Lima Rekrutan Paling Gagal Liga Inggris Musim 2014/2015
Rabu, 17 Juni 2015 - 20:12 WIB
Lima Rekrutan Paling Gagal Liga Inggris Musim 2014/2015
A
A
A
LONDON - Bursa transfer jelang musim 2015/2016 sebentar lagi akan segera dibuka. Sejumlah klub-klub Liga Premier Inggris tentunya akan berlomba untuk bisa mendatangkan pemain incaran demi mendongkrak performa tim mereka.
Namun biasanya, tidak semua rekrutan anyar bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Buktinya, tidak sedikit pemain yang justru gagal untuk bersinar setelah didatangkan denga harga cukup mahal.
Berikut lima rekrutan anyar Liga Premier Inggris yang gagal bersinar di musim 2014/2015:
5. Luke Shaw
![Lima Rekrutan Paling Gagal Liga Inggris Musim 2014/2015]()
Didatangkan dari Southampton dengan biaya sebesar Rp629 miliar, pemain berkebangsaan Inggris ini sebenarnya diharapkan untuk bisa mengisi posisi jantung pertahanan Manchester United yang sedang melakukan reformasi sejak kedatangan Louis Van Gaal. Namun naas baginya, setelah berhasil menunjukan performa gemilang di laga pra musim, Shaw nyatanya harus menderita cedera yang membuat ia akhirnya harus rela tidak dimainkan dalam 14 laga awal United di kancah liga.
Hingga berakhirnya musim 2014/2015, Shaw hanya memiliki 16 kesempatan untuk turun ke lapangan. Meski 15 diantaranya diturunkan sebagai starter, namun Shaw lebih sering menghabiskan waktunya sebagai penghangat bangku cadangan Setan Merah.
4. Juan Cuadrado
![Lima Rekrutan Paling Gagal Liga Inggris Musim 2014/2015]()
Pemain yang diboyong dari Fiorentina ini memang langsung menjadi pembicaraan utama berbagai media ketika Chelsea menggelontorkan dana sebesar Rp524 miliar untuk mendapatkan jasanya. Tidak hanya itu, Chelsea bahkan juga harus merelakan Mohamed Salah bermain untuk Fiorentina dengan status pinjaman, demi memuluskan transfer sang pemain bertahan.
Namun sayang, derasnya pemberitaan dalam menyambut kedatangan Cuadrado, ternyata tak berbanding lurus dengan performanya di lapangan. Meski dipercaya dalam 14 pertandingan yang dilakoni Chelsea, namun Cuadrado dianggap gagal bersinar karena terlihat sangat kesulitan untuk bisa beradaptasi dengan gaya permainan Chelsea.
3. Mario Balotelli
![Lima Rekrutan Paling Gagal Liga Inggris Musim 2014/2015]()
Keputusan Liverpool untuk mendatangkan Balotelli di awal musim 2014/2015 memang sangat mengejutkan banyak pihak. Bagaimana tidak, bukannya mencari sosok penyerang tajam untuk menggentikan posisi Luis Suarez yang hengkang ke Barcelona, The Reds nyatanya malah mendatangkan striker buangan yang lebih banyak menjadi bahan pemberitaan akibat ulah konyolnya ketimbang prestasinya di lapangan.
Dan semua kekhawatiran itupun benar adanya. Balotelli lebih sering menghiasi media massa lantaran berita-berita kehiduan pribadi dan aksi kontroversialnya. Sedangkan di lapangan, dirinya sama sekali gagal beradaptasi dengan gaya permainan Liverpool dan hanya mampu mencetak empat gol di sepanjang musim 2014/2015.
2. Radamel Falcao
![Lima Rekrutan Paling Gagal Liga Inggris Musim 2014/2015]()
Meski didatangkan dengan status pinjaman, namun Manchester United tetap saja harus mengeluarkan dana yang tak sedikit untuk bisa membuat Falcao bermain di sepanjang musim 2014/2015. Selain biaya peminjaman sebesar Rp126 miliar yang harus dibayarkan kepada AS Monaco, Setan Merah juga harus mengeluarkan uang sebesar Rp5,5 miliar per pekannya untuk menggaji Falcao.
Namun nyatanya Falcao memang sudah tak seberingas tiga tahun silam. Pemain berkebangsaan Kolombia ini nyatanya tak juga bisa beradaptasi dengan gaya permainan Setan Merah dan seakan kehilangan kemampuannya untuk mencetak angka. Buktinya, dari 29 laga yang dilakoninya bersama Setan Merah, El Tigre hanya mampu melesakan total 4 gol.
1. Angel Di Maria
![Lima Rekrutan Paling Gagal Liga Inggris Musim 2014/2015]()
Kedatangan Angel Di Maria di awal musim 2014/2015 memang sangat menggemparkan. Bagaimana tidak, pemain asal Argentina yang sukses membawa negaranya menjadi runner-up Piala Dunia, nyatanya di lepas begitu saja oleh Real Madrid ke tangan Setan Merah. Namun konsekuensinya, Manchester United harus rela menggelontorkan uang sebesar Rp1,2 triliun yang juga membuat Di Maria menjadi pemain termahal dalam sejarah transfer Liga Premier Inggris.
Namun sayang, Di Maria secara mengejutkan justru gagal bersinar di bawah kepelatihan Van Gaal dan lebih banyak menghabiskan waktunya di bangku cadangan. Selain itu, cedera yang kerap membekabnya, membuat Di Maria seakan tidak bisa bermain maksimal setiap kali coba diturunkan.
Namun biasanya, tidak semua rekrutan anyar bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Buktinya, tidak sedikit pemain yang justru gagal untuk bersinar setelah didatangkan denga harga cukup mahal.
Berikut lima rekrutan anyar Liga Premier Inggris yang gagal bersinar di musim 2014/2015:
5. Luke Shaw

