Desakan Suporter Semakin Besar, Tuntut Transparansi Hasil Penyelidikan Tragedi Kanjuruhan

Jum'at, 07 Oktober 2022 - 04:30 WIB
“Ini adalah negara hukum semua punya panglima dan panglima kita adalah hukum. Kalau ada orang yang menyembunyikan dan terselubung fakta-fakta di lapangan. Jangan salahkan kita. Tapi ati kudu adem rek yo,” seru Anto.

Sembari menunggu keputusan Presiden Republik Indonsia (RI) Joko Widodo dari Tim Gabungan Independen Pencari Fakta Kanjurahan (TGIPF), Anto mengingatkan Aremania agar tetap waspada. Sebab, bukan tidak mungkin ada kelompok yang menunggangi pengusutan kasus tragedi Kanjuruhan.

“Kita menunggu ada keputusan Bapak Presiden. Kita dengan keras akan mengusut tuntas persoalan ini, ada Pak Kapolri, ada Panglima, ada Pak Mahfud, baiknya kita sabar, kita menunggu," ucapnya.

Baca Juga: Aneh! PSSI Tidak Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Mahfud MD: Mereka Sulit Disentuh karena FIFA

Jangan sampai kita ditunggangi, jangan mau ditunggangi. Kita harus bersatu, kita harus kompak. Kita tunjukkan bahwa salam satu jiwa bener-bener ada di dalam terjemahannya ketika kita turun di lapangan,” tegas Anto.
(mirz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!