Wanita Korban Semprotan Hamilton Tak Menaruh Dendam
Kamis, 16 April 2015 - 23:59 WIB
Wanita Korban Semprotan Hamilton Tak Menaruh Dendam
A
A
A
SHANGHAI - Pembalap Mercedes Lewis Hamilton mendapat kecaman dari media di China atas aksinya menyemprot wajah wanita podium dengan bir saat memenangi Grand Prix China, akhir pekan kemarin. Wanita yang bernama Liu Siying, mengaku tak dendam meski dirinya tengah dibela banyak pihak di Negeri Tirai Bambu.
Perayaan kemenangan Hamilton menyisihkan Nico Rosberg dan Sebastian Vettel di Sirkuit Internasional Shanghai, dianggap terlalu berlebihan oleh banyak kalangan. Aksinya yang menyemprotkan bir kemenangan ke wajah Liu dianggap melecehkan kaum hawa yang dianalisa banyak pihak pada waktu kejadian berlangsung.
Sontak kejadian kedua yang dilakukan Hamilton, setelah ia melakukan hal serupa di Grand Prix Spanyol tahun lalu, membuatnya dihujani kecaman. Namun Liu yang dianggap sebagai korban pelecehan, justru tak marah dan meminta kontroversi yang beredar segera berakhir.
"Itu hanya berlangsung selama satu atau dua detik dan saya tidak berpikir terlalu banyak tentang hal itu. Saya pikir beberapa media asing lebih sensitif tentang topik dari media lokal. Saya hanya baru diberitahu oleh bos saya untuk berdiri di podium dan itulah yang saya lakukan," tutur Liu pada Shanghai Daily seperti dikutip Mirror, Kamis (16/4/2015).
Lebih lanjut, Liu juga menulis di jejaring sosialnya agar kasus ini tak makin membesar. Selama hal itu tak menyinggungnya, Liu meminta kasus ini segera mereda dengan sendirinya.
"Saya tidak bisa mengendalikan sikap orang lain ketika saya bekerja. Saya harap masyarakat tidak membuatnya terlalu besar atau ketika itu mempengaruhi kehidupan saya," tambahnya.
Ini bukan pertama kalinya Hamilton tertangkap menyemprot wanita podium ketika merayakan kemenangan. Ketika pembalap berusia 30 tahun itu menang di Spanyol tahun lalu, aksinya yang menyemprot muka wanita dengan bir langsung dikecam.
"Foto-foto yang beredar menunjukkan bahwa wanita tidak hanya tersiram, tetapi sampanye yang sangat khusus diarahkan ke wajahnya membuatnya terlihat hanya pasrah menghadapi sikap kasar kepada dirinya," kecam Kepala eksekutif Object, Roz Hardie, suatu organisasi pemerhati seksisme di media saat itu.
"Dalam kasus ini, kami pikir Lewis Hamilton harus meminta maaf atas perbuatannya dan berpikir lebih hati-soal bagaimana bersikap ke depannya. Bagi kebanyakan orang, itu sangat jelas bahwa dia (perempuan) tidak menikmatinya,"
"Hal ini adalah posisi yang sangat sulit untuk jadi seorang gadis podium dan dia akan punya pilihan lain kecuali berdiri di sana dan mengambilnya. Itu adalah sesuatu yang ia sadari. Tapi sebaliknya, ia telah menyalahgunakan posisinya," tutupnya.
Perayaan kemenangan Hamilton menyisihkan Nico Rosberg dan Sebastian Vettel di Sirkuit Internasional Shanghai, dianggap terlalu berlebihan oleh banyak kalangan. Aksinya yang menyemprotkan bir kemenangan ke wajah Liu dianggap melecehkan kaum hawa yang dianalisa banyak pihak pada waktu kejadian berlangsung.
Sontak kejadian kedua yang dilakukan Hamilton, setelah ia melakukan hal serupa di Grand Prix Spanyol tahun lalu, membuatnya dihujani kecaman. Namun Liu yang dianggap sebagai korban pelecehan, justru tak marah dan meminta kontroversi yang beredar segera berakhir.
"Itu hanya berlangsung selama satu atau dua detik dan saya tidak berpikir terlalu banyak tentang hal itu. Saya pikir beberapa media asing lebih sensitif tentang topik dari media lokal. Saya hanya baru diberitahu oleh bos saya untuk berdiri di podium dan itulah yang saya lakukan," tutur Liu pada Shanghai Daily seperti dikutip Mirror, Kamis (16/4/2015).
Lebih lanjut, Liu juga menulis di jejaring sosialnya agar kasus ini tak makin membesar. Selama hal itu tak menyinggungnya, Liu meminta kasus ini segera mereda dengan sendirinya.
"Saya tidak bisa mengendalikan sikap orang lain ketika saya bekerja. Saya harap masyarakat tidak membuatnya terlalu besar atau ketika itu mempengaruhi kehidupan saya," tambahnya.
Ini bukan pertama kalinya Hamilton tertangkap menyemprot wanita podium ketika merayakan kemenangan. Ketika pembalap berusia 30 tahun itu menang di Spanyol tahun lalu, aksinya yang menyemprot muka wanita dengan bir langsung dikecam.
"Foto-foto yang beredar menunjukkan bahwa wanita tidak hanya tersiram, tetapi sampanye yang sangat khusus diarahkan ke wajahnya membuatnya terlihat hanya pasrah menghadapi sikap kasar kepada dirinya," kecam Kepala eksekutif Object, Roz Hardie, suatu organisasi pemerhati seksisme di media saat itu.
"Dalam kasus ini, kami pikir Lewis Hamilton harus meminta maaf atas perbuatannya dan berpikir lebih hati-soal bagaimana bersikap ke depannya. Bagi kebanyakan orang, itu sangat jelas bahwa dia (perempuan) tidak menikmatinya,"
"Hal ini adalah posisi yang sangat sulit untuk jadi seorang gadis podium dan dia akan punya pilihan lain kecuali berdiri di sana dan mengambilnya. Itu adalah sesuatu yang ia sadari. Tapi sebaliknya, ia telah menyalahgunakan posisinya," tutupnya.
(bbk)