alexametrics

Kevin Love, Pebasket Gentleman dari Amerika

loading...
Kevin Love, Pebasket Gentleman dari Amerika
Kevin Love, Pebasket Gentleman dari Amerika
A+ A-
PEBASKET NBA Kevin Love berhasil menunjukkan bahwa atlet basket tidak sertamerta identik dengan gaya berpakaian jalanan atau street fashion.

Atlet basket juga bisa tampil rupawan layaknya seorang gentleman. Ada sedikit cerita menarik saat desainer terkemuka Amerika, Thom Browne, memilih seluruh anggota klub basket NBA Cleveland Cavalliers menjadi model mereknya di babak NBA Finals 2018 , beberapa waktu lalu.



Saat itu Thom Browne memberikan kesempatan bagi seluruh pemain Cleveland Cavaliers untuk mencoba memadupadankan sendiri setelan yang mereka pakai. LeBron James, pebasket andalan Cleveland Cavalliers saat itu, bikin kejutan dengan memilih setelan yang lengkap.

Namun, untuk bagian bawah, dia malah memilih celana pendek selutut. LeBron James kemudian menambah tampilannya dengan kacamata hitam serta tas jinjing berukuran besar. LeBron James terlihat sangat percaya diri mengenakan setelan itu.

Bahkan, dia mengenakannya dua kali selama melakukan konferensi pers usai bertanding dengan Golden State Warriors. “Ada satu pemain yang menarik. Dia memilih setelan yang sangat lengkap. Dia punya selera klasik yang sangat tinggi,” kenang Thom Browne.

Pebasket itu adalah Kevin Love. Saat itu Kevin Love memang tampil seperti seorang gentleman klasik. Dia memilih warna netral, abuabu, dan melengkapi jasnya dengan vest.

Dasinya juga terikat rapi dan tidak menjulur ke mana-mana. “Bahkan, saat saya tampil informal, saya masih ingin terlihat rapi,” kata Kevin Love, seperti dikutip Complex.com. Keinginan Kevin Love untuk tampil rapi dan klasik didorong oleh kecintaannya pada filmfilm klasik Hollywood.

Lewat film-film tersebut, dia melihat sosok Dean Martin dan Paul Newman sebagai sosok yang menawan. Selain itu dia besar di kawasan Lake Oswego, Oregon, yang udaranya cukup dingin. Jadi, setiap hari dia harus mengenakan pakaian yang berlapis-lapis agar tetap nyaman.

Alhasil, gaya klasik adalah pilihannya. Dari situlah, dia ingin selalu berusaha tampil menawan, apa pun keadaannya. Namun, keinginan tersebut mengalami sedikit guncangan ketika dia berhasil masuk ke Liga NBA pada 2008 bersama klub Minnesotta Timberwolves.

Saat itu dia melihat rekan-rekan klubnya tampil dengan gaya pakaian street fashion yang sangat jauh dengan apa yang dia inginkan. “Saya kemudian ikut-ikutan dengan mengenakan kaus yang ukurannya kebesaran.

Lucunya saya mengenakan celana baggy yang sama sekali tidak cocok,” kenang pria kelahiran 7 September 1988 tersebut. Tak ingin kehilangan arah, Kevin Love memutuskan kembali ke gaya yang begitu dia sukai, gaya classic gentleman.

Alhasil Kevin Love memang jadi terlihat begitu kontras saat berada di tengah rekan-rekannya. Gaya tersebut tetap dia bawa saat Cleveland Cavalliers mengambilnya dari Minnesotta Timberwolves.

Padahal, saat dia berpindah, demam street fashion semakin menggila. Sejumlah brand street fashion seperti Supreme, A Bathing Ape, Neigborhood dan sebagainya ramai-ramai dikenakan oleh pebasket NBA.

Namun, gelombang pasang street fashion tersebut tidak berhasil menghempas pendirian Kevin Love. Dia masih tetap setia tampil dengan gayanya yang kontras tersebut. Kesetiaan itu justru berbuah juga ketika brand Banana Republic melihat gaya Kevin Love cocok dengan identitas mereka.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak