Juara Dunia 2014, Mercedes Justru Rugi Rp1,6 Triliun
Jum'at, 02 Oktober 2015 - 20:54 WIB
Juara Dunia 2014, Mercedes Justru Rugi Rp1,6 Triliun
A
A
A
BERLIN - Tim balap Formula 1 (F1) Mercedes memang memenangkan gelar juara dunia pada musim 2014 lalu. Namun kenyataannya, tim asal Jerman justru mengalami kerugian sekitar 76 juta pound atau sekitar Rp1,66 triliun.
Saat memenangkan kejuaraan dunia F1 tahun lalu, Mercedes mengumumkan timnya surplus pendapatan hingga 146.9 juta pound atau sekitar Rp3,2 triliun. Pada saat itu Mercedes menjelaskan pendapatan besar masuk melalui sponsor dan hak komersil dari atribut balap yang digunakan Lewis Hamilton dan Nico Rosberg.
Faktanya, perubahan regulasi mesin hybrid V6 yang dikembangkan Mercedes saat memenangkan musim 2014 harus dibayar mahal. Walaupun belum jelas berapa yang dirogoh Mercedes untuk menyempurnakan mesin jet darat-nya, Motorsport melaporkan hal itu sebagai faktor utama kerugian tim balap asal Jerman.
"Karena ongkos perubahan mesin hybrid V6 lebih mahal dari pendapatan atas sponsor dan hak komersil lainnya, terungkap bahwa rekening Mercedes rugi sekitar 76 juta pound," demikian laporan Motorsport, Jumat (2/10/2015).
Perubahan regulasi mesin memang membuat Mercedes dominan saat balapan berlangsung, contonhnya musim ini dua pembalap Mercedes merebut 11 gelar juara dari 14 balapan. Namun disisi lain, kesuksesan tersebut justru membuat rekening tim minus.
Dalam laporan yang sama, Mercedes-Benz Grand Prix Ltd bermaksud mengandalkan suntikan dana segar dari bos F1 Bernie Ecclestone. "Akibat dari kesuksesan berkelanjutan Mercedes," lanjut laporan yang sama. (Baca juga : McLaren Tuntut Perubahan Regulasi Mesin Balap F1)
Saat memenangkan kejuaraan dunia F1 tahun lalu, Mercedes mengumumkan timnya surplus pendapatan hingga 146.9 juta pound atau sekitar Rp3,2 triliun. Pada saat itu Mercedes menjelaskan pendapatan besar masuk melalui sponsor dan hak komersil dari atribut balap yang digunakan Lewis Hamilton dan Nico Rosberg.
Faktanya, perubahan regulasi mesin hybrid V6 yang dikembangkan Mercedes saat memenangkan musim 2014 harus dibayar mahal. Walaupun belum jelas berapa yang dirogoh Mercedes untuk menyempurnakan mesin jet darat-nya, Motorsport melaporkan hal itu sebagai faktor utama kerugian tim balap asal Jerman.
"Karena ongkos perubahan mesin hybrid V6 lebih mahal dari pendapatan atas sponsor dan hak komersil lainnya, terungkap bahwa rekening Mercedes rugi sekitar 76 juta pound," demikian laporan Motorsport, Jumat (2/10/2015).
Perubahan regulasi mesin memang membuat Mercedes dominan saat balapan berlangsung, contonhnya musim ini dua pembalap Mercedes merebut 11 gelar juara dari 14 balapan. Namun disisi lain, kesuksesan tersebut justru membuat rekening tim minus.
Dalam laporan yang sama, Mercedes-Benz Grand Prix Ltd bermaksud mengandalkan suntikan dana segar dari bos F1 Bernie Ecclestone. "Akibat dari kesuksesan berkelanjutan Mercedes," lanjut laporan yang sama. (Baca juga : McLaren Tuntut Perubahan Regulasi Mesin Balap F1)
(bbk)