Petarung UFC 249 Terancam Tak Dibayar Jika Kritik Langkah Keselamatan Covid-19

Minggu, 10 Mei 2020 - 22:54 WIB
loading...
Petarung UFC 249 Terancam Tak Dibayar Jika Kritik Langkah Keselamatan Covid-19
Petarung ultimate fighting championship (UFC) yang ikut serta dalam acara UFC 249 di Florida dapat kehilangan bayaran dan bonus mereka/Foto/Twitter/@ufc
A A A
FLORIDA - Petarung ultimate fighting championship (UFC) yang ikut serta dalam acara UFC 249 di Florida dapat kehilangan bayaran dan bonus mereka jika secara terbuka mengkritik tindakan pencegahan kesehatan dan keselamatan Covid-19. Hal itu terungkap dalam perjanjian partisipasi acara.

Dengan acara olahraga yang dibatalkan di seluruh dunia karena wabah virus coron, UFC menggelar tiga event dalam delapan hari di Jacksonville, Florida, Amerika Serikat. (Baca juga: Justin Gaethje Menangi Pertarungan Berdarah Lawan Tony Ferguson di UFC 249 ).

Menurut Reuters, sebelum bertanding, para petarung yang ambil bagian dalam acara UFC 249 pada 9 Mei diminta menandatangani perjanjian partisipasi acara setebal delapan halaman.

Klausa non-penghinaan dalam perjanjian tidak bertanggal menyatakan bahwa "Peserta tidak akan menyampaikan atau berkomunikasi dengan orang atau entitas bahwa acara telah atau akan diadakan tanpa kesehatan yang sesuai, keselamatan atau tindakan pencegahan lainnya, baik yang berkaitan dengan Covid-19 atau lainnya. "

Perjanjian selanjutnya mengatakan bahwa jika seorang petarung melanggar klausul ini, “Perusahaan dapat mencabut semua atau sebagian dari hadiah uang atau penghargaan yang dimenangkan, termasuk, tidak terbatas pada, bayaran, bonus menang, bonus terkait pertarungan lainnya dan royalti yang berbasis merchandise event."

Meskipun ditandatangani secara eksklusif untuk promosi ini, para petarung UFC adalah kontraktor independen dan bukan pekerja. Bayaran dan bonus merupakan bagian utama dari pendapatan hampir semua petarung di daftar tersebut.

Seorang juru bicara UFC menolak mengomentari klausa dan kemungkinan hukuman dijatuhkan pada petarung, sebaliknya merujuk pada komentar yang diberikan Presiden UFC Dana White kepada Yahoo di mana mengatakan bahwa petarung tidak akan dihukum karena menyiarkan pendapat mereka tentang pengaturan kesehatan dan keselamatan.

"Jika seorang petarung mengatakan sesuatu yang tidak benar -jika dia mengatakan kita tidak melakukan tes pada siapa pun- itu akan (melanggar perjanjian). Tetapi jika dia mengatakan sesuatu yang benar, pendapatnya, maka itu berbeda,”kata White.

Dalam beberapa minggu terakhir, seorang petarung menyatakan keberatan masuk Octagon selama pandemi Covid-19.

Kelas berat Greg Hardy, yang menderita asma, mengatakan dalam konferensi pers pada Kamis (7/5/2020) bahwa dia “takut” terhadap virus itu, tetapi dia harus bertarung di UFC 249 dan meraih kemenangan atas Yorgan De Castro.

Pertandingan kelas menengah yang direncanakan antara Ronaldo "Jacare" Souza dan Uriah Hall pada hari Sabtu dibatalkan setelah Souza dinyatakan positif Covid-19 setelah kedatangannya di Florida.
(sha)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2232 seconds (10.101#12.26)