Sempat Disorot FIA, Hamilton Tetap Keras Teriak Keadilan Ras

loading...
Sempat Disorot FIA, Hamilton Tetap Keras Teriak Keadilan Ras
Juara dunia Formula 1 (F1) enam kali Lewis Hamilton (kanan) menegaskan tidak akan berhenti mengampanyekan keadilan rasial/Foto/sportsbase.io
A+ A-
LONDON - Juara dunia Formula 1 (F1) enam kali Lewis Hamilton menegaskan tidak akan berhenti mengampanyekan keadilan rasial dengan caranya. Pembalap Mercedes itu sempat mendapat sorotan Federasi Otomotif Internasional (FIA) karena mengenakan kaus bertuliskan 'Arrest the cops who killed Breonna Taylor'.

FIA telah mengonfirmasi tidak akan ada penyelidikan atas tindakan Hamilton di Grand Prix Tuscan, Italia, Minggu (13/9/2020). Hamilton memang dikenal sebagai sosok yang peduli kesetaraan ras. (Baca juga: FIA Selidiki Hamilton Terkait Kaus 'Tangkap Polisi Pembunuh Breonna Taylor').

Dia tak hanya kepeduliannya terhadap Breonna Taylor, seorang tenaga medis perempuan kulit hitam berusia 26 tahun yang menjadi orban penembakan polisi di Louisville, Kentucky, AS, pada 13 Maret lalu.

Pembalap Inggris itu secara teratur mengenakan kaus 'Black Lives Matter' sebagai penghormatan atas meninggalnya warga Afrika-Amerika George Floyd yang meninggal dunia setelah lehernya ditekan dengan lutut oleh polisi AS. (Baca juga: Catat, Lorenzo Enggak Bakal Jadi Pembalap Ducati Corse).



Dalam sebuah posting di Instagram, Hamilton mengatakan kepada 20 juta pengikutnya: "Anda tahu, saya tidak akan berhenti, saya tidak akan menyerah, saya tidak akan menyerah menggunakan platform ini untuk menjelaskan apa yang saya yakini benar."

“Ini adalah perjalanan bagi kita semua untuk bersatu dan menantang dunia di setiap level ketidakadilan, tidak hanya ras,” tambahnya. (Baca juga: Tim Repsol Honda Suram Tanpa Marquez).

Seorang juru bicara FIA mengatakan tidak akan ada penyelidikan formal atas tindakan Hamilton yang merupakan satu-satunya pembalap kulit hitam F1 yang menjadi pembalap paling sukses sepanjang masa. Hamilton disebut tidak akan menghadapi sanksi atas sikap protesnya di Mugello.



Hamilton secara aktif terlibat dengan FIA dan F1 dalam kampanye anti-rasisme dan keberagaman. Dia mendapat dukungan penuh dari tim Mercedes.

Biasanya, setiap aksi kesetaraan rasial yang dilakukan jelang balap F1, didahului oleh pernyataan yang disetujui secara resmi oleh semua pembalap, dengan beberapa di antaranya mengambil lutut sementara yang lain berdiri. Hamilton telah berlutut dan mengenakan kemeja 'Black Lives Matter' pada balapan sebelum Mugello.

Aturan FIA melarang iklan berbau politik atau agama pada mobil, tetapi tidak menyebutkan apa yang boleh dilakukan pembalap. Juru bicara FIA mengatakan akan mempertimbangkan apakah aturan diperlukan untuk masa depan.
(sha)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top