Sprinter Inggris Diduga Jadi Korban Rasisme Polisi

loading...
Sprinter Inggris Diduga Jadi Korban Rasisme Polisi
Sprinter Inggris Diduga Jadi Korban Rasisme Polisi
LONDON - Lima orang anggota Kepolisian Inggris diperiksa terkait dugaan praktik rasisme pada sprinter Bianca Williams. Bianca merupakan pelari asal Inggris yang merasa dirinya jadi korban.

Peristiwa bermula pada Juli 2020 lalu, ketika polisi menghentikan mobil yang dikendarai Bianca bersama suaminya, Ricardo dos Santos. Tanpa keterangan yang jelas, Polisi memborgol tangan keduanya di depan anak mereka yang masih di bawah umur.

Kasus tersebut sebetulnya sudah selesai karena Bianca dan Ricardo dos Santos dibebaskan setelah tak terbukti bersalah. Namun, pelari 26 tahun yang memperkuat tim atletik Inggris mengadukan kejadian itu pada Komisaris Polisi Inggris, Cressida Dick. (Baca Juga: Timnas Inggris Menuju Revolusi, Banyak Peran Pemain Muda )

Bianca Williams bahkan meminta Cressida Dick mengundurkan diri karena dianggap gagal mengatur anak buahnya yang bertugas di lapangan. Kantor Independen untuk Perilaku Polisi (IOPC) langsung mengusut kasus tersebut.



“Kami menyelidiki berbagai bukti termasuk video dasbor, pernyataan saksi, dan kami memiliki gambaran yang lebih jelas terkait interaksi petugas dan pasangan itu serta anak-anak mereka,” demikian pernyataan IOPC dikutip Inside The Games.

Komisaris Polisi Cressida Dick mengatakan bahwa petugas memborgol tangan Bianca dan suaminya karena merasa mobil yang mereka tumpangi menjauh ketika diminta menepi. Meski demikian, Dick menyadari aksi polisi memborgol lengan orang tua di depan anak-anak mereka telah melanggar SOP.

“Untuk itu kami minta maaf,” kata Cressida Dick. (Lihat Grafis: Tudingan SBY Biayai Demo UU Ciptaker, PD Akan Tempuh Jalur Hukum )

Sejumlah media di Inggris meyakini terdapat unsur rasisme dalam kasus yang menimpa Bianca Williams dan suaminya.
(sha)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top