PBSI Targetkan Yeremia Rambitan Latihan Normal Oktober 2022
Senin, 08 Agustus 2022 - 01:00 WIB
loading...
PBSI menargetkan Yeremia Erich Yoche Rambitan kembali latihan normal pada Oktober 2022/foto/MPI/Faisal Rahman
A
A
A
JAKARTA - PBSI menargetkan Yeremia Erich Yoche Rambitan kembali latihan normal pada Oktober 2022. Proses pemulihan cedera pasangan Pramudya Kusumawardana itu berjalan baik.
Yeremia mengalami cedera lutut pada Juni lalu saat berlaga di perempat final Indonesia Open 2022. Tim dokter PBSI yang dipimpin dr. Nicolaas C. Budhiparma pun memperkirakan Yeremia akan absen selama 3-6 bulan.
Baca juga: Hasil Kualifikasi MotoGP Inggris 2022: Catat Rekor Lap, Johann Zarco Rebut Pole Position!
Akan tetapi, dokter PBSI, dr. Grace Joselini Corlesa, menyatakan bahwa progres Yeremia dalam menjalani pemulihan telah melampaui dari yang diharapkan. Selama tujuh minggu, pemain berusia 22 tahun itu menunjukkan kemajuan pesat.
"Kalau di awal kan memang kita target 3-6 bulan. Sebenarnya yang pasti kita kejar tiga bulannya itu. Tapi kan masing-masing beda, misalnya 'oh ternyata dia di fase satu dua bagus nih, eh ternyata mandek di fase tiga' itu makanya kita kasih range waktunya dulu," ungkap dr. Grace, saat ditemui tim MNC Portal Indonesia di GOR Nanggala, Jakarta pada Sabtu 6 Agustus 2022.
Baca juga: Pemerintah Bakal Samakan Bonus ASEAN Para Games 2022 dengan SEA Games
"Kalau dari kami sih targetnya maunya tetap tiga bulan, bahkan kemarin sudah konsul dan dilihat prof Nico, sama prof programnya sedang dicoba untuk dinaikkan lagi," lanjutnya.
Yeremia mengalami cedera lutut pada Juni lalu saat berlaga di perempat final Indonesia Open 2022. Tim dokter PBSI yang dipimpin dr. Nicolaas C. Budhiparma pun memperkirakan Yeremia akan absen selama 3-6 bulan.
Baca juga: Hasil Kualifikasi MotoGP Inggris 2022: Catat Rekor Lap, Johann Zarco Rebut Pole Position!
Akan tetapi, dokter PBSI, dr. Grace Joselini Corlesa, menyatakan bahwa progres Yeremia dalam menjalani pemulihan telah melampaui dari yang diharapkan. Selama tujuh minggu, pemain berusia 22 tahun itu menunjukkan kemajuan pesat.
"Kalau di awal kan memang kita target 3-6 bulan. Sebenarnya yang pasti kita kejar tiga bulannya itu. Tapi kan masing-masing beda, misalnya 'oh ternyata dia di fase satu dua bagus nih, eh ternyata mandek di fase tiga' itu makanya kita kasih range waktunya dulu," ungkap dr. Grace, saat ditemui tim MNC Portal Indonesia di GOR Nanggala, Jakarta pada Sabtu 6 Agustus 2022.
Baca juga: Pemerintah Bakal Samakan Bonus ASEAN Para Games 2022 dengan SEA Games
"Kalau dari kami sih targetnya maunya tetap tiga bulan, bahkan kemarin sudah konsul dan dilihat prof Nico, sama prof programnya sedang dicoba untuk dinaikkan lagi," lanjutnya.
Lihat Juga :