Mantan Petinggi FIFA : Pemerintah Jangan Intervensi
Kamis, 02 April 2015 - 17:17 WIB
Mantan Petinggi FIFA : Pemerintah Jangan Intervensi
A
A
A
JAKARTA - Sikap intervensi pemerintah di persepakbolaan Indonesia belakangan ini, memantik mantan pengurus dan juga mantan petinggi FIFA angkat bicara. Dali Taher yang dikenal sebagai profesional ternama di bidang hubungan luar negeri, meminta pemerintah menghentikan sikapnya tersebut.
Tensi panas terus mewarnai persepakbolaan Indonesia. Walau rekomendasi kick off Indonesia Super League (ISL) 2015 sudah dikeluarkan Badan Olah Raga Profesional Indonesia (BOPI) yang jadi kepanjangan tangan Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), pengurangan jumlah kontestan menjadi persoalan baru. BOPI menyatakan Persebaya Surabaya dan Arema Cronus tidak boleh ikut berkompetisi.
”Saya pernah hubungi Menpora, meminta kepada pemerintah untuk ngobrol dengan saya dan membicarakan semua permasalahan sepak bola. Namun sampai sekarang belum terealisasi. Yang ada semakin hari malah semakin membebani sepak bola itu sendiri. Saya pikir sudah cukup jangan terlalu mengintervensi sepak bola,” ungkap Dali ketika dihubungi wartawan, Kamis (2/4/2015)
Lebih lanjut Dali mengatakan, sepak bola memang punya semua lapisan masyarakat Indonesia, namun sepak bola juga punya kebiasaan, peraturan, dan aturan yang sangat memiliki privacy yang tinggi. Akan tetapi, pria yang pernah menjadi satu-satunya wakil Indonesia menjadi pengurus FIFA itu, ikut campur secara berlebihan dari pemerintah dalam dunia sepak bola akan menyulitkan kondisi sepak bola di negara itu sendiri.
”Terutama secara keseluruhan sepak bola adalah milik FIFA. FIFA sudah menekankan bahwa yang boleh mengatur segala gerak-gerik sepak bola bersama federasinya adalah FIFA," tuturnya.
Tidak hanya itu, Dali juga menyoroti statemen pemerintah yang meminta kepada semua cabang olah raga termasuk sepak bola untuk tidak melaksanakan Kongres PSSI yang sedianya akan digelar pada 18 April mendatang. Kondisi itu, seolah membuat dirinya semakin yakin jika PSSI sedang mendapat intervensi.
”KLB (Kongres Luar Biasa) PSSI itu sudah ditetapkan oleh anggota sejak lama, bahkan sepengetahuan FIFA, jadi tidak bisa sembarangan menunda Kongres PSSI yang sudah ditetapkan. Ayolah pemerintah, kita bangun sepak bola Indonesia ini dengan hati bersih demi membangun sepak bola,” tutup Dali.
Tensi panas terus mewarnai persepakbolaan Indonesia. Walau rekomendasi kick off Indonesia Super League (ISL) 2015 sudah dikeluarkan Badan Olah Raga Profesional Indonesia (BOPI) yang jadi kepanjangan tangan Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), pengurangan jumlah kontestan menjadi persoalan baru. BOPI menyatakan Persebaya Surabaya dan Arema Cronus tidak boleh ikut berkompetisi.
”Saya pernah hubungi Menpora, meminta kepada pemerintah untuk ngobrol dengan saya dan membicarakan semua permasalahan sepak bola. Namun sampai sekarang belum terealisasi. Yang ada semakin hari malah semakin membebani sepak bola itu sendiri. Saya pikir sudah cukup jangan terlalu mengintervensi sepak bola,” ungkap Dali ketika dihubungi wartawan, Kamis (2/4/2015)
Lebih lanjut Dali mengatakan, sepak bola memang punya semua lapisan masyarakat Indonesia, namun sepak bola juga punya kebiasaan, peraturan, dan aturan yang sangat memiliki privacy yang tinggi. Akan tetapi, pria yang pernah menjadi satu-satunya wakil Indonesia menjadi pengurus FIFA itu, ikut campur secara berlebihan dari pemerintah dalam dunia sepak bola akan menyulitkan kondisi sepak bola di negara itu sendiri.
”Terutama secara keseluruhan sepak bola adalah milik FIFA. FIFA sudah menekankan bahwa yang boleh mengatur segala gerak-gerik sepak bola bersama federasinya adalah FIFA," tuturnya.
Tidak hanya itu, Dali juga menyoroti statemen pemerintah yang meminta kepada semua cabang olah raga termasuk sepak bola untuk tidak melaksanakan Kongres PSSI yang sedianya akan digelar pada 18 April mendatang. Kondisi itu, seolah membuat dirinya semakin yakin jika PSSI sedang mendapat intervensi.
”KLB (Kongres Luar Biasa) PSSI itu sudah ditetapkan oleh anggota sejak lama, bahkan sepengetahuan FIFA, jadi tidak bisa sembarangan menunda Kongres PSSI yang sudah ditetapkan. Ayolah pemerintah, kita bangun sepak bola Indonesia ini dengan hati bersih demi membangun sepak bola,” tutup Dali.
(bbk)