Tuchel Bela Diri Turunkan Havertz yang Tumpul Melawan Leeds
Sabtu, 13 Maret 2021 - 23:31 WIB
Baca juga: Duel PSG vs Nantes Tersaji di RCTI Plus, Saatnya Rebut Kekuasaan .
Tuchel, berharap penyerang asal Jerman itu bisa memecah kebuntuan melawan pasukan Marcelo Bielsa. Tapi, dia gagal mencetak gol. Ditanya tentang Havertz yang memainkan peran 'false nine', Tuchel membantah peran itu dan menegaskan Havertz bermain sebagai No 9 sejati.
Baca juga: Agen Ronaldo Bujuk Madrid Bahas Peluang Pulang ke Bernabeu .
"Saya pikir dia nomor 9. Saya tidak berpikir dia bermain sebagai false nine," kata Tuchel. “Dia adalah sembilan karena dia suka berada di posisi tinggi, baginya tidak selalu perlu turun ke nomor 10 secara bergantian."
"Bagi saya, kekuatan terbesarnya adalah dia suka berada di posisi tinggi dan dia suka tiba di kotak, bahkan di kotak enam yard, dia suka berada di sana dan suka melakukan sentuhan terakhir.
Havertz memiliki empat upaya gol, yang paling banyak dia lakukan dalam pertandingan Liga Primer, tetapi pemain berusia 21 tahun itu tidak dapat menerapkan sentuhan akhir klinis pada peluangnya itu. "Terkadang seperti ini," ujar Tuchel kepada BT Sport.
Tuchel, berharap penyerang asal Jerman itu bisa memecah kebuntuan melawan pasukan Marcelo Bielsa. Tapi, dia gagal mencetak gol. Ditanya tentang Havertz yang memainkan peran 'false nine', Tuchel membantah peran itu dan menegaskan Havertz bermain sebagai No 9 sejati.
Baca juga: Agen Ronaldo Bujuk Madrid Bahas Peluang Pulang ke Bernabeu .
"Saya pikir dia nomor 9. Saya tidak berpikir dia bermain sebagai false nine," kata Tuchel. “Dia adalah sembilan karena dia suka berada di posisi tinggi, baginya tidak selalu perlu turun ke nomor 10 secara bergantian."
"Bagi saya, kekuatan terbesarnya adalah dia suka berada di posisi tinggi dan dia suka tiba di kotak, bahkan di kotak enam yard, dia suka berada di sana dan suka melakukan sentuhan terakhir.
Havertz memiliki empat upaya gol, yang paling banyak dia lakukan dalam pertandingan Liga Primer, tetapi pemain berusia 21 tahun itu tidak dapat menerapkan sentuhan akhir klinis pada peluangnya itu. "Terkadang seperti ini," ujar Tuchel kepada BT Sport.
Lihat Juga :