Djanur Bangga Performa Lini Belakang Persib
Senin, 27 April 2015 - 16:19 WIB
Djanur Bangga Performa Lini Belakang Persib
A
A
A
BANDUNG - Pelatih Persib Bandung Djadjang 'Djanur' Nurdjaman bangga dengan performa pemainnya. Bukan hanya jumlah gol yang berhasil diproduksi, juga soal perubahan ke arah lebih baik pada pemain yang berposisi sebagai lini bertahan Maung Bandung.
Betapa tidak. Dari enam pertandingan yang telah dilalui, baik saat melakoni babak penyisihan Grup H Piala AFC 2015, maupun kompetisi QNB League 2015, gawang Maung Bandung baru kebobolan dua gol.
Dua gol tersebut terjadi saat Persib menghadapi New Radiant dan Ayeyawady United di AFC Cup 2015. Sementara di dua laga domestik tanah air, gawang Persib belum pernah mengalami kebobolan alias clean sheet.
Tentu saja, pencapaian gemilang para pemain lini bertahan Persib diharapkan Djanur dapat terus bertahan hingga kompetisi berakhir. "Ini juga suatu perbaikan dari tahun lalu. Mudah-mudahan kami bisa pertahankan itu. Selain menjaga tren positif dan tentu kami juga mencoba untuk memenangkan setiap pertandingan yang kami hadapi," ujar Djanur, Senin (27/4/2015).
Bagi Djanur, minimnya jumlah gol yang bersarang di gawang Persib selama ini, lantaran saat ini kekompakan para pemainnya semakin padu. Artinya, kata dia, masing-masing pemain sudah mengetahui karakter rekan setimnya.
"Sebenarnya, musim kemarin juga sudah kompak, hanya saja sekarang lebih kompak. Tentu saya berharap kekompakan masih tetap terjaga dan berlanjut," harapnya.
Stoper andalan Persib Bandung, Ahmad Jufriyanto pun tak memungkiri, hasil gemilang yang dilakukan para pemain bertahan ini terjadi lantaran komunikasi antar pemainnya sudah terbentuk dengan baik.
"Ya, mungkin sudah satu tahun lebih jadi komunikasinya semakin baik. Dan selama ini kita juga belajar dari pertandingan ke pertandingan, kita evaluasi dari setiap pertandingan," kata pemain yang akrab disapa Jupe.
Namun, Jupe khawatir kegemilangan lini bertahan Persib terganggu, setelah jadwal laga lanjutan QNB League 2015 belum ditemukan kepastian. "Sangat mengganggu. Tapi sekarang kami fokus ke AFC dulu," tuturnya.
Jupe pun berharap di kompetisi kasta kedua level Asia ini, Persib Bandung dapat lolos ke fase berikutnya, hingga berhasil mengangkat trofi juara.
"Kami ingin memastikan lolos ke fase berikutnya pas lawan New Radiant (29/4/2015). Kami juga mau menunjukkan kalau tim ini tak cuma jago kandang," tegasnya.
Hal senada diungkapkan kiper andalan Persib Bandung, I Made Wirawan. Made mengatakan minimnya jumlah gol yang bersarang ke gawangnya lantaran komunikasi antar pemain dari lini per lini sudah jauh lebih baik.
"Hasil minimnya kebobolan, karena kerjasama dari mulai pertahanan di lini depan, kemudian tengah dan belakang sudah sangat baik. kami kerja tim, jadi tentu itu semua adalah berkat semua," tandas Made.
Betapa tidak. Dari enam pertandingan yang telah dilalui, baik saat melakoni babak penyisihan Grup H Piala AFC 2015, maupun kompetisi QNB League 2015, gawang Maung Bandung baru kebobolan dua gol.
Dua gol tersebut terjadi saat Persib menghadapi New Radiant dan Ayeyawady United di AFC Cup 2015. Sementara di dua laga domestik tanah air, gawang Persib belum pernah mengalami kebobolan alias clean sheet.
Tentu saja, pencapaian gemilang para pemain lini bertahan Persib diharapkan Djanur dapat terus bertahan hingga kompetisi berakhir. "Ini juga suatu perbaikan dari tahun lalu. Mudah-mudahan kami bisa pertahankan itu. Selain menjaga tren positif dan tentu kami juga mencoba untuk memenangkan setiap pertandingan yang kami hadapi," ujar Djanur, Senin (27/4/2015).
Bagi Djanur, minimnya jumlah gol yang bersarang di gawang Persib selama ini, lantaran saat ini kekompakan para pemainnya semakin padu. Artinya, kata dia, masing-masing pemain sudah mengetahui karakter rekan setimnya.
"Sebenarnya, musim kemarin juga sudah kompak, hanya saja sekarang lebih kompak. Tentu saya berharap kekompakan masih tetap terjaga dan berlanjut," harapnya.
Stoper andalan Persib Bandung, Ahmad Jufriyanto pun tak memungkiri, hasil gemilang yang dilakukan para pemain bertahan ini terjadi lantaran komunikasi antar pemainnya sudah terbentuk dengan baik.
"Ya, mungkin sudah satu tahun lebih jadi komunikasinya semakin baik. Dan selama ini kita juga belajar dari pertandingan ke pertandingan, kita evaluasi dari setiap pertandingan," kata pemain yang akrab disapa Jupe.
Namun, Jupe khawatir kegemilangan lini bertahan Persib terganggu, setelah jadwal laga lanjutan QNB League 2015 belum ditemukan kepastian. "Sangat mengganggu. Tapi sekarang kami fokus ke AFC dulu," tuturnya.
Jupe pun berharap di kompetisi kasta kedua level Asia ini, Persib Bandung dapat lolos ke fase berikutnya, hingga berhasil mengangkat trofi juara.
"Kami ingin memastikan lolos ke fase berikutnya pas lawan New Radiant (29/4/2015). Kami juga mau menunjukkan kalau tim ini tak cuma jago kandang," tegasnya.
Hal senada diungkapkan kiper andalan Persib Bandung, I Made Wirawan. Made mengatakan minimnya jumlah gol yang bersarang ke gawangnya lantaran komunikasi antar pemain dari lini per lini sudah jauh lebih baik.
"Hasil minimnya kebobolan, karena kerjasama dari mulai pertahanan di lini depan, kemudian tengah dan belakang sudah sangat baik. kami kerja tim, jadi tentu itu semua adalah berkat semua," tandas Made.
(sha)