alexametrics

ONE Championship

Kesempatan Eko Roni Raih Kemenangan Perdana

loading...
Kesempatan Eko Roni Raih Kemenangan Perdana
Sepuluh petarung bebas Indonesia akan bertanding pada ONE Championship bertajuk Dawn of Valor di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jumat (25/10/2019). Foto: Dok. ONE Championship
A+ A-
JAKARTA - Sebanyak 10 petarung bebas Indonesia akan bertanding pada ONE Championship bertajuk Dawn of Valor di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, besok. Kali ini, dua petarung Merah Putih mendapat kepercayaan tampil pada kartu utama.

Mereka adalah Eko Roni Saputra dan Priscilla Hertati Lumban Gaol. Eko Roni yang notabene mantan pegulat nasional itu akan tampil pada laga kelas flyweight berhadapan dengan petarung asal Filipina, Kaji Ebin. Baginya, ini akan menjadi kesempatan kedua setelah kalah pada debutnya di Mall of Asia Arena, Pasay City, Filipina, 12 April lalu.

Ketika itu, Eko Roni kalah dengan hasil technical knockout (TKO) pada ronde pertama dari Nico Soe dari Singapura. Tak ingin mengulang kesalahan yang sama, dia pun telah berbenah diri untuk menghadapi laga nanti.



"Ini akan menjadi kali pertama saya tampil di Jakarta dibawah bendera ONE. Saya ingin membuat masyarakat Indonesia bangga. Ini adalah pertarungan yang penting bagi saya karena saya ingin bangkit kembali dari pertarungan sebelumnya dan meraih kemenangan pertama saya di ONE Championship," kata Eko Roni.

Sementara itu, Priscilla yang menjadi petarung putri kebanggaan Indonesia membidik kemenangan kedua secara beruntun di Istora nanti. Petarung 31 tahun itu akan berhadapan dengan Bozhena Antoniyar asal Myanmar. Pertandingan ini pun akan menjadi penting bagi Priscilla untuk kembali dalam jalur penantang pemegang sabuk juara dunia kelas atom putri, Angela Lee dari Singapura.

"Bozhena Antoniyar adalah petarung yang sangat bagus. Dari apa yang saya tahu, ia adalah striker berbahaya. Ia juga adalah petinju hebat. Tentu saja, kekuatan lawan terletak dari pukulan. Tetapi saya tahu bisa mengimbanginya. Kami berdua adalah striker yang berbakat. Tetapi saya akan berusaha untuk menang untuk bisa menjadi pesaing utama di kelas atom," kata Priscilla.

Selain Eko dan Priscilla, sebanyak empat laga yang tersaji akan mempertemukan sesama petarung Indonesia. Misalnya Adrian Mattheis yang akan menghadapi Stefer Rahardian pada kelas strawweigt. Adrian yang memiliki julukkan Papua Badboy tengah membidik kemenangan kelima secara beruntun.

Sejak kalah dari Robin Catalan, Juli 2018 lalu, kemampuan Adrian memang mengalami peningkatan. Ia mampu bangkit dengan selalu menang dalam empat laga terakhir. Salah satunya terjadi Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, 12 Juli lalu, ketika ia mampu menang TKO pada ronde kedua melawan petarung asal Cina, Zhe Li.

Sepanjang karier, Adrian telah memenangi sembilan dari 13 laga. "Bagi saya, pelatih Zuli sudah seperti ayah sendiri. Ia yang membimbing dan terus mendukung sama hingga berada di level ini. Ia membantu impian saya. Ia adalah orang yang ahli ketika kami menjalani pelatihan. Saya ingin membuat ia bangga," kata Adrian.

Pada pertandingan lainnya, Rudi Agustian akan bersaing di kelas flyweight melawan Abro Fernandes. Sementara itu, pada kelas strawwight, Egi Rozten akan menghadapi Elipitua Siregar. Pada divisi yang sama, Adi Paryanto akan bersaing dengan Angelo Bimoadji.

Sedangkan laga utama kali ini akan menampilkan pemegang gelar juara dunia kelas welterweight asal Swedia, Zebaztian Kadestam melawan Kiamrian Abbasov dari Kirgistan. Pertandingan ini diprediksi sengit karena kedua petarung memiliki pengalaman dan yang terbaik di divisi ini.
(bbk)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak