Kembali Bergulir, NBA Dibuka dengan Kampanye Black Lives Matter
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 14:35 WIB
loading...
Anggota skuad New Orleans Pelicans dan Utah Jazz bersama-sama melakukan aksi berlutut di belakang logo Black Lives Matter yang ada di lapangan saat menyakikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan NBA, kemarin. Foto/USA Today Sports
A
A
A
LAKE BUENA VISTA - Para tim NBA kembali berkompetisi sejak penangguhan akibat pandemi virus corona, Maret lalu. Mereka mengawalinya dengan melakukan protes antirasisme yang sedang terjadi di Amerika Serikat (AS).
Pelatih dan ofisial tim NBA, khususnya empat tim yang bertanding di hari pertama sejak lockdown adalah Utah Jazz, New Orleans Pelicans, Los Angales Lakers, dan Los Angeles Clippers. Mereka menggunakan kaus hitam bertuliskan "Black Lives Matter" dengan menundukkan kepala dan berlutut saat lagu kebangsaan AS dikumandangkan sebagai bentuk protes ketidakadilan rasial dan kebrutalan polisi yang memicu kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam di Minneapolis pada Mei lalu.
Selain itu, Black Lives Matter juga terpampang di lapangan di Walt Disney World Resort, Orlando, di mana NBA berencana menyelesaikan musimnya dengan 22 tim di area terbatas atau biasa yang disebut gelembung NBA. "Pertandingan bola basket selalu lebih besar dari sekadar bola, 10 pemain di lapangan dan wasit," kata bintang Lakers LeBron James, dilansir Reuters. "Ini adalah kesempatan untuk menggunakan platform untuk menyebarkan banyak hal positif dan cinta di seluruh dunia," ujarnya. (Baca: Kominisioner Optimistis Restart NBA Lancar dan Aman dari Covid-19)
Bahkan, NBA juga akan mengevaluasi kembali program pelatihan di China setelah ada tuduhan melakukan pelecehan. James mengatakan sementara sudah ada kemajuan dalam perang melawan rasisme. Kuncinya adalah mempertahankan momentum.
"Kami ingin menjaga kaki kami. Kita berurusan dengan banyak rasisme, banyak ketidakadilan sosial, dan banyak kebrutalan polisi tidak hanya di lingkungan saya dan tidak hanya dengan orang kulit hitam, tapi dengan semua orang kulit berwarna," papar James. (Baca juga: Enaknya Haji di Tengah Pandemi, Gartsi dan Dilayani Seperti Sultan)
Pelatih dan ofisial tim NBA, khususnya empat tim yang bertanding di hari pertama sejak lockdown adalah Utah Jazz, New Orleans Pelicans, Los Angales Lakers, dan Los Angeles Clippers. Mereka menggunakan kaus hitam bertuliskan "Black Lives Matter" dengan menundukkan kepala dan berlutut saat lagu kebangsaan AS dikumandangkan sebagai bentuk protes ketidakadilan rasial dan kebrutalan polisi yang memicu kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam di Minneapolis pada Mei lalu.
Selain itu, Black Lives Matter juga terpampang di lapangan di Walt Disney World Resort, Orlando, di mana NBA berencana menyelesaikan musimnya dengan 22 tim di area terbatas atau biasa yang disebut gelembung NBA. "Pertandingan bola basket selalu lebih besar dari sekadar bola, 10 pemain di lapangan dan wasit," kata bintang Lakers LeBron James, dilansir Reuters. "Ini adalah kesempatan untuk menggunakan platform untuk menyebarkan banyak hal positif dan cinta di seluruh dunia," ujarnya. (Baca: Kominisioner Optimistis Restart NBA Lancar dan Aman dari Covid-19)
Bahkan, NBA juga akan mengevaluasi kembali program pelatihan di China setelah ada tuduhan melakukan pelecehan. James mengatakan sementara sudah ada kemajuan dalam perang melawan rasisme. Kuncinya adalah mempertahankan momentum.
"Kami ingin menjaga kaki kami. Kita berurusan dengan banyak rasisme, banyak ketidakadilan sosial, dan banyak kebrutalan polisi tidak hanya di lingkungan saya dan tidak hanya dengan orang kulit hitam, tapi dengan semua orang kulit berwarna," papar James. (Baca juga: Enaknya Haji di Tengah Pandemi, Gartsi dan Dilayani Seperti Sultan)
Lihat Juga :