alexametrics

Bus Dilempari Batu, Dua Pemain Benfica Dilarikan ke Rumah Sakit

loading...
Bus Dilempari Batu, Dua Pemain Benfica Dilarikan ke Rumah Sakit
Benfica berjanji akan membantu pihak berwajib untuk mencari pelaku pelemparan batu kepada bus tim. Akibat aksi anarkis itu Julian Weigl dan Andrija Zivkovic terluka. Foto: reuters
A+ A-
LISBON - Benfica berjanji akan membantu pihak berwajib untuk mencari pelaku pelemparan batu kepada bus tim. Sebab, akibat aksi anarkis itu dua pemainnya, yakni Julian Weigl dan Andrija Zivkovic harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Peristiwa itu terjadi setelah Benfica bemain 0-0 saat menjamu Tondela pada lanjutan Liga Portugal, Kamis (4/5). Tidak lama setelah meninggalkan Estadio do Sport Lisboa e Benfica, ada beberapa orang tidak bertanggung jawab melempari bus dengan batu.

Padahal itu laga pertama Benfica di kompetisi domestik setelah tertunda sejak Maret lalu akibat pandemi virus Corona. “Benfica mengutuk dan menyesali tindakan para kriminal yang melempari bus dengan batu,” jelas Benfica, dilansir skysport.

Sebelum laga dimulai memang sudah ada sejumlah supporter yang berkumpul di luar stadion. Mereka tidak bisa masuk karena pertandingan itu digelar di ruangan tertutup alias tanpa penonton guna mengurangi resiko penularan virus Corona.

Ketika bus Benfica meninggalkan stadion, tiba–tiba ada sekelompok orang yang melemparkan batu, hingga melukai Weigl dan Zivkovic karena terkena pecahan benda tajam. Keduanya lalu dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan.

“Saat itu bus sedang menuju Seixal Training Centre (pusat latihan Benfica), setelah pertandingan melawan Tondela yang digelar pada Kamis malam (waktu setempat) di Estadio da Luz. Sebagai antisipasi, Julian Weigl and Zivkovic dibawa ke rumah sakit Da Luz untuk diperiksa, lantaran ada pecahan benda tajam yang mengenai mereka,”

“Benfica berjanji akan memberikan kerja sama penuh kepada pihak kepolisian, yang terus melakukan upaya besar untuk mengidentifikasikan para pelaku yang bertanggung jawab atas tindakan kriminal ini,” tutup Benfica.

Aksi anarkis ini tentu saja kian menambah penderitaan Benfica. Sebab, tim asuhan Bruno Lage sudah dilanda kecewaan karena gagal meninggalkan Porto yang sebelumnya dikalahkan Famalicao 1-2. Walau naik ke puncak klasemen sentara, keduanya kini sama-sama mengoleksi 60 poin dari 25 laga.
(mirz)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak