alexametrics

Akrab, Tapi Urusan Masa Depan di Arsenal Lacazette Tak Tergantung Aubameyang

loading...
Akrab, Tapi Urusan Masa Depan di Arsenal Lacazette Tak Tergantung Aubameyang
Masa depan striker Arsenal Alexandre Lacazette tidak tak tergantung Pierre-Emerick Aubameyang, meski keduanya sangat dekat baik di dalam maupun di luar lapangan/Foto/SportsMole
A+ A-
LONDON - Masa depan striker Arsenal Alexandre Lacazette masih tanda tanya. Tapi, penyerang asal Prancis itu menegaskan perjalanan kariernya tidak tak tergantung Pierre-Emerick Aubameyang, meski keduanya sangat dekat baik di dalam maupun di luar lapangan.

Lacazette terikat dengan The Gunners hingga 2022, sedangkan kesepakatan kapten klub, Aubameyang, berakhir dalam waktu kurang dari setahun dan bisa pergi dari klub secara gratis musim panas mendatang. (Baca juga: Preview Arsenal vs Chelsea: Menggulingkan Raja Piala FA).

Pelatih kepala Arsenal Mikel Arteta yakin dapat membujuk Aubameyang untuk menandatangani kontrak baru, terutama jika Arsenal berhasil menjuarai final Piala FA 2019/2020, melawan Chelsea di Wembley, Sabtu (1/8/2020).

Namun, jika Arsenal kalah, mereka tidak akan memiliki kompetisi Eropa untuk menawarkan bintang mereka saat ini atau untuk menarik pemain baru ke klub. (Baca juga: Bungkam Lyon Lewat Drama Tos-tosan, PSG Rebut Treble Domestik).



Ditanya apakah dia telah memasuki pembicaraan mengenai kontrak baru, Lacazette menjawab: "Tidak, kami tidak membicarakan hal ini."

"Saya hanya memainkan permainan saya dan menyelesaikan musim untuk melihat bagaimana semuanya terjadinya. Kami tidak membicarakan apa pun." (Baca juga: Preview Atalanta vs Inter Milan: Bikin Menderita!).



Meski Lacazette dan Aubameyang sangat dekat, tapi mantan pemain Lyon itu tidak mau terikat dengan rekannya itu dala urusan karier.

"Tidak, karena kita tahu bahwa Auba telah banyak berdiskusi dengan klub dan saya tidak bisa meletakkan masa depan saya pada orang lain."

"Ketika dia datang, semua orang tahu kami memiliki hubungan yang baik bersama. Kami selalu berbicara tentang segala hal, tidak hanya tentang sepak bola tetapi semua hal dalam hidup. Dia pria yang baik. Itulah mengapa di antara kami itu menjadi sangat mudah."

Lacazette tidak mengoleksi trofi besar sejak bergabung dengan Arsenal tetapi bermain pada final Liga Europa 2018/2019 saat dikalahkan Chelsea 1-4.

Pemain 29 tahun itu mengakui perjalanan pulang dari Azerbaijan setelah pertandingan itu sulit dan berharap kegalan itu menjadi motivasi melawan Chelsea di final Piala FA.

"Tidak ada yang bicara. Itu penerbangan yang panjang, benar-benar sunyi," kenangnya.

"(Itu) mungkin penerbangan terburuk yang pernah saya alami. Tapi, ya, setelah itu ketika Anda kehilangan final, sangat sulit untuk mencoba berbicara dengan seseorang atau tertawa. Jelas semua orang kecewa."

"Semoga bagi mereka yang bermain, (mereka) tidak akan melupakan final musim lalu. Semua orang harus menemukan motivasi mereka sendiri untuk pertandingan nanti."

"Saya percaya diri dengan rekan satu tim saya. Setelah itu semuanya bisa terjadi dalam pertandingan. Tapi itu bukan masalah."

Lacazette yakin timnya bisa menyelamatkan musim mereka di Wembley, di mana Arsenal ingin memperpanjang rekor mereka meraih 14 gelar Piala FA.

"Kami tahu di liga kami selesai di posisi yang buruk, kami kalah melawan Olympiacos di awal Liga Europa, jadi kami melewatkan beberapa target kami," ujarnya. "Itu sebabnya saya bilang itu akan menyelamatkan musim kami."

"Saya tahu kami bisa melakukan sesuatu, kami bisa memenangkan pertandingan ini dan itu akan sulit karena Chelsea adalah tim yang bagus, tetapi kami akan melakukan segalanya untuk para penggemar dan klub."
(sha)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak