Casillas di Antara Deretan Kapten yang Terbuang
Minggu, 12 Juli 2015 - 11:38 WIB
Casillas di Antara Deretan Kapten yang Terbuang
A
A
A
MADRID - Kepergian Iker Casillas dari Real Madrid ke FC Porto seperti menambah daftar kapten yang terbuang. Pria berusia 34 tahun ini tidak hanya mengikuti nasib dua kapten sebelumnya Raul Gonzalez dan Fernando Hierro yang mendapatkan restu untuk meninggalkan Santiago Bernabeu. Tapi ia juga seperti mengikuti jejak Xavi Hernandez, Steven Gerrard, dan Bastian Schweinsteiger.
Casillas merupakan kapten ketiga yang dipaksa mengadu nasib di klub lain pada masa pemerintahan Florentino Perez. Mungkin ini bukan sesuatu yang aneh, karena dalam sepak bola ini adalah kasus yang umum atau pasti dihadapkan oleh pemain meskipun ia sudah mengabdi dengan klub sejak lama.
Sayangnya, nasib Casillas dan dua kapten Madrid sebelumnya (Hierro dan Raul) sangat mirip. Karena mereka meninggalkan Santiago Bernabeu bertepatan dengan pergantian musim dan itu seperti tidak meninggalkan kesan yang baik di hati penggemar Madrid.
Hal itu justru berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan Liverpool dan Barcelona. Di penghujung karir, baik Gerrard maupun Xavi mendapat sambutan dan penghormatan yang luar biasa dari para penggemar timnya masing-masing.
Padahal awalnya Madrid merancang perpisahan di Stadion Santiago Bernabeu, Sabtu (11/7/2015). Perpisahan digelar sebagai penghormatan atas jasa Casillas yang telah 25 tahun membela Los Blancos. Tetapi kenyataannya tidak ada kesedihan yang terjadi di Stadion Santiago Bernabeu. Itu jelas sangat berbeda seperti yang diterjadi di Camp Nou saat Xavi memutuskan hijrah ke klub di Qatar dan air mata juga tumpah di Anfield ketika kapten mereka memutuskan pindah ke LA Galaxy.
Berikut deretan kapten yang terbuang, seperti dicomot dari berbagai sumber, Minggu (12/7/2015)
1. Iker Casillas
Bergabung bersama Madrid pada usia sembilan tahun, Casillas kecil tak kenal menyerah hingga akhirnya menembus skuat utama. Membela skuat junior Madrid pada musim 1990-1991, baru pada usia 16 tahun Casillas termasuk dalam susunan skuat Madrid menghadapi Rosenborg di Liga Champions. Tidak sampai satu musim, Casillas sukses membuat debutnya di tim senior dengan menggantikan Bodo Illgner. Pada tahun 2000, ia menjadi kiper termuda yang pernah bermain di final Liga Champions saat Real Madrid mengalahkan Valencia 3-0, hanya empat hari setelah ia ulang tahun kesembilan belas.
Musim 2007-2008 adalah musim yang manis bagi Casillas saat ia membantu Real Madrid merebut kembali gelar ke-31 Liga Spanyol dan hanya kebobolan 32 gol dalam 36 pertandingan untuk mengklaim Trophy Zamora. Belum lama ini Casillas juga punya andil besar saat Madrid mengangkat trofi Liga Champions kesepuluh. Sayang, pada musim terakhir Madrid harus puasa gelar dan hubungan Casillas dengan klub dan para fans semakin memburuk. Hingga akhirnya Casillas meninggalkan Madrid pada musim panas ini. (Baca juga: Momen Sensasional 25 Tahun Pengabdian Casillas di Madrid)
![Casillas di Antara Deretan Kapten yang Terbuang]()
2. Steven Gerrard
Gerrard menghabiskan sebagian besar karirnya bermain untuk klub Liga Inggris, Liverpool. Mengambil posisi sebagai jenderal lapangan tengah, ia telah menghabiskan waktu 17 musim di Anfield. Debut pertama Stevie G terjadi pada 1998 dan selang dua tahun dia mendapatkan tempat di skuat utama The Reds.
Pemain berusia 35 tahun itu merupakan inspirator serangan sekaligus dan juga benteng pertama dalam pertahanan saat timnya diserang. Bisa dibilang Gerrard adalah pemain serba bisa kecuali posisi kiper sepertinya halnya legenda sepak bola Irlandia Utara dan Manchester United yaitu George Best. Namun sederet prestasi yang berhasil diukirnya bersama Liverpool hanya tinggal kenangan sejak ia memutuskan pindah ke LA Galaxy.
