Jelang Olimpiade 2020: PBSI Genjot Persiapan Tunggal Putra

Sabtu, 05 Juni 2021 - 23:59 WIB
loading...
Jelang Olimpiade 2020:...
Jelang Olimpiade 2020: PBSI Genjot Persiapan Tunggal Putra. Foto: PBSI
A A A
JAKARTA - Tim bulu tangkis Indonesia yang meloloskan tujuh wakil juga sudah bersiap menyambut Olimpiade Tokyo 2020 . Persiapan terus dikebut, baik secara teknis yang berkaitan dengan pelatihan atlet maupun nonteknis yang bersifat administratif.

Tak terkecuali sektor tunggal putra yang meloloskan dua wakil ke Olimpiade Tokyo 2020, yaitu Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie . Kepala pelatih tunggal putra Pelatnas PBSI, Hendry Saputra Ho, mengungkapkan program persiapan ke Olimpiade sudah berjalan sejak dua bulan lalu.

Baca Juga: Jelang Olimpiade Tokyo 2020: Delegasi Pertama Tiba di Jepang

"Sejak dua bulan lalu hingga hari ini, kita sudah coba fokus untuk peningkatan fisik, stamina, power, strength, dan kecepatan. Semua sudah kita jalankan dan akan terus berjalan sampai kira-kira dua minggu sebelum keberangkatan nanti," ujar Hendry di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur dalam keterangan tertulis kepada wartawan.

"Sejauh ini saya lihat hasilnya cukup bagus dan harusnya on target dengan kondisi yang kita mau. Nanti ketika hari berangkat dan tiba di sana juga sudah dalam keadaan baik, hasil latihan juga sudah baik," lanjutnya.

Hendry mengatakan bahwa ia tidak melihat terlalu banyak kekurangan yang ada pada anak asuhannya. Dia hanya fokus pada peningkatan teknik dan mental di program latihannya ini.

"Sebenarnya kalau kekurangan tidak banyak. Mereka ini sudah berada di level yang sekarang kan sudah lama. Dan saya tahu standar kualitasnya. Hanya ada tingkat yang tidak maksimal, mungkin dari pikiran dan mental dengan kondisi seperti ini akibat jarang bertanding. Jadi kalau saya lihat bagaimana membuat tekniknya bisa lebih safe, lebih konsisten, dan lebih fokus untuk menerapkan pola main yang benar," jelas Hendry.

"Kita ingin tingkatkan di teknik dengan cara mainnya, strateginya, pola pikir, dan juga mentalnya. Untuk mental saya kira itu yang paling penting karena mereka sudah cukup lama tidak bertanding. Makanya nanti seperti rencana PBSI yang akan menggelar simulasi, itu sebuah harapan supaya kita bisa tahu dimana kondisi keadaan mental mereka," kata Hendry.

Tidak bertanding dalam waktu relatif lama diakui Hendry cukup memengaruhi keadaan. Tetapi pelatih berusia 57 tahun itu berusaha menyiasatinya.

"Kalau untuk masalah sudah lama tidak bertanding, memang akhirnya kita menyiasati dengan konteks pola latihannya saja. Kita coba disamakan seperti pertandingan nanti. Juga di simulasi jadi kita bisa lihat kondisi mereka dan dampaknya apa nanti," tutur Hendry.

"Batalnya Malaysia Terbuka dan Singapura Terbuka itu cukup berpengaruh. Bagaimana kondisi fisik dan mental anak-anak sebenarnya sudah siap tempur, tapi akhirnya mau tidak mau harus batal. Itu yang kita cermati untuk persiapan ke Olimpiade ini. Ada dua bulan ke depan, kita harus siap dengan keadaan apapun. Jadi bagaimana kita merancang dan mengatur agar nanti bila sudah tiba di sana kondisinya sudah maksimal," katanya lagi.

PBSI sendiri sudah menyiapkan pertandingan simulasi sebagai ajang pemanasan para atlet yang akan berlaga di Olimpiade Tokyo 2020 pada 18-19 Juni di Pelatnas Cipayung. Untuk format simulasi akan segera diumumkan. Sekadar informasi, pesta olahraga empat tahunan yang sempat ditunda selama setahun karena pandemi Covid-19 ini rencana dihelat pada 23 Juli - 8 Agustus 2021.
(mirz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Capaian Atlet di Olimpiade...
Capaian Atlet di Olimpiade Tokyo 2020 Dapat Apresiasi dari ISORI
Presiden Jokowi Akan...
Presiden Jokowi Akan Sampaikan Langsung Besaran Bonus Atlet Olimpiade Tokyo
Soal Dugaan Teriakan...
Soal Dugaan Teriakan Kasar Chen Qingchen, BWF Ngaku Belum Terima Laporan Resmi
Presiden IOC Klaim Olimpiade...
Presiden IOC Klaim Olimpiade Tokyo 2020 Berjalan Sukses
Olimpiade Tokyo 2020...
Olimpiade Tokyo 2020 Resmi Berakhir, Selamat Datang Paris 2024!
Kemeriahan Pesta Penutupan...
Kemeriahan Pesta Penutupan Olimpiade Tokyo 2020 Bikin Merinding
Topik Paling Banyak...
Topik Paling Banyak Dicari di Google Sepanjang 2021
Kegagalan Ginting di...
Kegagalan Ginting di Olimpiade Tokyo 2020, Jadi Motivasi Topan
Olimpiade – Paralimpiade...
Olimpiade – Paralimpiade Tokyo (Rangkuman)
Special Bola
Timnas Swiss dan Kanada...
Bola Dunia
Timnas Swiss dan Kanada Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026, Bosnia Intip Jalur Peringkat 3 Terbaik
Link Live Streaming...
Bola Dunia
Link Live Streaming Timnas Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Lolos Dramatis Lagi Taegeuk Warriors?
Bernardo Tavares Jadi...
Liga Indonesia
Bernardo Tavares Jadi Faktor Utama Ricky Pratama Gabung Persebaya Surabaya
Rekomendasi
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Berita Terkini
10 Fakta Menarik Grup...
10 Fakta Menarik Grup C Piala Dunia 2026: Maroko Ukir Sejarah, Vinicius Sentuh Rekor 3 Legenda Brasil
Jaring Bibit Unggul...
Jaring Bibit Unggul Olahraga, Program Pengembangan Atlet Sasar Kaum Muda
Maroko Temani Brasil...
Maroko Temani Brasil ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Haiti Tersingkir
Brasil Lolos ke Fase...
Brasil Lolos ke Fase Gugur usai Hajar Skotlandia: Vinicius Bersinar, Neymar Comeback
Demam Piala Dunia, Patung...
Demam Piala Dunia, Patung Ikonik Yesus Sang Penebus di Brasil Diselimuti Jersey Samba
10 Fakta Menarik Grup...
10 Fakta Menarik Grup B Piala Dunia 2026: Ada Alajbegovic Sang Pencetak Gol Jarak Jauh Termuda
Infografis
Head to Head Indonesia...
Head to Head Indonesia vs Vietnam Jelang Final AFF U-23 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved