Bahas Arema dan Persebaya, Pemerintah dan DPR Tarik Urat

Senin, 06 April 2015 - 18:28 WIB
Bahas Arema dan Persebaya,...
Bahas Arema dan Persebaya, Pemerintah dan DPR Tarik Urat
A A A
JAKARTA - Tarik urat mewarnai rapat kerja antara pemerintah dalam hal ini Kemenpora dan Komisi X DPR RI. Rapat kerja ini membahas soal penundaan kompetisi sepak bola dan soal tidak diberikannya rekomendasi Badan Olah Raga Profesional (BOPI) pada Arema Cronus dan Persebaya Surabaya.

Jalannya rapat yang berlangsung di Gedung DPR RI, Senin (6/4/2015), semula kondusif. Sampai masuk ke sesi kesimpulan, Ketua Komisi X, Teuku Riefky Harsya membacakan kesimpulan bahwa jalannya kompetisi QNB League 2015 juga diikuti Arema dan Persebaya. Akan tetapi anggota DPR meminta ketegasan pemerintah untuk nasib kedua klub yang bermarkas di Jawa Timur itu.

Menurut anggota parlemen, dua klub yang masuk Kategori C, atau belum direkomendasikan bermain, boleh melanjutkan kompetisi sambil melengkapi persyaratan hingga paruh musim. Sementara Ketua BOPI, Muhammad Noor Aman tidak sepakat dengan usulan tersebut.

"Saya saran, kompetisi terus berlanjut, tetapi dua tim Persebaya Surabaya dan Arema Cronus tidak melanjutkan kompetisi sampai ada hitam di atas putih," kata Noor Aman sambil mengacungkan tangan.

Hitam di atas putih yang dia maksud dijelaskan Menpora Imam Nahrawi sebagai kesepakatan antara dua kubu yang bersengketa dan menglaim menjadi pemilik resmi masing-masing klub tersebut. Imam mengatakan, pihaknya bersedia jadi fasilitator manakala dua kubu yang bersengketa di masing-masing klub Persebaya, juga Arema, beritikad menyelesaikan dualisme.

Anggota DPR sangsi. Apabila nasib kedua tim tersebut di kompetisi QNB League 2015 harus menunggu selesainya dualisme kepemilikan, maka yang terjadi adalah absennya dua tim itu untuk waktu yang tidak bisa ditentukan. "Lebih baik kita deadline saja misalnya hingga paruh musim, sambil biarkan mereka (Persebaya Surabaya dan Arema Cronus) menjalankan kompetisi," kata salah seorang anggota Komisi X, Moreno Soeprapto.

Rapat kemudian di skors lantaran belum menemukan titik temu dari permasalahan ini. Hingga berita ini diturunkan, Menpora dan BOPI terus membahas nasib dua klub Persebaya dan Arema. Sebelumnya diberitakan, Persebaya dan Arema yang tidak mendapat rekomendasi bertanding dari BOPI tetap menjalankan kompetisi pada 4 dan 5 April 2015 lalu di bawah penjagaan kepolisian.
(bbk)
Berita Terkait
Paul Munster Sebut 2...
Paul Munster Sebut 2 Kiper Terbaik Indonesia Ada di Persebaya
Jadwal Arema FC vs Persebaya:...
Jadwal Arema FC vs Persebaya: Bajul Ijo Siap Tempur!
Netizen Singgung Blunder...
Netizen Singgung Blunder PSSI Pecat Nugroho Setiawan, Orang Indonesia Berlisensi FIFA Security Officer
Arema FC Maksimalkan...
Arema FC Maksimalkan Pemain Muda untuk Gantikan Gustavo Almeida di Laga Lawan Persebaya
Jelang Derby Jatim Lawan...
Jelang Derby Jatim Lawan Arema FC, Pelatih Persebaya: Kami Targetkan Kemenangan
Jelang Persebaya vs...
Jelang Persebaya vs Arema FC: Singo Edan Bertekad Putus Tren Tak Pernah Menang
Berita Terkini
Parah, FIFA Angkat Tangan...
Parah, FIFA Angkat Tangan Biarkan Wasit Resmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS
1 jam yang lalu
Premier Padel Valencia...
Premier Padel Valencia 2026 Hadir Pekan Ini, Saksikan Aksi Para Bintang Padel Dunia di VISION+
2 jam yang lalu
Forki DKI Jakarta Juara...
Forki DKI Jakarta Juara Umum Kejuaraan Karate Internasional Adidas Open 2026
3 jam yang lalu
5 Legenda Sepak Bola...
5 Legenda Sepak Bola yang Dicurangi Peraturan Lama Ballon d'Or
3 jam yang lalu
Putra Tri Ramadani Cetak...
Putra Tri Ramadani Cetak Sejarah, Indonesia Rebut Emas Lead Pertama di World Climbing Series
7 jam yang lalu
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026: Lewandowski hingga Tonali
7 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved