Timnas Indonesia Gabung EAFF, Pakar Sepak Bola Asia Tenggara Kecam PSSI Bertingkah seperti Bocah

Sabtu, 23 Juli 2022 - 08:00 WIB
loading...
Timnas Indonesia Gabung EAFF, Pakar Sepak Bola Asia Tenggara Kecam PSSI Bertingkah seperti Bocah
Pakar sepak bola Asia Tenggara, Steve Darby, ikut mengomentari wacana Timnas Indonesia bergabung dengan EAFF. Dia mengatakan bahwa rencana itu tidak akan terjadi / Foto: PSSI
A A A
JAKARTA - Pakar sepak bola Asia Tenggara, Steve Darby, ikut mengomentari wacana Timnas Indonesia bergabung dengan EAFF . Dia mengatakan bahwa rencana itu tidak akan terjadi.

Pasalnya, AFF tidak akan membiarkan PSSI berpindah federasi. Sehingga akan sulit bagi EAFF untuk menerima Timnas Indonesia.

"Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) hanya bertingkah 'seperti anak kecil'. AFF tidak akan membiarkan mereka pergi dan akan sulit bagi EAFF untuk menerima mereka. Mengapa PSSI harus melakukan ini karena pertandingan antara Vietnam U19 dan Thailand U19?," kata Darby dikutip dari Soha VN, Sabtu (23/7/2022).

BACA JUGA: Memetakan Keunggulan dan Eksistensi EAFF di Wilayah Asia Timur

"Saya pikir ini (PSSI bergabung dengan EAFF) akan segera hilang karena saya tidak berpikir EAFF ingin Indonesia bergabung. Selain itu, kasus lain yang perlu dipikirkan adalah politisi di ASEAN akan turun tangan jika masalah ini terlalu jauh," sambungnya.

Lebih lanjut, Darby juga menganggap apa yang dilakukan oleh Vietnam U-19 dan Thailand U-19 pada laga terakhir penyisihan Grup A Piala AFF U-19 2022 adalah hal yang wajar. Menurutnya, kedua tim memang sama-sama mencari peruntungan demi melaju ke babak selanjutnya.

"Apa yang dilakukan Vietnam dan Thailand dalam pertandingan Piala AFF U-19 2022 adalah sepak bola yang legal, tidak ada aturan yang dilanggar. Semua tim telah mengetahui aturannya sebelum memasuki turnamen. Dan jelas tidak boleh keberatan jika terjadi kesalahan," ujar Darby.

BACA JUGA: Timnas Indonesia Gabung EAFF demi Naikkan Ranking FIFA?

"Dalam konteks bahwa Vietnam dan Thailand telah mengamankan tiket mereka dan telah melakukan apa yang harus mereka lakukan, adalah naif untuk mengambil risiko melakukan hal lain karena kesalahan dapat merugikan salah satu dari mereka," pungkas Darby.

(yov)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1727 seconds (11.97#12.26)