Jangan Panggil Rafael Nadal King of Clay

Senin, 31 Januari 2022 - 16:29 WIB
loading...
Jangan Panggil Rafael Nadal King of Clay
Legenda tenis, Boris Becker memuji keberhasilan Rafael Nadal menyabet ge;ar grand slam ke-21 usai keluar sebagai juara di Australia Open 2022 / Foto: The Japan Times
A A A
MELBOURNE - Legenda tenis, Boris Becker memuji keberhasilan Rafael Nadal menyabet ge;ar grand slam ke-21 usai keluar sebagai juara di Australia Open 2022. Pada partai puncak di Rod Laver Arena, Minggu (30/1/2022), petenis kidal itu mengalahkan Daniil Medvedev melalui pertarungan sengit lima set 2-6, 6-7, 6-4, 6-4 dan 7-5.

Hasil positif ini membuat perbendaharaan gelar juara Nadal bertambah menjadi 21 trofi juara grand slam. Dia berhasil melewati rekor Novak Djokovic dan Roger Federer, yang masing-masing baru mengoleksi 20 gelar.

Keberhasilan Nadal itu mendapat pujian dari Becker. Dia menekankan bahwa petenis asal Spanyol itu tidak pantas dijuluki ‘The King of Clay’ karena ia merupakan yang terbaik sepanjang sejarah.

BACA JUGA: Intip Gaya Hidup Glamor Rafael Nadal: Rumah Mewah Rp58 Miliar, Jet Pribadi Rp96,5 Miliar

“Kamu salah jika masih menyebut Rafa sebagai raja lapangan tanah liat. Dia telah menang di setiap permukaan dan setiap turnamen Grand Slam setidaknya dua kali,” kata Becker dilansir dari Tenis Head, Senin (31/1/2022).

“Dia adalah pemain paling sukses sepanjang masa, kita bisa mengatakan itu dengan lantang dan jelas,” tambahnya tegas.

Becker mengatakan tidak pernah menyangka Nadal bisa memenangkan gelar Grand Slam ke-21. Pasalnya, Nadal sebelumnya memang diragukan lantaran tengah menjalani pemulihan cedera.

BACA JUGA: MotoGP 2022: Marc Marquez Terbakar Spirit Tempur Rafael Nadal

“Kami tidak memiliki (Rafael) Nadal di daftar teratas kami dua minggu yang lalu. Dia fit, memenangkan turnamen persiapan di Melbourne,” ucap Becker.

“Sebelumnya, Nadal cedera selama setengah tahun. Sekarang kami lebih bijaksana dan Rafa telah memecahkan rekor (Roger) Federer dan (Novak) Djokovic,” pungkasnya.

(yov)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1602 seconds (10.101#12.26)