alexametrics

MotoGP 2018

Rossi Tak Ambil Pusing Dicap Ketuaan di Lintasan MotoGP

loading...
Rossi Tak Ambil Pusing Dicap Ketuaan di Lintasan MotoGP
Valentino Rossi tak peduli dicap ketuaan di lintasan MotoGP. Foto : Yamaha Racing
A+ A-
DOHA - Valentino Rossi tak ambil pusing dengan anggapan publik yang mengatakan dirinya sudah terlalu tua di lintasan MotoGP. Usia bukan masalah buat pembalap Yamaha itu mengingat di seri perdana MotoGP 2018 bisa naik podium. (Baca juga : Raih Podium Ketiga, Rossi Makin Pede Tatap MotoGP 2018)

Rossi saat ini telah menginjak 39 tahun dan baru saja memperpanjang kontrak dengan tim berlogo garpu tala hingga dua tahun ke depan. Jadi, Rossi baru akan mengakhiri kerjasamanya dengan Yamaha di usia 41 tahun.  (Baca juga : Valentino Rossi : Tak Salah Saya Perpanjang Kontrak)

"Saat ada berita soal perpanjangan kontrak, tidak salah kalau ada yang mengatakan saya terlalu tua. Tapi terpenting yang terjadi di lintasan. Saya percaya, karena saya tahu saya masih bisa bersaing," ucapnya seperti dikutip Autosports, Rabu (21/3/2018).

Rossi sadar persaingan kini tidak mudah lagi. Banyak pembalap baru mengisi persaingan. Marc Marquez dan Andrea Dovizioso pun tak bisa terlena mengingat di bawah mereka para pembalap siap menyalipnya. Itu dibuktikan dengan Johann Zarco yang bisa meraih pole meski gagal tampil menawan di lomba sesungguhnya.

Karenanya untuk menjaga persaingan itu Rossi tetap berlatih fisik. "Masalah terbesar saat Anda bertambah tua adalah kondisi fisik, tapi saya tahu jika berlatih keras, lebih dari 10 tahun yang lalu, saya bisa cepat sampai akhir," katanya.

Setidaknya sampai seri pertama di Sirkuit Losail, Qatar, Rossi mampu menampilkan aksi menawan. "Tahun lalu baik Honda maupun Ducati mengalami masalah, tapi dari pertengahan 2017 mereka sangat kuat, jadi saya pikir kami telah membuat langkah maju," pungkas Rossi.

(bbk)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak