Lewat Fun Futsal, Red Gank Galang Donasi untuk Korban Bencana di Lutra
Jum'at, 24 Juli 2020 - 14:50 WIB
“Adanya musibah di Masamba membuat kami sepakat untuk melakukan penggalangan dana. Setiap orang yang datang diminta untuk saweran Rp 15 ribu. Uang tersebut digunakan untuk bayar sewa lapangan dan sisanya akan didonasikan untuk korban banjir,” tutur Deputi Kemitraan dan Sponsor Red Gank, Muhammad Amien.
Fun futsal spesial ini sudah dilakukan Red Gank yang tergabung dalam SuperSoccer sebanyak dua kali. Kegiatan pertama pada 14 Juli lalu diikuti lebih dari 30 member, sementara fun futsal pada 21 Juli dihadiri sekitar 20 member.
Baca Juga: Viral! Stadion Markas PSM Makassar Beralih Fungsi Jadi Kebun Sayur
Untuk memperluas penggalangan donasi, para anggota Red Gank disejumlah sektor juga melakukan aksi yang sama. “Red Gank dari beberapa sektor juga melakukan aksi penggalangan donasi untuk korban banjir Masamba. Selain melalui kegiatan fun futsal seperti ini, teman-teman juga menjual minuman kemasan di sejumlah titik,” imbuh Amien.
Banjir bandang dan tanah longsor di Masamba terjadi pada pertengahan Juli lalu. Banjir ini terjadi akibat tiga anak sungai yang berada di Luwu Utara yakni Sungai Sabbang, Sungai Radda, dan Sungai Masamba meluap. Selain itu, Daerah Aliran Sungai Rongkong tidak mampu lagi menahan volume air yang semakin meningkat. Banjir bandang ini menyebabkan 38 orang tewas dan ribuan rumah warga mengalami kerusakan.
Fun futsal spesial ini sudah dilakukan Red Gank yang tergabung dalam SuperSoccer sebanyak dua kali. Kegiatan pertama pada 14 Juli lalu diikuti lebih dari 30 member, sementara fun futsal pada 21 Juli dihadiri sekitar 20 member.
Baca Juga: Viral! Stadion Markas PSM Makassar Beralih Fungsi Jadi Kebun Sayur
Untuk memperluas penggalangan donasi, para anggota Red Gank disejumlah sektor juga melakukan aksi yang sama. “Red Gank dari beberapa sektor juga melakukan aksi penggalangan donasi untuk korban banjir Masamba. Selain melalui kegiatan fun futsal seperti ini, teman-teman juga menjual minuman kemasan di sejumlah titik,” imbuh Amien.
Banjir bandang dan tanah longsor di Masamba terjadi pada pertengahan Juli lalu. Banjir ini terjadi akibat tiga anak sungai yang berada di Luwu Utara yakni Sungai Sabbang, Sungai Radda, dan Sungai Masamba meluap. Selain itu, Daerah Aliran Sungai Rongkong tidak mampu lagi menahan volume air yang semakin meningkat. Banjir bandang ini menyebabkan 38 orang tewas dan ribuan rumah warga mengalami kerusakan.
(tri)
Lihat Juga :