Jokowi Didesak Stadion Kanjuruhan Jadi Monumen Tragedi Kelam Sepak Bola
Rabu, 12 Oktober 2022 - 02:02 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Menpora Ogah Campuri Desakan Mundur Iwan Bule dari Ketum PSSI, Khawatir Indonesia Dapat Sanksi FIFA
Seperti diketahui, sepak bola Indonesia masih berduka usai tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu (1/10/2022). Kala itu, Arema FC menjamu Persebaya Surabaya dalam laga lanjutan Liga 1 2022/20232. Pertandingan berakhir dengan kekalahan Arema FC 2-3.
Usai pertandingan, para pendukung Arema FC turun ke lapangan. Tindakan ini dianggap sebagai ancaman menurut pihak keamanan. Akhirnya, pihak keamanan mengusir para pendukung yang turun ke lapangan. Selain itu, mereka juga menembakkan gas air mata, yang menyebabkan para pendukung Arema FC panik.
Dalam kondisi kacau itu, pihak keamanan juga menembakkan gas air mata ke tribun penonton. Alhasil, para pendukung yang panik berupaya keluar dari stadion dengan cepat. Mereka berdesak-desakkan dan terinjak-injak dalam insiden itu lantaran sejumlah pintu keluar masih tertutup.
Pemerintah mengonfirmasi kejadian ini menyebabkan 131 orang meninggal dunia, 583 orang luka-luka, dan 33 lainnya masih menjalani perawatan.
Seperti diketahui, sepak bola Indonesia masih berduka usai tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu (1/10/2022). Kala itu, Arema FC menjamu Persebaya Surabaya dalam laga lanjutan Liga 1 2022/20232. Pertandingan berakhir dengan kekalahan Arema FC 2-3.
Usai pertandingan, para pendukung Arema FC turun ke lapangan. Tindakan ini dianggap sebagai ancaman menurut pihak keamanan. Akhirnya, pihak keamanan mengusir para pendukung yang turun ke lapangan. Selain itu, mereka juga menembakkan gas air mata, yang menyebabkan para pendukung Arema FC panik.
Dalam kondisi kacau itu, pihak keamanan juga menembakkan gas air mata ke tribun penonton. Alhasil, para pendukung yang panik berupaya keluar dari stadion dengan cepat. Mereka berdesak-desakkan dan terinjak-injak dalam insiden itu lantaran sejumlah pintu keluar masih tertutup.
Pemerintah mengonfirmasi kejadian ini menyebabkan 131 orang meninggal dunia, 583 orang luka-luka, dan 33 lainnya masih menjalani perawatan.
Lihat Juga :