Sapu Bersih Gelar Domestik, PSG Jadi Tim Terkuat di Prancis

loading...
Sapu Bersih Gelar Domestik, PSG Jadi Tim Terkuat di Prancis
Predikat Paris Saint Germain (PSG) sebagai klub terkuat di tanah Prancis kian tidak terbantahkan. Foto/Twitter
A+ A-
PARIS - Predikat Paris Saint Germain (PSG) sebagai klub terkuat di tanah Prancis kian tidak terbantahkan. Meski kesuksesan Les Parisiens menyapu bersih semua gelar domestik musim ini tidak terlepas dari kritik.

Hal itu terlihat ketika PSG menundukkan Olympique Lyon 6-5 melalui babak adu penalti di final Coupe de La League, Sabtu (1/8/2020). Enam algojo Angel di Maria, Marco Verratti, Leandro Paredes, Ander Herrera, Neymar Jr, dan Pablo Sarabia menjalankan tugasnya dengan sempurna. Sedangkan kekalahan Lyon disebabkan kegagalan Bertrand Traore. Itu membuat eksekusi mulus Joachim Andersen, Karl Brilliant Toko Ekambi, Maxence Caqueret, Thiago Mendes, dan Houssem Aouar menjadi sia-sia. Berjuang ekstrakeras hingga adu penalti membuat PSG dihujani kritikan, terutama menurunnya produktivitas gol.

Pasalnya, dalam dua pertandingan terakhir atau 210 menit, Les Parisiens hanya mencetak satu gol. Gol itu dicetak Neymar saat PSG menjuarai Coupe de France seusai mengalahkan Saint Etienne (25/7/2020). Pelatih Thomas Tuchel kesal dengan pertanyaan-pertanyaan yang menyudutkan timnya. (Baca: Bungkam Lyon Lewat Drama Tos-Tosan, PSG Rebut Treble Domestik)

Dia mempersilakan media menuliskan apa pun yang diinginkan termasuk menganggap PSG hanya menang beruntung. Tuchel menganggap melakukan penilaian terhadap timnya hanya dari dua pertandingan merupakan sesuatu tidak adil. Dia mengacu pada torehan 75 gol PSG dalam 27 pertandingan Ligue 1 musim 2019/20 yang seolah dilupakan.



“Beri saya tim yang mencetak empat atau lima gol di setiap pertandingan, itu tidak mungkin. Tetapi, anda (media) selalu mencari sesuatu yang negatif dari 99 poin positif, tidak, kami akan mencari negatif yang ke-100,” kata Tuchel dilansir dailymail. (Baca juga: Gugat UU Corona, Din Syamsuddin Terus Ingatkan Hakim Soal Keadilan)

Juru taktik Jerman tersebut memilih memberikan apresiasi pada perjuangan besar timnya yang tidak kehilangan konsentrasi, rasa lapar menang, dan kepercayaan diri sehingga kemenangan melalui adu penalti atas Lyon tetap diperhitungkan. Kemenangan di Coupe de La League melengkapi torehan apik PSG yang total meraih empat gelar di musim 2019/20.

Sebelumnya, Thiago Silva dkk sudah mengamankan Ligue 1, Coupe de France, dan Trophee des Champions. Tuchel menilai kesuksesan musim ini merupakan modal penting jelang pertandingan perempat final melawan tim penuh kejutan Atalanta, Kamis (13/8), dan menyongsong musim depan dengan penuh harapan. (Lihat videonya: Satu Keluarga Makan di Bahu Jalan Tol Viral di Medsos)



Peluang menambah gelar di Liga Champions tentu harus dimaksimalkan. Tuchel harus berupaya keras membangkitkan ketajaman PSG sekaligus meredam berbagai kritikan yang dialamatkan kepada mereka. “Kami memenangkan empat gelar ini, ada suasana yang baik di ruang ganti. Memenangkan empat gelar adalah prestasi tim ini dan saya senang. Sekarang, kami harus berjuang karena masih ada perempat final Liga Champions,” kata Tuchel. (Alimansyah)
(ysw)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top