![Casillas di Antara Deretan Kapten yang Terbuang]()
3. Xavi Hernandez
Xavi Hernandez menghabiskan hampir seluruh karirnya sebagai pesepakbola handal bersama Barcelona selama 17 tahun. Sayangnya, ketika popularitas gelandang terbaik dunia tengah dalam sorotan dia malah membuat kabar mengejutkan, yakni memilih meninggalkan tim Catalan pada musim depan.
Rencana Xavi meninggalkan Barcelona memang sudah lama terdengar. Terutama sejak masalah kontraknya bersama klub yang habis pada musim panas mendatang, masih belum jelas. Alhasil, pemain bernomor punggung 6 lebih memilih menyusun rencana untuk hengkang dari klub. Setelah rumor tentang masa depan gelandang Barcelona terus mendapat sorotan dari awak media di Spanyol, akhirnya ayah Xavi angkat bicara terkait masalah tersebut.
Joaquin Hernandez berkata bahwa anaknya akan meninggalkan La Blaugrana dan bergabung bersama klub asal Qatar, Al-Sadd dengan durasi kontrak selama tiga tahun dan opsi memperpanjang satu tahun senilai 10 juta euro per musim. (Baca juga: Catatan Rekor Xavi Bersama Barcelona)
![Casillas di Antara Deretan Kapten yang Terbuang]()
4. Bastian Schweinsteiger
Schweinsteiger adalah kapten terakhir yang terbuang dari klub. Adalah Bayern Muenchen yang rela melepas pemain berusia 30 tahun tersebut ke Manchester United. Merosotnya performa Schweinsteiger di bawah asuhan Josep 'Pep' Guardiola, membuat gelandang tangguh milik Jerman itu kencang disebut akan hengkang dari Bundesliga, Jerman. Pada akhirnya Petinggi Bayern, Karl-Heinz Rummenigge mengumumkan kesepakatan yang telah mereka jalin dengan Setan Merah terkait proses transfer jenderal lapangan tengahnya itu.
Setelah 13 tahun bermain bersama Muenchen, Schweini percaya sekarang adalah waktu yang tepat untuk pindah. Menurut laporan Manchester Evening News, Sabtu (11/7/2015), ia dikabarkan setuju dengan kontrak bersama United dengan banderol sebesar 5,75 juta pounds atau sekira Rp118 miliar dengan durasi tiga tahun. (HOT NEWS: Schweinsteiger Setuju Pindah ke United)
![Casillas di Antara Deretan Kapten yang Terbuang]()
Casillas merupakan kapten ketiga yang dipaksa mengadu nasib di klub lain pada masa pemerintahan Florentino Perez. Mungkin ini bukan sesuatu yang aneh, karena dalam sepak bola ini adalah kasus yang umum atau pasti dihadapkan oleh pemain meskipun ia sudah mengabdi dengan klub sejak lama.
Sayangnya, nasib Casillas dan dua kapten Madrid sebelumnya (Hierro dan Raul) sangat mirip. Karena mereka meninggalkan Santiago Bernabeu bertepatan dengan pergantian musim dan itu seperti tidak meninggalkan kesan yang baik di hati penggemar Madrid.
Hal itu justru berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan Liverpool dan Barcelona. Di penghujung karir, baik Gerrard maupun Xavi mendapat sambutan dan penghormatan yang luar biasa dari para penggemar timnya masing-masing.
Padahal awalnya Madrid merancang perpisahan di Stadion Santiago Bernabeu, Sabtu (11/7/2015). Perpisahan digelar sebagai penghormatan atas jasa Casillas yang telah 25 tahun membela Los Blancos. Tetapi kenyataannya tidak ada kesedihan yang terjadi di Stadion Santiago Bernabeu. Itu jelas sangat berbeda seperti yang diterjadi di Camp Nou saat Xavi memutuskan hijrah ke klub di Qatar dan air mata juga tumpah di Anfield ketika kapten mereka memutuskan pindah ke LA Galaxy.
