alexametrics

Gina-Maria Schumacher Pewaris Bakat Sang Maestro

loading...
Gina-Maria Schumacher Pewaris Bakat Sang Maestro
Gina-Maria Schumacher Pewaris Bakat Sang Maestro. (Istimewa).
A+ A-
GINA-MARIA Schumacher berusaha membuat legenda seperti yang pernah dilakukan ayahnya, Michael Schumacher. Namun, dia memilih jalan yang berbeda ketimbang mengikuti jejak yang ditinggalkan ayahnya.

Apa penyebabnya? bulan sebelum berulang tahun ke- 17, Gina-Maria mendapati dunianya runtuh seketika. Seharusnya gadis kelahiran 20 Februari 1997 itu tengah menyiapkan pesta ulang tahun sweet seventeen-nya yang istimewa. Layaknya gadis berumur 17 tahun, Gina-Maria menginginkan seluruh keluarganya hadir di pesta istimewa tersebut.

Dia berencana, saat itu semua orang yang spesial dalam hidupnya hadir di hadapannya. Namun, rencana tinggal rencana, Tuhanlah yang menentukan. Keinginan Gina-Maria langsung berantakan ketika sebuah berita mengejutkan sampai ke telinganya.

Ayahnya, sang pembalap Formula 1 legendaris dunia, Michael Schumacher, mengalami kecelakaan mengerikan karena terjatuh saat bermain ski di kawasan Pegunungan Alpen pada 29 Desember 2013. Michael Schumacher langsung tidak sadarkan diri akibat kepalanya terbentur bebatuan gunung karena terjatuh saat bermain ski bersama anak bungsunya, Mick Schumacher.



Seketika dunia Gina-Maria langsung berubah 180 derajat. Tiada hari terlewatkan tanpa mendampingi ayahnya melewati masamasa sulit tersebut. Pesta yang sudah dia rencanakan hanya tinggal rencana. Bagi Gina-Maria, saat itu yang paling penting adalah keluarganya.

Dia berdoa agar ayahnya kembali seperti sedia kala dan menemani adiknya, Mick, yang sempat terguncang karena melihat langsung ayahnya yang tidak berdaya. Dia pun menemani ibunya, Corinna Schumacher, yang tetap tegar melewati badai yang sangat besar itu.

Gina-Maria sadar keluarga kecilnya saat ini tengah menghadapi ujian. Tiada daya upaya selain saling mendukung satu sama lain. Corinna, Gina-Maria, dan Mick tidak hanya bahu-membahu membantu ayahnya yang kabarnya sudah sadarkan diri, tetapi lumpuh.

Termasuk, ketika Gina-Maria mengikuti ajang National Reining Horse Association (NRHA) di Roma, Italia, pada Februari lalu. Corinna dan Mick terlihat bersemangat mendampingi Gina-Maria yang serius menunggangi kuda kesayangannya. Di atas kuda itulah, Gina-Maria menunjukkan darah dan bakat yang dialirkan ayahnya.

Dia begitu anggun dan terlihat dominan seolah-olah kuda yang dia tunggangi sudah menyatu dengannya. “Sewaktu kecil, ayah selalu membawa saya bermain gokar. Tapi cinta saya sudah dimulai sejak mengenal berkuda. Kuda lebih seru daripada mobil,” ucap Gina- Maria.

Prestasi Gina-Maria di ajang berkuda bukan sekadar penggembira. Bakat kompetitif yang diwariskan ayahnya membuatnya ingin selalu menjadi pemenang. Olahraga berkuda yang diikuti Gina-Maria bukan berkuda biasa. Reining adalah ajang berkuda sinkronisasi.

Penunggang dan kuda harus bisa menjalin komunikasi yang erat agar kuda yang ditunggangi bisa melakukan gerakan indah. Mudahnya, reining hampir mirip drifting . Yang dihitung dari lomba adalah ketepatan, presisi, dan keindahan. Di ajang inilah, Gina-Maria menjadi atlet muda reining nomor satu di dunia.

Dia selalu berhasil menjadi juara di berbagai lomba reining tingkat dunia. Bahkan, baru-baru ini ketika naik kelas ke level profesional di ajang SVAG CS Classic, Gina-Maria berhasil meraih posisi ketiga. “Dia menjadi atlet nonprofesional pertama yang berkiprah di SVAG CS Classic dan langsung membuat prestasi karena berhasil meraih posisi ketiga,” ujar panitia SVAG CS Classic.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak