari perlunya dibangun kesepahaman bersama semua agar PSS Sleman bisa mendapatkan izin menggelar pertandingan di Stadion Maguwoharjo sebagai homebase Super Elang Jawa. Tercatat hingga kemarin ada dua perizinan yang diajukan PSS tidak bisa keluar persetujuannya dari pihak keamanan.
Sebelumnya adalah pertandingan menjamu Persipur Purwodadi dan terakhir adalah rencana menjamu PPSM Magelang akhir pekan nanti. Agenda pertandingan persahabatan melawan Macan Tidar batal setelah terjadi keributan yang melibatkan suporter pada laga persahabatan antara PSS Sleman melawan PPSM Magelang di Stadion Moech Soebroto Selasa (31/3/2015) lalu.
Dengan kondisi tersebut Ediyanto menyebutkan, tidak ada skenario khusus yang disiapkan oleh Panpel untuk melancarkan perizinan laga pada kompetisi yang akan mulai bergulir akhir April nanti. Satu yang sudah disiapkan adalah, kebijakan menambah personil keamanan dari 350 pada musim kompetisi tahun lalu, menjadi 500 orang setiap kali menggelar laga kandang di tahun ini.
Proses pengamanan, tidak hanya dilakukan di dalam stadion saat pertandingan diselenggarakan. "Di luar stadion baik sebelum maupun sesudah pertandingan kondusifitas suasana menjadi perhatian dari kita," tandasnya.
Sebagai salah satu insan sepakbola Edi berharap, masyarakat sepakbola di Sleman danDIY pada umumnya bisa dewasa menghadapi rivalitas pada kompetisi yang dilalui. Tindakan negatif yang terjadi hanya akan merugikan tim yang tentu saja berimbas pada kerugian semua pihak pemangku kepentingan PSS termasuk suporter yang berhak mendapatkan tontonan dari penampilan tim yang didukungnya.
Saat ini untuk mengganti laga menjamu PPSM Magelang yang batal digelar, Panpel PSS Sleman sedang memproses izin untuk menjamu PSIR Rembang akhir pekan nanti. Berkas perizinan sudah disetorkan ke Polres Sleman dan masih menunggu jawaban.
Pertemuan yang akan melibatkan seluruh pemangku kepentingan PSS Sleman tersebut direncanakan digelar sebelum kompetisi Divisi Utama (DU) 2015 bergulir pada 26 April mendatang. Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) PSS Sleman Ediyanto mengatakan, pertemuan tersebut akan melibatkan Panpel, manajemen, suporter, pemerintah daerah dan pihak keamanan dalam hal ini kepolisian. "Ini baru internal Sleman dulu. Semua pihak akan dipertemukan untuk persiapan pelaksanaan kompetisi," ungkapnya tanpa bisa memastikan kapan pertemuan akan digelar.
Mengantisipasi pertandingan derby DIY, Edi menyebut untuk level DIY juga sudah disiapkan pertemuan dengan melibatkan tiga tim yang ada di DIY. Namun sama dengan rencana internal Sleman, hingga kini belum ada informasi resmi dan pasti kapan pertemuan melibatkan manajemen PSS Sleman, PSIM Yogyakarta dan Persiba Bantul akan digelar.
Adanya pertemuan internal untuk PSS Sleman tidak terlepas dari perlunya dibangun kesepahaman bersama semua agar PSS Sleman bisa mendapatkan izin menggelar pertandingan di Stadion Maguwoharjo sebagai homebase Super Elang Jawa. Tercatat hingga kemarin ada dua perizinan yang diajukan PSS tidak bisa keluar persetujuannya dari pihak keamanan.
Sebelumnya adalah pertandingan menjamu Persipur Purwodadi dan terakhir adalah rencana menjamu PPSM Magelang akhir pekan nanti. Agenda pertandingan persahabatan melawan Macan Tidar batal setelah terjadi keributan yang melibatkan suporter pada laga persahabatan antara PSS Sleman melawan PPSM Magelang di Stadion Moech Soebroto Selasa (31/3/2015) lalu.
Dengan kondisi tersebut Ediyanto menyebutkan, tidak ada skenario khusus yang disiapkan oleh Panpel untuk melancarkan perizinan laga pada kompetisi yang akan mulai bergulir akhir April nanti. Satu yang sudah disiapkan adalah, kebijakan menambah personil keamanan dari 350 pada musim kompetisi tahun lalu, menjadi 500 orang setiap kali menggelar laga kandang di tahun ini.
Proses pengamanan, tidak hanya dilakukan di dalam stadion saat pertandingan diselenggarakan. "Di luar stadion baik sebelum maupun sesudah pertandingan kondusifitas suasana menjadi perhatian dari kita," tandasnya.
Sebagai salah satu insan sepakbola Edi berharap, masyarakat sepakbola di Sleman danDIY pada umumnya bisa dewasa menghadapi rivalitas pada kompetisi yang dilalui. Tindakan negatif yang terjadi hanya akan merugikan tim yang tentu saja berimbas pada kerugian semua pihak pemangku kepentingan PSS termasuk suporter yang berhak mendapatkan tontonan dari penampilan tim yang didukungnya.
Saat ini untuk mengganti laga menjamu PPSM Magelang yang batal digelar, Panpel PSS Sleman sedang memproses izin untuk menjamu PSIR Rembang akhir pekan nanti. Berkas perizinan sudah disetorkan ke Polres Sleman dan masih menunggu jawaban.
(bbk)