Berikut deretan kapten yang terbuang, seperti dicomot dari berbagai sumber, Minggu (12/7/2015)
1. Iker Casillas
Bergabung bersama Madrid pada usia sembilan tahun, Casillas kecil tak kenal menyerah hingga akhirnya menembus skuat utama. Membela skuat junior Madrid pada musim 1990-1991, baru pada usia 16 tahun Casillas termasuk dalam susunan skuat Madrid menghadapi Rosenborg di Liga Champions. Tidak sampai satu musim, Casillas sukses membuat debutnya di tim senior dengan menggantikan Bodo Illgner. Pada tahun 2000, ia menjadi kiper termuda yang pernah bermain di final Liga Champions saat Real Madrid mengalahkan Valencia 3-0, hanya empat hari setelah ia ulang tahun kesembilan belas.
Musim 2007-2008 adalah musim yang manis bagi Casillas saat ia membantu Real Madrid merebut kembali gelar ke-31 Liga Spanyol dan hanya kebobolan 32 gol dalam 36 pertandingan untuk mengklaim Trophy Zamora. Belum lama ini Casillas juga punya andil besar saat Madrid mengangkat trofi Liga Champions kesepuluh. Sayang, pada musim terakhir Madrid harus puasa gelar dan hubungan Casillas dengan klub dan para fans semakin memburuk. Hingga akhirnya Casillas meninggalkan Madrid pada musim panas ini. (Baca juga: Momen Sensasional 25 Tahun Pengabdian Casillas di Madrid)

2. Steven Gerrard
Gerrard menghabiskan sebagian besar karirnya bermain untuk klub Liga Inggris, Liverpool. Mengambil posisi sebagai jenderal lapangan tengah, ia telah menghabiskan waktu 17 musim di Anfield. Debut pertama Stevie G terjadi pada 1998 dan selang dua tahun dia mendapatkan tempat di skuat utama The Reds.
Pemain berusia 35 tahun itu merupakan inspirator serangan sekaligus dan juga benteng pertama dalam pertahanan saat timnya diserang. Bisa dibilang Gerrard adalah pemain serba bisa kecuali posisi kiper sepertinya halnya legenda sepak bola Irlandia Utara dan Manchester United yaitu George Best. Namun sederet prestasi yang berhasil diukirnya bersama Liverpool hanya tinggal kenangan sejak ia memutuskan pindah ke LA Galaxy.

3. Xavi Hernandez
Xavi Hernandez menghabiskan hampir seluruh karirnya sebagai pesepakbola handal bersama Barcelona selama 17 tahun. Sayangnya, ketika popularitas gelandang terbaik dunia tengah dalam sorotan dia malah membuat kabar mengejutkan, yakni memilih meninggalkan tim Catalan pada musim depan.
Rencana Xavi meninggalkan Barcelona memang sudah lama terdengar. Terutama sejak masalah kontraknya bersama klub yang habis pada musim panas mendatang, masih belum jelas. Alhasil, pemain bernomor punggung 6 lebih memilih menyusun rencana untuk hengkang dari klub. Setelah rumor tentang masa depan gelandang Barcelona terus mendapat sorotan dari awak media di Spanyol, akhirnya ayah Xavi angkat bicara terkait masalah tersebut.
Joaquin Hernandez berkata bahwa anaknya akan meninggalkan La Blaugrana dan bergabung bersama klub asal Qatar, Al-Sadd dengan durasi kontrak selama tiga tahun dan opsi memperpanjang satu tahun senilai 10 juta euro per musim. (Baca juga: Catatan Rekor Xavi Bersama Barcelona)

4. Bastian Schweinsteiger
Schweinsteiger adalah kapten terakhir yang terbuang dari klub. Adalah Bayern Muenchen yang rela melepas pemain berusia 30 tahun tersebut ke Manchester United. Merosotnya performa Schweinsteiger di bawah asuhan Josep 'Pep' Guardiola, membuat gelandang tangguh milik Jerman itu kencang disebut akan hengkang dari Bundesliga, Jerman. Pada akhirnya Petinggi Bayern, Karl-Heinz Rummenigge mengumumkan kesepakatan yang telah mereka jalin dengan Setan Merah terkait proses transfer jenderal lapangan tengahnya itu.
Setelah 13 tahun bermain bersama Muenchen, Schweini percaya sekarang adalah waktu yang tepat untuk pindah. Menurut laporan Manchester Evening News, Sabtu (11/7/2015), ia dikabarkan setuju dengan kontrak bersama United dengan banderol sebesar 5,75 juta pounds atau sekira Rp118 miliar dengan durasi tiga tahun. (HOT NEWS: Schweinsteiger Setuju Pindah ke United)

(sha)