Turnamen Piala Kemerdekaan Jalan di Tempat?

Rabu, 24 Juni 2015 - 12:37 WIB
Turnamen Piala Kemerdekaan...
Turnamen Piala Kemerdekaan Jalan di Tempat?
A A A
JAKARTA - Hasrat pemerintah untuk menggulirkan dua turnamen, Piala Kemerdekaan dan Piala Panglima TNI dalam waktu dekat belum dibarengi langkah taktis. Hingga sebulan jelang kick off Piala Kemerdekaan, belum satu pun klub berhasil dirangkul.

Hal itu terungkap setelah Ketua Badan Olah Raga Profesional Indonesia (BOPI) Muhammad Noor Aman membeberkan kondisi persiapan turnamen yang digagas Tim Transisi itu. BOPI yang bertugas memverifikasi kelayakan klub, mengaku belum menerima progres terkait klub peserta turnamen. Padahal dalam keterangan tertulis Tim Transisi, turnamen akan kick off 24 Juli 2015.

"Belum, belum satu pun klub yang mendaftar dan diverifikasi BOPI untuk Piala Kemerdekaan," kata Noor Aman saat dikonfirmasi, Selasa (23/6/2015) di kantor Menpora.

Dalam kesempatan terpisah, sinyal lambatnya progres penyelenggaraan turnamen Piala Kemerdekaan juga ditunjukkan oleh tidak adanya operator pertandingan. Open biding operator turnamen yang memang tengah digalakan Tim Transisi, namun nyatanya gagal karena pemerintah hari ini mewacanakan (kembali) menggandeng PT Liga Indonesia sebagai operator.

Rencana merangkul PT Liga Indonesia sebagai operator sejatinya telah muncul beberapa waktu lalu, ketika Menpora Imam Nahrawi memanggil CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono pada 27 April 2015 lalu. Pada saat itu juga, Joko menolak menggulirkan kompetisi di bawah kendali Tim Transisi. (Baca juga : Tolak Kompetisi di Bawah Tim Transisi, Ini Pernyataan 18 Klub)

Upaya pemerintah untuk merangkul PT Liga Indonesia sebagai operator turnamen belum habis. Secara mengejutkan, Ketua Umum PSSI 2011-2015, Djohar Arifin Husein yang datang ke kentor Imam mengatakan akan membantu pemerintah menggandeng PT Liga Indonesia. "Kami masih berharap PT Liga sebagai operator bisa menyanggupinya," kata Djohar, Selasa (23/6/2015).

Atas kondisi tersebut, hingga kini nasib sepak bola nasional boleh dibilang belum menemui titik terang. Meskipun turnamen tersebut pada akhirnya bisa digelar pemerintah, klub sepak bola nasional masih menemui masalah karena tidak dapat mengecap panggung internasional menyusul jatuhnya sanksi FIFA. Pasalnya, turnamen-turnamen yang digagas pemerintah tidak mendapat 'label halal' dari federasi sepak bola Indonesia, PSSI.
(bbk)
Berita Terkait
Skenario New Normal,...
Skenario New Normal, Bagaimana Nasib Sepak Bola Nasional?
HUT PSSI ke-90, Menpora...
HUT PSSI ke-90, Menpora Berharap Sepak Bola Nasional Tak Jalan di Tempat
Kanal Bola Apresiasi...
Kanal Bola Apresiasi Kemenpora dan PSSI Sosialisasikan Inpres Percepatan Pembangunan Sepak Bola
Covid-19 buat PSSI Jalan...
Covid-19 buat PSSI Jalan di Tempat, Sponsor Berhenti, dan Tidak Ada Pemasukan
APBN Mendukung Sepakbola...
APBN Mendukung Sepakbola Nasional, Ada Rp127,10 Miliar Mengalir ke PSSI
PSSI-Kemenpora Siapkan...
PSSI-Kemenpora Siapkan Database Raksasa Statistik Pemain Muda
Berita Terkini
Kanada vs Maroko: Mampukah...
Kanada vs Maroko: Mampukah The Canucks Akhiri Kutukan?
5 jam yang lalu
Hydroplus Soccer League...
Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026 Digelar di Kudus, 16 Tim Putri Berebut Gelar Musim Perdana
6 jam yang lalu
Paraguay vs Prancis:...
Paraguay vs Prancis: Les Bleus Target Berikutnya La Albirroja?
8 jam yang lalu
Piala Dunia 2026 Ternoda,...
Piala Dunia 2026 Ternoda, Tim Mesir Keluhkan Aksi Polisi Dallas
9 jam yang lalu
4 Suporter Tewas, Meksiko...
4 Suporter Tewas, Meksiko Perketat Pengamanan Jelang Lawan Inggris
11 jam yang lalu
Deretan Rekor Bersejarah...
Deretan Rekor Bersejarah Lionel Messi di Piala Dunia 2026
12 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved