alexa snippet

Mantan Atlet Sepeda Nasional, Fany Gunawan di GPN 2017

Mantan Atlet Sepeda Nasional, Fany Gunawan di GPN 2017
Fany Gunawan (helm biru, kiri depan) mengayuh sepedanya di Etape Anggrek alias etape keenam yang melintasi kawasan Tangerang di Gowes Pesona Nusantara 2017 / Dok. SINDOnews (Susanto)
A+ A-
JAKARTA - Ada yang menarik di antara peserta Gowes Pesona Nusantara (GPN) 2017. Dia adalah Fany Gunawan, mantan atlet sepeda nasional yang usianya kini tidak muda lagi. Namum, Fany memiliki semangat layaknya seorang remaja.

Di usianya yang kini menginjak 60 tahun, Fany masih gagah mengayuh sepedanya dari titik nol di Kota Sabang hingga hari ini dia tiba di Jakarta. Tercatat, Fany dan 14 pegowes duta Ayo Olahraga telah menempuh jarak 3417 kilometer dan berharap bisa menyelesaikan etape terakhir di Magelang, Jawa Tengah, dengan total jarak 5000 kilometer.
Mantan Atlet Sepeda Nasional, Fany Gunawan di GPN 2017
Kepada SINDOnews, Fany mengatakan bahwa bersepeda bukan cuma olahraga fisik. Tekad yang kuat dan tujuan yang jelas membuat mantan anggota Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pelajar (PPLP) di Solo sampai usia saat ini enggan berpisah dengan sepedanya, juga dengan dunia olahraga bersepeda.

Dalam kesempatan tampil di GPN 2017, Fany mengatakan bahwa motivasinya adalah mengumpulkan tanah dan air dari berbagai daerah yang dia lewati. Nantinya, material tersebut akan digunakan untuk membangun monumen persatuan Nusantara pada puncak perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornaas) bulan September 2017 mendatang.

"Sampai saat ini, di etape keenam (di Jakarta) saya bersyukur masih diberikan kekuatan. Selanjutnya, saya optimis menyelesaikan target 5000 kilomater sampai di Kota Magelang," tutur Fani sambil beristirahat di kawasan Tangerang, Minggu (6/8/2017).

Fany yang pernah menyabet gelar juara II yunior pada lomba yang digelar Ikatan Penggemar Sepeda Jakarta, menuturkan bahwa bersepeda di ibu kota memiliki tantangan tersendiri. Jika dibandingkan dengan bersepeda di daerah, faktor polusi di perkotaan harus diwaspadai para pegowes.

"Saya memang spesialis di jalan raya, jadi trek ini relatif bisa saya predikisi, cuma makin ke sini saya merasa udaranya semakin panas. Panas sekali. Di Sumatera banyak tebing, tanjakan dan konturnya sulit, tetapi udaranya sejuk," kata pria asal Semarang, Jawa Tengah.

Lebih jauh, Fany berharap bersepeda bisa menjadi olahraga yang digemari oleh kaum muda sekarang. Fany bahkan prihatin dengan kurangnya minat para remaja menggunakan sepeda untuk memenuhi kegiatan sehari-hari seperti ke sekolah, kampus atau pasar-pasar.

"Untuk anak-anak muda sekarang, ayo berolahraga, bersepeda atau jalan kaki agar badan sehat. Kalau badan kita sehat, pikiran juga jadi positif," tutupnya.

Sekadar informasi, setelah menyelesaikan etape keenam yang disebut juga Etape Anggrek, Fany dan 14 pegowes di Gowes Pesona Nusantara 2017 akan memulai etape ketujuh dari Kota Depok menuju Purwakarta, 26 Agustus 2017 mendatang.



(nug)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top