alexametrics

Nasib Rizki/Della Ke Olimpiade 2020 Tunggu Piala Sudirman

loading...
Nasib Rizki/Della Ke Olimpiade 2020 Tunggu Piala Sudirman
Nasib Rizki/Della Ke Olimpiade 2020 Tunggu Piala Sudirman/Badminton Indonesia
A+ A-
JAKARTA - Siapakah ganda putri kedua Indonesia proyeksi Olimpiade Tokyo 2020? Nama pasangan Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta menjadi kadidat pelapis ganda putri utama, Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Namun, sejak awal tahun 2019, pelatih kepala ganda putri PB PBSI, Eng Hian, mengungkapkan duet Della/Rizki dipisah untuk sementara waktu. Rizki dipasangkan dengan Ni Ketut Mahadewi Istarani. Della berduet dengan Tania Oktaviani Kusumah.





Sejak diduetkan pada Januari hingga April 2019, prestasi Rizki/Ni Ketut belum stabil selama mengikuti delapan turnamen BWF. Prestasi terbaik Rizki/Ketut menapak perempat final di Malaysia Masters, All England, dan Malaysia Open.



Empat kali mereka terhenti di babak pertama; Thailand Masters, Indonesia Masters, India Open, dan Singapura Terbuka. Sementara di Jerman Terbuka mereka hanya bertahan di babak kedua. Hasil ini menempatkan Rizki/Ketut di posisi 18 dunia. Sedangkan sebelum dipisah, Rizki/Della berada di posisi 16 dunia.



Eng Hian mengatakan bahwa dia memberi target kepada Rizki/Ketut untuk bisa tampil baik di sejumlah turnamen hingga dimulainya penghitungan poin jelang Olimpiade 2020 di New Zealand Open 2019 pada akhir April ini.



"Untuk ke olimpiade, saya terus terang, sampai saat ini masih punya satu gambaran yaitu Greysia/Apri, lainnya jujur masih belum ada kepastian. Kemungkinan Rizki/Della akan balik lagi itu ada, akan ditentukan setelah Piala Sudirman nanti," kata Eng kepada Badmintonindonesia.org.



Nama Rizki dan Della tercatat dalam daftar pemain yang akan bertanding di kejuaraan Badminton Asia Championships 2019 (BAC) yang bakal dimainkan di Wuhan, Tiongkok, pada pekan depan. Rizki/Della juga akan bertanding di New Zealand Open 2019 sebagai pasangan.



"Di BAC dipasangkan lagi karena rangking mereka, dan New Zealand karena lanjutan setelah BAC. Di rangking poin mereka masih kehitung, sekalian untuk ujian, evaluasi terakhir sebelum ambil keputusan," jawab Eng.



Rizki/Ketut dan Della/Tania baru saja mengikuti empat turnamen berturut-turut di Tong Yun Kai Cup, India Open, Malaysia Open dan Singapore Open 2019. Pekan depan, Rizki bersama Della sudah akan kembali bertarung di BAC dan New Zealand Open 2019.



"Memang capek. Semua juga capek, apalagi buat Rizki/Ketut yang saya tuntut untuk menunjukkan performance di turnamen yang agak banyak karena ada alasannya, mau kejar rangking untuk olimpiade. Dari awal sudah komitmen dan ada konsekuensi," ujar Eng.



"Namanya jenuh ya pasti jenuh, kalau mereka berpikir untuk mengejar prestasi, seharusnya tidak ada jenuhnya. Ini yang masih terus saya gali, Rizki terutama, waktu sama Della juga naik turun, sama Ketut pun begitu, masih naik-turun. Kalau lagi bagus bisa bagus sekali, kalau turun, turun sekali," tambah Eng.


Jika ingin mengamankan dua tiket olimpiade di sektor ganda, Indonesia mesti menempatkan dua pasangan di peringkat delapan besar dunia. Untuk sektor tunggal, tiap negara bisa mengirim dua wakil jika para pemain tersebut ada di peringkat 16 besar dunia. Tiap negara hanya boleh mengirim maksimal dua wakil di tiap sektor. Perhitungan poin Olimpiade Tokyo 2020 akan dimulai pada turnamen New Zealand 2019 dan berakhir di turnamen Badminton Asia Championships 2020.
(aww)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak