Legenda MU Bingung, Derby Manchester Diakhiri dengan Peluk-pelukan

Minggu, 13 Desember 2020 - 20:02 WIB
“Pada akhirnya, staf tersenyum dan berpelukan, para pemain mengobrol. Turun ke terowongan. Saya tidak mengerti. Semua orang ingin menjadi teman,” tambah pria 49 tahun itu, yang tekelnya pada Alf Inge Haaland dari Man City dalam pertandingan derby pada tahun 2001 mengakhiri karier pemain Norwegia itu.

Mantan rekan setim Keane di Man United, Gary Neville , bernada sama dengan komentar pemain Irlandia itu. “Tidak ada niat, baik di lapangan atau dari manajer untuk memenangkan pertandingan. Itu sangat buruk, dan kita tidak boleh menerimanya," ujar Neville. (Baca juga: Bantai Atletico 2-0, Zidane Beberkan Kunci Sukses Real Madrid ).

Man United memenangkan pertandingan Liga Primer musim lalu 2-0 tetapi Pelatih Ole Gunnar Solskjaer merasa pertandingan Sabtu kemarin adalah penampilan yang lebih lengkap, meskipun kurangnya hasrat ditunjukkan oleh timnya.

Namun Neville mengatakan bahwa Solskjaer harus mulai menerapkan gaya permainan yang lebih menyerang jika ingin tetap berada di kursi panas Old Trafford.

“Dalam enam hingga delapan bulan ke depan, mereka harus mendominasi pertandingan. Itu akan menjadi faktor penentu. Ini 'OK' saja, tapi itu bukanlah taktik bagi United untuk memenangkan pertandingan atau gelar,” tambah Neville.
(sha)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!