Didatangkan dari Southampton dengan biaya sebesar Rp629 miliar, pemain berkebangsaan Inggris ini sebenarnya diharapkan untuk bisa mengisi posisi jantung pertahanan Manchester United yang sedang melakukan reformasi sejak kedatangan Louis Van Gaal. Namun naas baginya, setelah berhasil menunjukan performa gemilang di laga pra musim, Shaw nyatanya harus menderita cedera yang membuat ia akhirnya harus rela tidak dimainkan dalam 14 laga awal United di kancah liga.
Hingga berakhirnya musim 2014/2015, Shaw hanya memiliki 16 kesempatan untuk turun ke lapangan. Meski 15 diantaranya diturunkan sebagai starter, namun Shaw lebih sering menghabiskan waktunya sebagai penghangat bangku cadangan Setan Merah.
4. Juan Cuadrado

Pemain yang diboyong dari Fiorentina ini memang langsung menjadi pembicaraan utama berbagai media ketika Chelsea menggelontorkan dana sebesar Rp524 miliar untuk mendapatkan jasanya. Tidak hanya itu, Chelsea bahkan juga harus merelakan Mohamed Salah bermain untuk Fiorentina dengan status pinjaman, demi memuluskan transfer sang pemain bertahan.
Namun sayang, derasnya pemberitaan dalam menyambut kedatangan Cuadrado, ternyata tak berbanding lurus dengan performanya di lapangan. Meski dipercaya dalam 14 pertandingan yang dilakoni Chelsea, namun Cuadrado dianggap gagal bersinar karena terlihat sangat kesulitan untuk bisa beradaptasi dengan gaya permainan Chelsea.
3. Mario Balotelli

Keputusan Liverpool untuk mendatangkan Balotelli di awal musim 2014/2015 memang sangat mengejutkan banyak pihak. Bagaimana tidak, bukannya mencari sosok penyerang tajam untuk menggentikan posisi Luis Suarez yang hengkang ke Barcelona, The Reds nyatanya malah mendatangkan striker buangan yang lebih banyak menjadi bahan pemberitaan akibat ulah konyolnya ketimbang prestasinya di lapangan.
Dan semua kekhawatiran itupun benar adanya. Balotelli lebih sering menghiasi media massa lantaran berita-berita kehiduan pribadi dan aksi kontroversialnya. Sedangkan di lapangan, dirinya sama sekali gagal beradaptasi dengan gaya permainan Liverpool dan hanya mampu mencetak empat gol di sepanjang musim 2014/2015.
2. Radamel Falcao

Meski didatangkan dengan status pinjaman, namun Manchester United tetap saja harus mengeluarkan dana yang tak sedikit untuk bisa membuat Falcao bermain di sepanjang musim 2014/2015. Selain biaya peminjaman sebesar Rp126 miliar yang harus dibayarkan kepada AS Monaco, Setan Merah juga harus mengeluarkan uang sebesar Rp5,5 miliar per pekannya untuk menggaji Falcao.
Namun nyatanya Falcao memang sudah tak seberingas tiga tahun silam. Pemain berkebangsaan Kolombia ini nyatanya tak juga bisa beradaptasi dengan gaya permainan Setan Merah dan seakan kehilangan kemampuannya untuk mencetak angka. Buktinya, dari 29 laga yang dilakoninya bersama Setan Merah, El Tigre hanya mampu melesakan total 4 gol.
1. Angel Di Maria

Kedatangan Angel Di Maria di awal musim 2014/2015 memang sangat menggemparkan. Bagaimana tidak, pemain asal Argentina yang sukses membawa negaranya menjadi runner-up Piala Dunia, nyatanya di lepas begitu saja oleh Real Madrid ke tangan Setan Merah. Namun konsekuensinya, Manchester United harus rela menggelontorkan uang sebesar Rp1,2 triliun yang juga membuat Di Maria menjadi pemain termahal dalam sejarah transfer Liga Premier Inggris.
Namun sayang, Di Maria secara mengejutkan justru gagal bersinar di bawah kepelatihan Van Gaal dan lebih banyak menghabiskan waktunya di bangku cadangan. Selain itu, cedera yang kerap membekabnya, membuat Di Maria seakan tidak bisa bermain maksimal setiap kali coba diturunkan.
(rus)