Trofi Paris Masters Jadi Modal Medvedev di Ajang ATP Finals
Selasa, 10 November 2020 - 15:35 WIB
“Saya datang dalam kondisi yang lebih baik dari tahun lalu. Tahun lalu, saya benar-benar kelelahan sehingga kalah di babak pertama di Paris. Saat itulah Anda kehilangan kepercayaan diri. Saya baru saja memenangkan turnamen dan akan mendapat libur beberapa hari. Pergi ke London dan latihan dengan baik. Mudah-mudahan bisa mendapatkan beberapa kemenangan di sana,” kata Medvedev, dilansir france24.
Kekalahan Medvedev di final ATP Finals yang paling mengecewakan pada 2019 terjadi saat melawan Rafael Nadal. Ketika itu, dia sempat unggul 5-1 pada set ketiga dan match point. Sayang, petenis kelahiran Moskow, 11 Februari 1996, itu tak mampu mempertahankan kemenangan dan akhirnya menyerah 7-6, 3-6, 6-7.
Medvedev mengatakan dirinya sekarang jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu. Dia juga yakin kejadian semacam itu tak akan kembali terulang, khususnya saat bertanding di ATP Finals. (Baca juga: UIN Jakarta Dirikan Pusat Kajian Halal)
“Anda tidak akan meratapi hasil pertandingan seumur hidup. Itu hampir menjadi pertandingan terakhir musim ini bagi saya. Saya tahu harus meninggalkannya dan belajar untuk mencari cara yang tepat. Jika Anda unggul 5-1 dan bahkan kehilangan servis Anda pada 5-2, Anda tidak boleh gila, karena Anda masih di atas,” tandasnya.
Yang jelas, keberhasilan itu membuatnya menjadi petenis Rusia keempat yang menjuarai Paris Masters. Sebelumnya, Marat Safin (2000, 2002, 2004), Nikolay Davydenko (2006), dan Karen Khachanov (2018) juga sukses melakukan hal yang sama. Petenis yang tampil di final pertamanya pada musim ini mencatatkan 23-10 dengan kemenangan atas Zverev.
Kekalahan Medvedev di final ATP Finals yang paling mengecewakan pada 2019 terjadi saat melawan Rafael Nadal. Ketika itu, dia sempat unggul 5-1 pada set ketiga dan match point. Sayang, petenis kelahiran Moskow, 11 Februari 1996, itu tak mampu mempertahankan kemenangan dan akhirnya menyerah 7-6, 3-6, 6-7.
Medvedev mengatakan dirinya sekarang jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu. Dia juga yakin kejadian semacam itu tak akan kembali terulang, khususnya saat bertanding di ATP Finals. (Baca juga: UIN Jakarta Dirikan Pusat Kajian Halal)
“Anda tidak akan meratapi hasil pertandingan seumur hidup. Itu hampir menjadi pertandingan terakhir musim ini bagi saya. Saya tahu harus meninggalkannya dan belajar untuk mencari cara yang tepat. Jika Anda unggul 5-1 dan bahkan kehilangan servis Anda pada 5-2, Anda tidak boleh gila, karena Anda masih di atas,” tandasnya.
Yang jelas, keberhasilan itu membuatnya menjadi petenis Rusia keempat yang menjuarai Paris Masters. Sebelumnya, Marat Safin (2000, 2002, 2004), Nikolay Davydenko (2006), dan Karen Khachanov (2018) juga sukses melakukan hal yang sama. Petenis yang tampil di final pertamanya pada musim ini mencatatkan 23-10 dengan kemenangan atas Zverev.
Lihat Juga :