Debut Indonesia Rally Team di Adelaide Rally 2025 Berakhir Memuaskan
Senin, 24 November 2025 - 07:04 WIB
Ryan juga menjelaskan bahwa trek di Australia memberikan tantangan berbeda karena kecepatannya jauh lebih tinggi dibanding di Indonesia.
“Tiba-tiba dikasih speed kencang begini pasti butuh penyesuaian,” kata Ryan.
Ia juga menegaskan harapannya bahwa keikutsertaan ini akan menjadi awal dari lebih banyak kesempatan tampil di event internasional.
Sementara itu, Moreno yang turun di kelas yang sama dengan beberapa nama besar pereli dunia mengaku merasakan campuran rasa gugup sekaligus ada kebanggaan. Dengan perjalanan karier yang baru memasuki tahun kedua, ia menyebut pengalaman berada satu lintasan dengan idola-idolanya sebagai sebuah momentum penting.
“Rasanya nervous banget karena yang balapan di sini itu yang biasa saya lihat di Instagram, seperti Hayden Paddon atau Alex Rulo,” ungkap Moreno.
Moreno juga mengakui perbedaan level yang signifikan antara event nasional dan kompetisi aspal internasional. Di Indonesia tidak ada reli yang full tarmac, hanya ada di sprint rally atau di area tertutup. Sehingga menurut Eno, nama panggilannya, penyesuaian terhadap lintasan jalan raya berkecepatan tinggi menjadi tantangan sekaligus pengalaman yang menyenangkan.
Meski begitu, ia mengatakan dengan antusias: “Kalau ditanya mau ngulang lagi nggak? Mau. Semoga next year bisa coba lagi.”
“Tiba-tiba dikasih speed kencang begini pasti butuh penyesuaian,” kata Ryan.
Ia juga menegaskan harapannya bahwa keikutsertaan ini akan menjadi awal dari lebih banyak kesempatan tampil di event internasional.
Sementara itu, Moreno yang turun di kelas yang sama dengan beberapa nama besar pereli dunia mengaku merasakan campuran rasa gugup sekaligus ada kebanggaan. Dengan perjalanan karier yang baru memasuki tahun kedua, ia menyebut pengalaman berada satu lintasan dengan idola-idolanya sebagai sebuah momentum penting.
“Rasanya nervous banget karena yang balapan di sini itu yang biasa saya lihat di Instagram, seperti Hayden Paddon atau Alex Rulo,” ungkap Moreno.
Moreno juga mengakui perbedaan level yang signifikan antara event nasional dan kompetisi aspal internasional. Di Indonesia tidak ada reli yang full tarmac, hanya ada di sprint rally atau di area tertutup. Sehingga menurut Eno, nama panggilannya, penyesuaian terhadap lintasan jalan raya berkecepatan tinggi menjadi tantangan sekaligus pengalaman yang menyenangkan.
Meski begitu, ia mengatakan dengan antusias: “Kalau ditanya mau ngulang lagi nggak? Mau. Semoga next year bisa coba lagi.”
Lihat Juga :