Sapu Bersih Gelar Domestik, PSG Jadi Tim Terkuat di Prancis
Senin, 03 Agustus 2020 - 13:35 WIB
loading...
Predikat Paris Saint Germain (PSG) sebagai klub terkuat di tanah Prancis kian tidak terbantahkan. Foto/Twitter
A
A
A
PARIS - Predikat Paris Saint Germain (PSG) sebagai klub terkuat di tanah Prancis kian tidak terbantahkan. Meski kesuksesan Les Parisiens menyapu bersih semua gelar domestik musim ini tidak terlepas dari kritik.
Hal itu terlihat ketika PSG menundukkan Olympique Lyon 6-5 melalui babak adu penalti di final Coupe de La League, Sabtu (1/8/2020). Enam algojo Angel di Maria, Marco Verratti, Leandro Paredes, Ander Herrera, Neymar Jr, dan Pablo Sarabia menjalankan tugasnya dengan sempurna. Sedangkan kekalahan Lyon disebabkan kegagalan Bertrand Traore. Itu membuat eksekusi mulus Joachim Andersen, Karl Brilliant Toko Ekambi, Maxence Caqueret, Thiago Mendes, dan Houssem Aouar menjadi sia-sia. Berjuang ekstrakeras hingga adu penalti membuat PSG dihujani kritikan, terutama menurunnya produktivitas gol.
Pasalnya, dalam dua pertandingan terakhir atau 210 menit, Les Parisiens hanya mencetak satu gol. Gol itu dicetak Neymar saat PSG menjuarai Coupe de France seusai mengalahkan Saint Etienne (25/7/2020). Pelatih Thomas Tuchel kesal dengan pertanyaan-pertanyaan yang menyudutkan timnya. (Baca: Bungkam Lyon Lewat Drama Tos-Tosan, PSG Rebut Treble Domestik)
Dia mempersilakan media menuliskan apa pun yang diinginkan termasuk menganggap PSG hanya menang beruntung. Tuchel menganggap melakukan penilaian terhadap timnya hanya dari dua pertandingan merupakan sesuatu tidak adil. Dia mengacu pada torehan 75 gol PSG dalam 27 pertandingan Ligue 1 musim 2019/20 yang seolah dilupakan.
“Beri saya tim yang mencetak empat atau lima gol di setiap pertandingan, itu tidak mungkin. Tetapi, anda (media) selalu mencari sesuatu yang negatif dari 99 poin positif, tidak, kami akan mencari negatif yang ke-100,” kata Tuchel dilansir dailymail. (Baca juga: Gugat UU Corona, Din Syamsuddin Terus Ingatkan Hakim Soal Keadilan)
Hal itu terlihat ketika PSG menundukkan Olympique Lyon 6-5 melalui babak adu penalti di final Coupe de La League, Sabtu (1/8/2020). Enam algojo Angel di Maria, Marco Verratti, Leandro Paredes, Ander Herrera, Neymar Jr, dan Pablo Sarabia menjalankan tugasnya dengan sempurna. Sedangkan kekalahan Lyon disebabkan kegagalan Bertrand Traore. Itu membuat eksekusi mulus Joachim Andersen, Karl Brilliant Toko Ekambi, Maxence Caqueret, Thiago Mendes, dan Houssem Aouar menjadi sia-sia. Berjuang ekstrakeras hingga adu penalti membuat PSG dihujani kritikan, terutama menurunnya produktivitas gol.
Pasalnya, dalam dua pertandingan terakhir atau 210 menit, Les Parisiens hanya mencetak satu gol. Gol itu dicetak Neymar saat PSG menjuarai Coupe de France seusai mengalahkan Saint Etienne (25/7/2020). Pelatih Thomas Tuchel kesal dengan pertanyaan-pertanyaan yang menyudutkan timnya. (Baca: Bungkam Lyon Lewat Drama Tos-Tosan, PSG Rebut Treble Domestik)
Dia mempersilakan media menuliskan apa pun yang diinginkan termasuk menganggap PSG hanya menang beruntung. Tuchel menganggap melakukan penilaian terhadap timnya hanya dari dua pertandingan merupakan sesuatu tidak adil. Dia mengacu pada torehan 75 gol PSG dalam 27 pertandingan Ligue 1 musim 2019/20 yang seolah dilupakan.
“Beri saya tim yang mencetak empat atau lima gol di setiap pertandingan, itu tidak mungkin. Tetapi, anda (media) selalu mencari sesuatu yang negatif dari 99 poin positif, tidak, kami akan mencari negatif yang ke-100,” kata Tuchel dilansir dailymail. (Baca juga: Gugat UU Corona, Din Syamsuddin Terus Ingatkan Hakim Soal Keadilan)
Lihat Juga :