alexametrics

Copa America 2019, Panggung Perdana Pemain Anyar Real Madrid

loading...
Copa America 2019, Panggung Perdana Pemain Anyar Real Madrid
Copa America 2019, Panggung Perdana Pemain Anyar Real Madrid
A+ A-
SAO PAULO - Jepang memaksimalkan keikutsertaannya sebagai tamu di Copa America 2019 untuk pematangan skuad jelang Olimpiade 2020 mendatang. Tim berjuluk Samurai Biru tersebut memberikan kesempatan kepada punggawa muda unjuk kebolehan. Salah satunya Takefusa Kubo. Kubo masuk 17 pemain muda dalam skuad yang diboyong Pelatih Hajime Moriyasu ke Brasil.

Mencuatnya gelandang berusia 18 tahun tersebut tidak terlepas dari keputusan raksasa Eropa Real Madrid yang memboyongnya, Jumat (14/6). Kubo dikontrak Madrid Castilla selama lima tahun. Madrid bahkan menganggap Kubo sebagai talenta paling menjanjikan di dunia saat ini. Bakat pemain kelahiran Asao-Ku, Kawasaki, Jepang, tersebut sejatinya telah terendus klub-klub elite Eropa ketika akademi Barcelona La Masia merekrutnya pada 2011.

Kubo mulai bermain untuk Barca Alevin C (U-11). Selama musim penuh pertamanya (2012/2013), dia adalah pencetak gol terbanyak di liga dengan 74 gol dalam 30 pertandingan. Dalam musim penuh ketiganya (2014/2015), Kubo dipromosikan menjadi Barca Infantil A (U14). Namun, Barca kemudian diketahui melanggar kebijakan transfer internasional FIFA untuk anak di bawah 18 tahun. Hal itu membuat Kubo tidak memenuhi syarat bermain untuk klub.



Dia kembali ke Jepang pada Maret 2015 untuk mencari waktu bermain. Dia menandatangani kontrak dengan tim junior FC Tokyo. Talenta Kubo membuat perjalanan kariernya di tim nasional meroket. Pada usia 15 tahun, dia sudah memperkuat Jepang U-20 di Piala Dunia U-20/2017. Di tahun yang sama, Kubo menjadi yang termuda yang pernah mencetak gol dalam pertandingan J League, sebelum akhirnya melakoni debut bersama tim senior Jepang saat menghadapi El Salvador di laga uji coba, Minggu (9/6).

Pemberitaan masif membuat Kubo disandingkan dengan nama-nama besar dunia. Dia disamakan dengan bintang Argentina Lionel Messi. Keduanya bahkan berkesempatan berhadapan, tergantung hasil Jepang dan Argentina di penyisihan grup. “Saya tidak terlalu suka disandingkan dengan Messi. Tapi, suatu hari nanti saya berharap bisa bermain sehebat Messi,” ungkap Kubo, dilansir japantimes.co.

Kubo memilih fokus membuktikan diri bersama Jepang di Copa America 2019. Dia menilai timnya harus tampil bagus meski hanya berstatus undangan dan bertekad melaju sejauh mungkin. Kubo diyakini akan mendapatkan kepercayaan Moriyasu saat Jepang menghadapi Cile di laga perdana yang berlangsung Estádio Cícero Pompeu de Toledo, pagi ini.

“Jepang datang ke Copa America 2019 tanpa rasa takut. Tim-tim kuat seperti Brasil akan sangat serius untuk meraih kemenangan. Kami harus memiliki keinginan serupa ketika tampil di lapangan,”paparnya. Sementara itu, keikutsertaan Jepang dan Qatar sebagai tamu di Copa America 2019 mendapatkan kritik dari Pelatih Paraguay Eduardo Berizzo.

Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap kedua tim tersebut, Berizzo menilai Copa America seharusnya dikhususkan untuk tim-tim asal Benua Amerika. “Tentang Qatar dan Jepang? Saya pikir kita harus membayangkan seluruh Copa America, dengan Amerika Tengah dan Amerika Utara memainkan semua turnamen yang sama. Saya tidak pernah melihat Eropa mengundang tim dari Amerika Selatan. Saya pikir Copa America harus dimainkan oleh semua tim Amerika dalam satu turnamen,” tandasnya.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak