alexametrics

Laga Pelipur Lara Atalanta vs Inter Milan Setelah Gagal Juara

loading...
Laga Pelipur Lara Atalanta vs Inter Milan Setelah Gagal Juara
Penyerang Inter Milan Lukaku saat berebut bola dengan pemain Napoli. Foto: dok/Reuters
A+ A-
BERGAMO - Pertandingan pamungkas Seri A musim 2019/2020 dini hari nanti bakal sangat menegangkan. Empat tim saling sikut memperebutkan posisi runner-up dan tiket Liga Europa untuk musim depan. Namun, bisa jadi ini seperti laga pelipur lara karena gelar sudah jadi milik Juventus.

Duel Atalanta versus Inter Milan di Gewiss Stadium akan menentukan siapa yang pantas menduduki urutan kedua klasemen akhir. Saat ini, I Nerazzurri mengoleksi 79 poin, unggul satu poin dari Atalanta. Tambahan tiga poin (82 poin) dibutuhkan untuk mengamankan peringkat runner-up.

Peluang yang sudah di depan mata itu tidak ingin disia-siakan penyerang Lautaro Martinez. Dia menegaskan Inter bertekad membawa pulang poin penuh atas Atalanta sebagai perwujudan ambisi mereka menyelesaikan musim ini dengan baik. Motivasi Martinez mengacu pada performa Inter yang meraih tujuh kemenangan, lima imbang, dan hanya mengalami satu kekalahan dalam 13 pertandingan terakhir. (Baca: Preview Atalanta vs Inter Milan: Bikin Menderita!)

“Kami tahu bahwa tim lain telah memenangkan scudetto. Tapi, kami ingin menyelesaikan musim ini setinggi mungkin. Kami melawan Atalanta dalam kondisi baik. Kami akan bekerja dengan baik dan melakukan apa yang diperlukan untuk menang dan mengunci urutan kedua," kata Martinez, dilansir football-italia.net.



Martinez yang santer dihubungkan dengan Barcelona jelas bakal diandalkan Pelatih Antonio Conte bersama Romelu Lukaku di lini depan dengan dukungan Christian Eriksen, Antonio Candreva, Cristiano Biraghi, Marcelo Brozovic, dan Nicolo Barella.

Kekuatan terbaik harus ditunjukkan Inter mengingat Atalanta juga sedang menanjak. Tim berjuluk La Dea tersebut belum terkalahkan dalam 12 pertandingan terakhirnya (sembilan menang, tiga imbang). Meski mengakui Inter sebagai lawan yang sulit dan menentukan, Pelatih Gianpiero Gasperini mengatakan tidak terlalu cemas karena menganggap Atalanta telah menjalani musim luar biasa.



Dia menilai timnya selalu memiliki cara mengatasi setiap tekanan. Kelebihan itu diperlihatkan Atalanta saat mengalahkan AC Parma 2-1, Rabu (29/7/2020), setelah sempat tertinggal 0-1. Gasperini semakin percaya diri karena di dua pertemuan terakhir melawan Inter, Atalanta belum mengalami kekalahan. (Baca juga: Enaknya Haji di Tengah Pandemi, Gratis dan Dilayani Seperti Sultan)

“Kami cukup banyak memulai pertandingan dengan lambat. Tapi, tim ini tidak memiliki batasan. Kami dapat menemukan energi yang cukup untuk memainkan babak kedua yang sangat baik dan membalikkan permainan,” ujar Gasperini.

Bukan hanya Inter dan Atalanta, posisi runner-up juga diintai SS Lazio yang berada di urutan keempat (78 poin). Syaratnya, pertandingan Inter versus Atalanta berakhir imbang dan Lazio harus mengalahkan SSC Napoli.

Dipastikan lolos ke Liga Champions musim depan membuat pasukan Simone Inzaghi tampil rileks. Namun, gelandang Patricio Gabarron mengungkapkan Lazio bukan hanya ingin membantu Ciro Immobile meraih gelar top skor Seri A (35 gol), tapi juga merebut posisi runner-up.

“Ini adalah pertandingan penting. Kami ingin menuntaskan musim ini setinggi mungkin. Filosofi kami adalah bertarung hingga peluit akhir demi klub. Target objektif kami adalah posisi runner-up,” ujar Gabarron. (Baca juga: Satu Desa Dihancurkan, Israel Paksa 200 Warga Palestina Pergi)

Lazio layak percaya diri lantaran Napoli sedang limbung. Kekalahan 0-2 dari Inter, Selasa (28/7), membuat kans I Partenopei ke babak kualifikasi Liga Europa musim depan kandas. Kalaupun menang, mereka hanya mengumpulkan total 62 poin atau masih tertinggal satu poin dari AC Milan yang berada di urutan keenam.

Selain Milan, tiket otomatis Liga Europa dipastikan menjadi milik AS Roma di urutan keenam (67 poin). Posisi mereka aman, terlepas dari hasil pertandingan melawan Juventus, dini hari nanti. Khusus Milan, mereka harus melalui babak kualifikasi Liga Europa. Performa I Rossoneri yang tidak terkalahkan, termasuk kemenangan atas Roma 2-0 (28/6), Lazio 3-0 (5/7), Juve 4-2 (8/7) sejak kompetisi bergulir, Juni lalu, jelas menjadi sinyal ancaman bagi para rival di Seri A musim depan.

Kabar gembira bakal bertahannya Zlatan Ibrahimovic semakin membuat asa Milan sukses musim depan bergelora. Namun, Pelatih Stefano Pioli mengatakan kebangkitan mereka merupakan kerja keras seluruh anggota tim. Sebelum memulai musim baru, Pioli ingin menutup musim ini dengan meraih hasil bagus saat menjamu Cagliari di San Siro, dini hari nanti. (Lihat videonya: Puluhan Orang Terjaring Razia Masker di Jakarta Pusat)

“Ibrahimovic sangat penting bagi perkembangan kami, tapi tidak hanya ini. Pekerjaan yang kami letakkan dalam beberapa bulan terakhir, kedatangan (Simon) Kjaer dan perubahan posisi di lapangan. Ada sejumlah hal yang memungkinkan kami memberikan kinerja luar biasa dengan kesinambungan yang tepat," papar Pioli. (Alimansyah)
(ysw)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak