4 Penyebab Timnas Indonesia hanya Sekali Ikuti Piala Dunia

Kamis, 27 Oktober 2022 - 08:00 WIB
loading...
4 Penyebab Timnas Indonesia...
Berlaga di Piala Dunia menjadi salah satu pencapaian luar biasa bagi timnas sepak bola. Itu menjadi tolak ukur seberapa majunya persepak bolaan di suatu negara. Foto: Twitter
A A A
JAKARTA - Berlaga di Piala Dunia menjadi salah satu pencapaian luar biasa bagi timnas sepak bola. Sebab, itu menjadi tolak ukur seberapa majunya persepak bolaan di suatu negara.

Baca Juga: Hasil Drawing Piala Asia U-20 2023: Indonesia Terjebak di Grup Keras Bersama Uzbekistan

Dalam sejarahnya Indonesia sempat meramaikan ajang paling bergengsi itu pada 1938 di Prancis yang diikuti 16 tim. Tapi, saat itu masih mengusung nama Hindia Belanda.

Bahkan, kala itu FIFA menyebut Indonesia sebagai negara Asia pertama yang mengikuti ajang Piala Dunia. Meski memakai nama Hindia Belanda.

Sayangnya, Indonesia dalam hal ini Hindia Belanda hanya tampil sekali. Soalnya, saat itu belum penyisihan grup dan langsung babak 16 besar. Mereka tersingkir setelah dikalahkan Hungaria 0-6.

Itu menjadi pertama kali dan terakhir kalinya Indonesia tampil di turnamen empat tahunan tersebut. Sebab, skuad Garuda tersisih saat kualifikasi.

Ada beberapa hal yang menghambat Merah Putih untuk berkembang dan menjadi salah satu tim berbahaya di kancah dunia.

Baca Juga: 3 Pencetak Gol Terbanyak Timnas Indonesia U-20 Era Shin Tae-yong

Berikut penyebab Indonesia baru sekali mengikuti Piala Dunia:

1. Masih Kurangnya Perencanaan Jangka Panjang

Karena prestasi tidak dapat dicapai dengan cara insta diperlukan rencana jangka panjang untuk membentuk keharmonisan suatu tim.

Mulai dari rencana susunan pemain hingga kepelatihan seluruhnya musti direncanakan secara matang dan tidak asal comot dan copot.

Rencana timnas Indonesia kebanyakan masih berjangka pendek. Semisal ketika akan mengikuti ajang AFF barulah mereka berbenah dan bukannya telah memiliki susunan pemain justru merombak susunan pemain.

Rencana jangka panjang inilah yang masih belum matang bagi Merah Putih sehingga sulit baginya untuk melaju ke kancah internasional terlebih ke Piala Dunia.

2. Pembinaan Pemain Usia Dini yang Minim

Spanyol telah sejak lama mengembangkan minat terhadap sepak bola untuk anak berusia 5 tahun. Pembinaan inilah yang menjadi kunci mengapa persepakbolaan di Negeri Matador sangatlah baik.

Sementara di Indonesia bahkan masih belum banyak akademi persepakbolaan yang dapat membentuk generasi muda penerus.

Karena pada umumnya di Indonesia seorang anak baru mulai bermain sepak bola di usia 10 tahun dan mulai bergabung dengan klub di usia 15 tahun.

3. Kompetisi dan Klub yang Belum Maju

Kompetisi sepak bola Indonesia memang masih jauh dari kata sempurna. Bahkan secara sportifitas masih belum mampu untuk menunjukkan sikap fairplay.

Dalam hal ini tentunya setiap komponen persepakbolaan Indonesia mulai dari PSSI, para deretan pemain hingga suporter perlu berbenah untuk menciptakan suasana liga yang kondusif dan suportif.

Semakin suportifnya suatu liga akan memperlihatkan bahwa di negara tersebut telah memiliki standarisasi tersendiri dalam persepakbolaannya.

4. Kurangnya Fasilitas

Kurangnya sarana dan prasarana yang memadai seperti lapangan untuk berlatih, stadion berstandar hingga sedikitnya akademi sepakbola menjadi pr utama bagi PSSI.

Bila dilihat dari negara yang memiliki persepakbolaan yang maju sudah pasti memiliki sarana dan prasarana yang mendukung, sehingga mampu untuk menciptakan bintang bintang baru.
(mirz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Air Mata 2016, Sejarah...
Air Mata 2016, Sejarah 2026: Saat Dunia Tak Berhenti Bicarakan Messi
Sepak Pojok Jadi Mimpi...
Sepak Pojok Jadi Mimpi Buruk! Aljazair Comeback Dramatis, Yordania Tersingkir
18 Gol, 6 Piala Dunia:...
18 Gol, 6 Piala Dunia: Messi Bikin Klose Angkat Topi
Saat Prancis Hujan Rekor...
Saat Prancis Hujan Rekor di Laga Kedua Grup I Piala Dunia 2026
Pecahkan Rekor Piala...
Pecahkan Rekor Piala Dunia, Gol Bersejarah Lionel Messi Tuai Perdebatan
10 Fakta Menarik Argentina...
10 Fakta Menarik Argentina Kalahkan Austria di Piala Dunia 2026: Messi Alien!
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Semarak Piala Dunia...
Semarak Piala Dunia 2026 Hadir di KRL Commuter Line
Special Bola
Timnas Portugal Menang...
Bola Dunia
Timnas Portugal Menang 12-0 atas Uzbekistan dan Cristiano Ronaldo Borong Semua Gol, Begini Faktanya!
Mudik ke Argentina,...
Liga Indonesia
Mudik ke Argentina, Bintang Persib Bandung Luciano Guaycochea Pilih Recharge Energi Bareng Keluarga
Presenter TV Minta Maaf...
Bola Dunia
Presenter TV Minta Maaf Usai Kritik Jeremy Doku yang Ingin Temani Istri Melahirkan
Rekomendasi
Menkes Ungkap Bahaya...
Menkes Ungkap Bahaya Tersembunyi Kecap Manis, Kandungan Natriumnya Ternyata Tinggi
Pradita University Terapkan...
Pradita University Terapkan Living Laboratory, Mahasiswa Kuliah Sambil Praktik di Hotel
Misi Evelyne Bongkar...
Misi Evelyne Bongkar Kebenaran Dimulai dalam Undercover Ex Girlfriend di V+Short, Simak Sinopsisnya!
Berita Terkini
Mbappe Ungkap Momen...
Mbappe Ungkap Momen Terjebak 2 Jam di Ruang Ganti
Air Mata 2016, Sejarah...
Air Mata 2016, Sejarah 2026: Saat Dunia Tak Berhenti Bicarakan Messi
Portugal vs Uzbekistan:...
Portugal vs Uzbekistan: Saatnya Ronaldo Menjawab Keraguan
Messi, Mbappe, Haaland...
Messi, Mbappe, Haaland Gacor: Ronaldo Masih Layak Disebut Kandidat Peraih Sepatu Emas?
Sepak Pojok Jadi Mimpi...
Sepak Pojok Jadi Mimpi Buruk! Aljazair Comeback Dramatis, Yordania Tersingkir
18 Gol, 6 Piala Dunia:...
18 Gol, 6 Piala Dunia: Messi Bikin Klose Angkat Topi
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved