alexametrics

Usai Kudeta Kaya FC, PSM Fokus Sapu Bersih Laga Sisa

loading...
Usai Kudeta Kaya FC, PSM Fokus Sapu Bersih Laga Sisa
Usai Kudeta Kaya FC, PSM Fokus Sapu Bersih Laga Sisa
A+ A-
MAKASSAR - PSM sukses mengudeta Kaya FC sebagai pemuncak Grup H Piala AFC. Selanjutnya, tim Juku Eja fokus menyapu bersih dua laga tersisa untuk memastikan satu tiket ke babak semifinal zona ASEAN. PSM sukses mempermalukan Kaya FC pada matchday keempat babak penyisihan Grup H AFC Cup di Panaad Stadium, Filipina) kemarin.

Juku Eja menang tipis dengan skor 1-2. Dua gol kemenangan PSM disumbangkan Rizky Pellu menit 21 lewat sundulan dan sepakan Eero Markkanen tiga menit setelahnya. Sedang gol tunggal Kaya FC dicetak lewat titik putih oleh Jovin Bedic menit 90+1. Meski mampu mengatongi kemenangan, tidak mudah bagi PSM meraih hasil tersebut. Butuh perjuangan keras bagi tim besutan Darije Kalezic sehingga bisa membawa pulang tiga poin ke Makassar.

Pasalnya, dalam 37 menit, Juku Eja harus kehilangan Abdul Rahman karena menerima kartu kuning kedua. “Kaya bermain sama seperti saat menghadapi Home United dan laga-laga lainnya. Mereka tampil tidak kurang dan lebih. Kami sempat kesulitan lawan mereka di Indonesia. Bedanya, kali ini kami lebih siap menghadapi mereka,” ungkap pelatih PSM, Darije Kalezic, kemarin.



Kalah jumlah pemain, membuat PSM dipaksa bermain bertahan. Sebaliknya, Kaya FC menjadi lebih agresif dan terus memborbardir pertahanan Juku Eja. Darije mengklaim, kunci kemenangan timnya karena anak asuhnya bisa bermain dengan kolektif. Meski sempat kalah jumlah pemain, Pluim dkk bisa berjuang dan menaham gempuran serangan Kaya FC selama 37 menit waktu tersisa.

“Babak pertama, kami yang kendalikan permainan. Setelah main dengan 10 orang, Kaya tampil lebih menyerang. Mereka mengubah gaya menjadi tim oportunis dengan bola-bola panjang. Tapi, kami mampu bertahan dengan baik dan kolektif,” tegasnya. Pelatih asal Bosnia itu mengaku memang telah memprediksi permainan Kaya FC. Sehingga dia menyebut PSM memang pantas menang di laga ini.

“Saya sudah mempelajari cara bermain Kaya FC sangat mengalahkan Home United. Pada pertandingan tadi, mereka bermain sesuai yang saya harapkan,” katanya. Kapten PSM, Wiljan Pluim mengatakan kemenangan ini merupakan buah kerja keras rekan-rekannya. Plus strategi pelatih yang cocok diterapkan dalam laga ini.

“Coach Darije menerapkan strategi yang pas dan terbukti efektif untuk mengalahkan Kaya FC. Kami juga berterimakasih kepada Pellu, karena golnya menjadi pelecut semangat bagi kami tadi,” katanya. Hasil ini membuat PSM menggeser Kaya FC di pucuk Grup H AFC Cup.

Melakoni empat pertandingan, Juku Eja telah mengemas delapan poin sejauh ini. Sementara itu, Kaya FC turun ke posisi kedua dengan koleksi lima poin. Hanya juara grup yang berhasil lolos secara otomatis ke babak selanjutnya.

MAKASSAR – PSM sukses mengudeta Kaya FC sebagai pemuncak Grup H Piala AFC. Selanjutnya, tim Juku Eja fokus menyapu bersih dua laga tersisa untuk memastikan satu tiket ke babak semifinal zona ASEAN. PSM sukses mempermalukan Kaya FC pada matchday keempat babak penyisihan Grup H AFC Cup di Panaad Stadium, Filipina) kemarin.

Juku Eja menang tipis dengan skor 1-2. Dua gol kemenangan PSM disumbangkan Rizky Pellu menit 21 lewat sundulan dan sepakan Eero Markkanen tiga menit setelahnya. Sedang gol tunggal Kaya FC dicetak lewat titik putih oleh Jovin Bedic menit 90+1. Meski mampu mengatongi kemenangan, tidak mudah bagi PSM meraih hasil tersebut. Butuh perjuangan keras bagi tim besutan Darije Kalezic sehingga bisa membawa pulang tiga poin ke Makassar.

Pasalnya, dalam 37 menit, Juku Eja harus kehilangan Abdul Rahman karena menerima kartu kuning kedua. “Kaya bermain sama seperti saat menghadapi Home United dan laga-laga lainnya. Mereka tampil tidak kurang dan lebih. Kami sempat kesulitan lawan mereka di Indonesia. Bedanya, kali ini kami lebih siap menghadapi mereka,” ungkap pelatih PSM, Darije Kalezic, kemarin.

Kalah jumlah pemain, membuat PSM dipaksa bermain bertahan. Sebaliknya, Kaya FC menjadi lebih agresif dan terus memborbardir pertahanan Juku Eja. Darije mengklaim, kunci kemenangan timnya karena anak asuhnya bisa bermain dengan kolektif. Meski sempat kalah jumlah pemain, Pluim dkk bisa berjuang dan menaham gempuran serangan Kaya FC selama 37 menit waktu tersisa.

“Babak pertama, kami yang kendalikan permainan. Setelah main dengan 10 orang, Kaya tampil lebih menyerang. Mereka mengubah gaya menjadi tim oportunis dengan bola-bola panjang. Tapi, kami mampu bertahan dengan baik dan kolektif,” tegasnya. Pelatih asal Bosnia itu mengaku memang telah memprediksi permainan Kaya FC. Sehingga dia menyebut PSM memang pantas menang di laga ini.

“Saya sudah mempelajari cara bermain Kaya FC sangat mengalahkan Home United. Pada pertandingan tadi, mereka bermain sesuai yang saya harapkan,” katanya. Kapten PSM, Wiljan Pluim mengatakan kemenangan ini merupakan buah kerja keras rekan-rekannya. Plus strategi pelatih yang cocok diterapkan dalam laga ini.

“Coach Darije menerapkan strategi yang pas dan terbukti efektif untuk mengalahkan Kaya FC. Kami juga berterimakasih kepada Pellu, karena golnya menjadi pelecut semangat bagi kami tadi,” katanya. Hasil ini membuat PSM menggeser Kaya FC di pucuk Grup H AFC Cup.

Melakoni empat pertandingan, Juku Eja telah mengemas delapan poin sejauh ini. Sementara itu, Kaya FC turun ke posisi kedua dengan koleksi lima poin. Hanya juara grup yang berhasil lolos secara otomatis ke babak selanjutnya.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak