alexametrics

Bob Arum: Mayweather vs Nasukawa Cuma Lelucon, Dia Butuh Uang

loading...
Bob Arum: Mayweather vs Nasukawa Cuma Lelucon, Dia Butuh Uang
Bob Arum: Mayweather vs Nasukawa Cuma Lelucon, Dia Butuh Uang
A+ A-
LAS VEGAS - Pertarungan ekshibisi Floyd Mayweather verus kickboxer Jepang Tenshin Nasukawa mendapat kritikan CEO Top Rank Bob Arum. Promotor kawakan itu menyebut duel tersebut bukan peristiwa olahraga.

Mayweather kembali naik ring, Minggu (31/12/2018) malam waktu Jepang. Jawara lima divisi berbeda itu meladeni Tenshin Nasukawa dalam pertarungan tiga ronde di Saitama Super Arena, Saitama, Jepang.

Kontes itu menggunakan aturan tinju tradisional. Tenshin Nasukawa tidak diizinkan menendang atau menggunakan gerakan non-tinju. Tidak akan ada juri dan tidak ada pemenang akan diumumkan pada akhir pertarungan.



(Baca juga: Ladeni Tenshin, Mayweather Dibayar Rp3,3 Miliar Per Detik?).

"Itu bukan event. Itu bukan event olahraga," kata Bob kepada TMZ Sports seperti dilansir boxingscene.com. "Itu benar-benar lelucon, bukan? Kurasa begitu. Kurasa begitu. Karena, ini bukan pertarungan sungguhan. Orang-orang yang menonton omong kosong itu benar-benar brengsek."
Menurut Bob, alasan mengapa Mayweather sepenuh mau kembali ke ring setelah pensiun karena Mayweather membutuhkan uang.

"Dia membutuhkan uang untuk Natal dan Tahun Baru, dan ini adalah cara yang baik baginya untuk menghasilkan uang. Tuhan tahu Floyd selalu membutuhkan uang," kata Bob.

Arum mempromosikan Mayweather untuk sebagian besar kariernya, sampai pemilik rekor sempurna 50-0 itu memisahkan diri dari Top Rank pada tahun 2006.

Mayweather, mengumumkan pengunduran dirinya daritinju profesional pada Agustus 2017. Saat dia mengalahkan petarung UFC Conor McGregor di ronde kesepuluh pertandingan tinju lintas olahraga di Las Vegas, itu adalah kontes pertama Mayweather dalam dua tahun.
(sha)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak