IPP Jadi Referensi Tingkatkan Literasi Tema Kepemudaan di Indonesia
Jum'at, 13 Oktober 2023 - 10:17 WIB
loading...
Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora RI Asrorun Niam Sholeh menyebut Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) dapat dijadikan referensi untuk tingkatkan literasi tema kepemudaan di Indonesia / Foto: Kemenpora
A
A
A
SURABAYA - Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora RI Asrorun Ni'am Sholeh menyebut Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) dapat dijadikan referensi untuk tingkatkan literasi tema kepemudaan di Indonesia.Hal itu diungkapkannya saat memberikan sambutan kepada para peserta Pelatihan Penulisan Artikel Jurnal Kepemudaan Tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Asisten Deputi Potensi Kemandirian Pemuda secara hybrid di Hotel Movenpick, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (12/10/2023).
Niam menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan upaya Kemenpora untuk memperkaya literasi tema kepemudaan di Indonesia yang berkaitan langsung dengan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP), khususnya domain pendidikan. Dikatakannya, nilai IPP kita mengalami tren kenaikan pada dua tahun terakhir ini pasca pandemi COVID-19, tepatnya di angka 55,33.
"Namun, kenaikan tersebut tidak dibarengi oleh nilai domain pendidikan yang masih stagnan di angka 70 dalam 4 tahun terakhir. Ada tantangan disini, khususnya bagi para pemuda, agar pelatihan seperti ini dapat berdampak langsung pada domain pendidikan, khususnya pada indikator Angka Partisipasi Kasar Pendidikan Tinggi," ujar Deputi Niam dalam keterangan persnya.
Masih kata Deputi Niam, IPP dapat menjadi referensi yang ideal dalam menentukan latar belakang dan rumusan masalah sebuah penelitian kepemudaan di Indonesia. Lima domain yang ada dalam IPP merupakan masalah sosial secara umum yang disimplikasi dalam bentuk indeks secara sederhana.
"Data IPP dapat menjadi inspirasi untuk mengangkat masalah kontemporer yang tidak terbatas dengan disiplin ilmu dan latar belakang kita yang berbeda. Setiap disiplin ilmu tersebut memiliki potensi dan kontribusi untuk mengulik analis masalah serta mencari problem solver terhadap masalah kepemudaan di Indonesia," lanjutnya.
Niam menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan upaya Kemenpora untuk memperkaya literasi tema kepemudaan di Indonesia yang berkaitan langsung dengan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP), khususnya domain pendidikan. Dikatakannya, nilai IPP kita mengalami tren kenaikan pada dua tahun terakhir ini pasca pandemi COVID-19, tepatnya di angka 55,33.
"Namun, kenaikan tersebut tidak dibarengi oleh nilai domain pendidikan yang masih stagnan di angka 70 dalam 4 tahun terakhir. Ada tantangan disini, khususnya bagi para pemuda, agar pelatihan seperti ini dapat berdampak langsung pada domain pendidikan, khususnya pada indikator Angka Partisipasi Kasar Pendidikan Tinggi," ujar Deputi Niam dalam keterangan persnya.
Masih kata Deputi Niam, IPP dapat menjadi referensi yang ideal dalam menentukan latar belakang dan rumusan masalah sebuah penelitian kepemudaan di Indonesia. Lima domain yang ada dalam IPP merupakan masalah sosial secara umum yang disimplikasi dalam bentuk indeks secara sederhana.
"Data IPP dapat menjadi inspirasi untuk mengangkat masalah kontemporer yang tidak terbatas dengan disiplin ilmu dan latar belakang kita yang berbeda. Setiap disiplin ilmu tersebut memiliki potensi dan kontribusi untuk mengulik analis masalah serta mencari problem solver terhadap masalah kepemudaan di Indonesia," lanjutnya.
Lihat Juga :