Eksistensi Asep Azis pada Sport Physiotherapist

Senin, 07 Desember 2020 - 22:37 WIB
Pada 2012, Asep mendirikan Physiopreneur Sport Physiotherapy, namun baru dikelolanya secara professional di bawah bendera PT. Indo Sehat Fisioterapi di Jakarta pada 2016. Alasannya mendirikan Sport Physiotherapy lantaran dirinya suka berolahraga ditambah background pendidikan kuliah.

"Saat itu saya melihat banyak orang yang masih bingung bagaimana memulihkan cedera dan salah penanganan, sehingga banyak yang berkonsultasi ke saya baik secara langsung maupun di media sosial. Dan akhirnya saya pun secara rutin sering berbagi pengetahuan di twitter, Facebook, dan Instagram mengenai cedera olahraga, fisioterapi, dan tips kesehatan lainnya. Dan akhirnya untuk memberikan manfaat lebih banyak kepada orang selain atlet, maka saya membuka physiopreneur Sport Physiotherapy pertama kali di kota malang bersama kawan kuliah saya, dan akhirnya diikuti di Surabaya, Jakarta, Bandung dan Makassar," ujar Asep dalam keterangan persnya, Senin (7/12/2020).

Eksistensi Asep dalam menjalankan bisnisnya tidak hanya berkutat pada konsep pelayanan fisioterapi cedera olahraga seperti penanganan cedera saja, tetapi juga pencegahan cedera (pengurangan resiko cedera) serta layanan recovery dan peningkatan performance berolahraga. Selain cedera olahraga, physiopreneur pun menangani beberapa keluhan yang berkaitan dengan lifestyle dan daily working seperti frozen shoulder, lower back pain, tension headache serta berkaitan dengan usia seperti knee osteoarthritis (pengapuran lutut).

Tahun ini, pria yang pernah menjabat sebagai Project Manager untuk ASIAN GAMES MEDICAL SUPPORT pada 2018 lalu itu membuka layanan sport science dan, body performance yaitu KINETICX di Surabaya. Target utamanya adalah edukasi kepada pasien mengenai pengukuran dari gerakan, kekuatan otot, power dan lain lain secara objektif dibantu dengan teknologi, sehingga datanya bisa digunakan untuk program rehabilitasi maupun program improvement performance.

"Kualitas fisioterapis di Indonesia sebenarnya tidak kalah dengan fisioterapis di luar negeri, hanya perlu meningkatkan kepercayaan diri dan komunikasi yang baik sehingga pasien menjadi lebih termotivasi juga untuk segera pulih dari cederanya. Sehingga orang Indonesia bisa mendapatkan kualitas pelayanan yang standarnya diterima oleh internasional dan diakui keprofesionalannya."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!