Olimpiade Tokyo Gempar, Lifter Uganda Hilang dari Kamp Pelatihan
Minggu, 18 Juli 2021 - 07:24 WIB
loading...
Olimpiade Tokyo Gempar, Lifter Uganda Hilang dari Kamp Pelatihan/The Sun
A
A
A
Olimpiade Tokyo gempar dengan hilangnya lifter Uganda Julius Ssekitoleko dari kamp pelatihan dan 'meninggalkan sebuah catatan'. Ssekitoleko yang berusia 20 tahun menjadi bagian dari skuad Uganda yang berlatih di Izumisano, Osaka.
Namun saat berada di Jepang, atlet angkat besi itu gagal lolos ke Olimpiade Tokyo 2020 dan - bersama dengan pelatihnya - dijadwalkan terbang kembali ke negara Afrika itu pada Selasa. Namun, dia ditemukan hilang dari kamarnya, dengan laporan mengklaim dia meninggalkan catatan yang mengatakan dia ingin tinggal dan bekerja di Jepang daripada kembali ke Uganda.
Baca Juga: Rombongan Besar Kontingen Indonesia Bertolak ke Olimpiade Tokyo 2020
Sebuah stasiun kereta api yang dekat dengan kamp pelatihan Uganda mengkonfirmasi bahwa Ssekitoleko telah membeli tiket kereta peluru ke Nagoya - sekitar 50 menit perjalanan.Setelah mendengar berita itu, presiden Federasi Angkat Besi Uganda Salim Musoke mengecam Ssekitoleko dan keamanan kamp - yang seharusnya mengawasi sebagai bagian dari protokol Covid-19 yang ketat.
’’Ketika saya menerima pesan itu, saya bertanya-tanya apa yang terjadi [atau] apakah mereka dijaga dengan baik. Apa yang terjadi dengan keamanan yang mereka bicarakan? Menghilangnya atlet tidak baik untuk Negara,’’kata Musoke kepada New York Times.
’’Saya berdoa agar mereka mendapatkan anak ini. Pemerintah Jepang harus mendapatkan anak ini. Dan kemudian kami mengeluarkannya dari olahraga,’’lanjutnya kesal.
Sementara itu, Komite Olimpiade Uganda menjelaskan bahwa Ssekitoleko telah melakukan perjalanan ke Tokyo karena dia diharapkan lolos ke Olimpiade - dan sekarang sedang memburu pemain berusia 20 tahun itu.
Namun saat berada di Jepang, atlet angkat besi itu gagal lolos ke Olimpiade Tokyo 2020 dan - bersama dengan pelatihnya - dijadwalkan terbang kembali ke negara Afrika itu pada Selasa. Namun, dia ditemukan hilang dari kamarnya, dengan laporan mengklaim dia meninggalkan catatan yang mengatakan dia ingin tinggal dan bekerja di Jepang daripada kembali ke Uganda.
Baca Juga: Rombongan Besar Kontingen Indonesia Bertolak ke Olimpiade Tokyo 2020
Sebuah stasiun kereta api yang dekat dengan kamp pelatihan Uganda mengkonfirmasi bahwa Ssekitoleko telah membeli tiket kereta peluru ke Nagoya - sekitar 50 menit perjalanan.Setelah mendengar berita itu, presiden Federasi Angkat Besi Uganda Salim Musoke mengecam Ssekitoleko dan keamanan kamp - yang seharusnya mengawasi sebagai bagian dari protokol Covid-19 yang ketat.
’’Ketika saya menerima pesan itu, saya bertanya-tanya apa yang terjadi [atau] apakah mereka dijaga dengan baik. Apa yang terjadi dengan keamanan yang mereka bicarakan? Menghilangnya atlet tidak baik untuk Negara,’’kata Musoke kepada New York Times.
’’Saya berdoa agar mereka mendapatkan anak ini. Pemerintah Jepang harus mendapatkan anak ini. Dan kemudian kami mengeluarkannya dari olahraga,’’lanjutnya kesal.
Sementara itu, Komite Olimpiade Uganda menjelaskan bahwa Ssekitoleko telah melakukan perjalanan ke Tokyo karena dia diharapkan lolos ke Olimpiade - dan sekarang sedang memburu pemain berusia 20 tahun itu.
Lihat Juga :