Diancam WADA, Kemenpora Pastikan MotoGP Indonesia 2022 Jalan Terus

loading...
Diancam WADA, Kemenpora Pastikan MotoGP Indonesia 2022 Jalan Terus
Sirkuit Mandalika siap menggelar MotoGP Indonesia 2022/Foto/Twitter/Mrk1 Motorsport (@Mrk1Consulting)
JAKARTA - Indonesia pastikan MotoGP Indonesia 2022 tetap bisa digelar meski ada ancaman dari Badan Antidoping Dunia (WADA) yang akan membekukan seluruh pertandingan olahraga di tanah air. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali yakin bahwa MotoGP Indonesia 2022 akan tetap berjalan.

Seperti yang diketahui, Indonesia terkena teguran dari WADA karena tak mematuhi aturan terkait doping. Salah satu hukumannnya tak diperbolehkan menjadi tuan rumah kejuaraan regional, kontinental atau dunia jika tidak segera membenahi aturan tersebut sesuai yang dijadwalkan.

Baca juga: F1 GP Turki 2021: Lewis Hamilton Pesimistis Kalahkan Verstappen Pasca Penalti

Menurut Amali, Menpora langsung bertindak cepat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Mereka khawatir bahwa MotoGP Indonesia 2022 batal digelar. Namun, dia yakin tetap bisa berjalan sesuai rencana lantaran Indonesia belum sampai di-banned.



"Saya yakin semua itu masih bisa dilakukan. Indonesia belum di banned jadi masih bisa melakukan kegiatan olahraga," kata Amali dilansir dari Motorsport, Minggu (10/10/2021).

Baca juga: Hasil Kualifikasi GP Turki 2021: Hamilton Terkena Penalti, Pole Direbut Bottas

"Jadi, tolong jangan dibayangkan Indonesia tidak boleh menyelenggarakan kompetisi internasional atau mengirim atlet ke luar negeri," sambungnya.

Atas teguran WADA tersebut, Amali menyebut konsekuensi kelalaian pihaknya. Namun, Indonesia diklaim tetap diberikan waktu untuk klarifikasi.

"Teguran ini merupakan konsekuensi dari ketidakpatuhan dan sekarang kami diberikan kesemparan untuk klarifikasi. Walaupun terlambat, tetapi kami usahakan dan WADA juga memberi waktu untuk memberikan surat klarifikasi," paparnya.

"Kami memiliki waktu 21 hari untuk mengklarifikasi surat yang kami dapatkan. Kami gerak cepat. Hari ini, kami langsung koordinasi dengan lembaga antidoping Indonesia, di mana posisi kami sampai dikatakan tidak patuh," tutupnya.
(sha)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top