Arema Diberikan Izin, IPW: Nasib Persebaya?

Minggu, 05 April 2015 - 11:11 WIB
Arema Diberikan Izin,...
Arema Diberikan Izin, IPW: Nasib Persebaya?
A A A
JAKARTA - Ketua Presidium IPW (Indonesia Police Watch), Neta S Pane mendukung langkah kepolisian dengan memberikan izin pertandingan Arema versus Persija di Malang, Sabtu (4/4/2015) kemarin. Walaupun Menpora dan BOPI tidak mengeluarkan rekomendasi untuk laga Qatar National Bank (QNB) League 2015.

Neta meminta Menpora dan Badan Olahraga Profesional Indonesia jangan bersikap diskriminatif dalam melakukan pembinaan olahraga, khususnya sepak bola. Sebab, sikap diskriminatif pada Arema dan Persebaya bisa memicu kerusuhan dan gangguan keamanan yang akan merepotkan pihak kepolisian.

Sebab itu Ind Police Watch (IPW) mendukung langkah kepolisian memberikan izin pertandingan Arema versus Persija. IPW berharap kepolisian juga mempunyai sikap yang sama terhadap pertandingan Persebaya melawan Mitra Kukar.

"Jika kepolisian tidak "mengijinkan" dikhawatirkan suporter klub sepak bola itu (Persebaya) akan marah dan terjadi hal hal yang tidak diinginkan," tutur Neta dalam siaran pers yang dikirim kepada Sindonews, Minggu (5/4/2015).

IPW menambahkan seharusnya Menpora dan BOPI dalam membuat kebijakan tentang olahraga sepak bola nasional juga mempertimbangkan sisi keamanan dan potensi gangguan sosial lainnya. Mengingat klub sepak bola memiliki suporter yang fanatik.

"Sangat aneh, jika dalam laga QNB 2015, Menpora dan BOPI hanya memberi rekomendasi pada klub-klub lain. Sementara klub selegendaris Arema dan Persebaya tidak diberi rekomendasi. Sikap tersebut tidak hanya diskriminatif, tapi Menpora dan BOPI sudah memecahbelah persepakbolaan nasional.

Untuk itu IPW memberi apresiasi pada kepolisian yang sudah memberikan izin dan membiarkan Arema bertanding dengan Persija. Polri tidak larut dalam sikap arogansi Menpora dan BOPI yang diskriminatif. Bahkan Polri berhasil menunjukkan fakta kepada Menpora dan BOPI bahwa tanding Arema kontra Macan Kemayoran berjalan aman dan lancar.

Sebaliknya, jika ijin tanding tidak diberikan dipastikan kekacauan akan terjadi, mengingat suporter kedua klub sudah berada di Malang. "Jika kekacauan dan kerusuhan terjadi akibat kemarahan suporter, apakah Menpora dan BOPI akan bertanggungjawab? Faktor inilah yang tampaknya tidak diperhitungkan Menpora dan BOPI dalam membuat kebijakan tentang persepakbolaan nasional. Sikap Menpora dan BOPI yang diskriminatif dan membahayakan keamanan ini agaknya perlu dicermati Presiden Jokowi."
(bep)
Berita Terkait
Paul Munster Sebut 2...
Paul Munster Sebut 2 Kiper Terbaik Indonesia Ada di Persebaya
Jadwal Arema FC vs Persebaya:...
Jadwal Arema FC vs Persebaya: Bajul Ijo Siap Tempur!
Netizen Singgung Blunder...
Netizen Singgung Blunder PSSI Pecat Nugroho Setiawan, Orang Indonesia Berlisensi FIFA Security Officer
Jelang Derby Jatim Lawan...
Jelang Derby Jatim Lawan Arema FC, Pelatih Persebaya: Kami Targetkan Kemenangan
Arema FC Maksimalkan...
Arema FC Maksimalkan Pemain Muda untuk Gantikan Gustavo Almeida di Laga Lawan Persebaya
Jelang Persebaya vs...
Jelang Persebaya vs Arema FC: Singo Edan Bertekad Putus Tren Tak Pernah Menang
Berita Terkini
Korea Selatan vs Republik...
Korea Selatan vs Republik Ceko: Konsistensi Kontra Jago Bola Mati
44 menit yang lalu
Meksiko dan Tradisi...
Meksiko dan Tradisi Start Sempurna di Piala Dunia
1 jam yang lalu
Profil Julian Quinones,...
Profil Julian Quinones, Pencetak Gol Pertama di Piala Dunia 2026
2 jam yang lalu
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Meksiko Gulung Afrika Selatan 2-0
3 jam yang lalu
Shakira Guncang Pembukaan...
Shakira Guncang Pembukaan Piala Dunia 2026, Azteca Bergemuruh
4 jam yang lalu
Timnas Indonesia Gagal...
Timnas Indonesia Gagal ke Final Piala AFF U-19 Usai Dikalahkan Australia
8 jam yang lalu
Infografis
Berbagi Lagu Tanpa Izin,...
Berbagi Lagu Tanpa Izin, Twitter Digugat Rp3,7 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved