Pasca-insiden Sepang, FIM Ubah Sistem Penalti MotoGP
Kamis, 03 Maret 2016 - 19:01 WIB
Pasca-insiden Sepang, FIM Ubah Sistem Penalti MotoGP
A
A
A
DOHA - Federasi Balap Internasional (FIM) secara resmi mengubah hukuman penalti untuk pembalap MotoGP per musim 2016. Perubahan itu merujuk pada insiden Valentino Rossi dan Marc Marquez di Sirkuit Sepang, Malaysia.
Di Sirkuit Sepang, terlibat duel sengit sehingga Marquez terjatuh dari motornya. Rossi dianggap menendang Marquez sehingga The Doctor dihukum penalti tiga poin. Rossi pun harus memulai balapan dari posisi buncit di GP Valencia.
Mulai musim ini, pembalap hanya akan dikenakan sanksi penalti hingga 10 poin. Jika rider sudah mencapai jumlah penalti maksimal, maka hukuman berikutnya pembalap yang bersangkutan tidak boleh ikut satu race.
"Hukuman sebelumnya dengan empat sampai tujuh poin dan harus start dari posisi terakhir tidak berlaku lagi. Poin penalti akan terus direkam selama setahun musim balap dan akan diakumulasikan jika pembalap melakukan pelanggaran di musim yang sama," demikian pernyataan resmi FIM, dikutip Crash, Kamis (3/3/2016)
Pembalap yang terlibat perselisihan juga tidak dibenarkan membuat pernyataan ke publik terkait masalah individu di lintasan. Peraturan yang baru juga membebankan tim untuk tidak mengajak pembalap yang terkena hukuman itu, dalam acara-acara komersil selama musim.
Hukuman bakal dijatuhkan langsung oleh panel dan steward yang bertugas dalam race, atas temuan atau fakta. Adapun pembalap yang menerima hukuman dapat melayangkan banding ke Pengadilan Tinggi, selambat-lambatnya empat hari setelah kesimpulan panel dan steward.
Di Sirkuit Sepang, terlibat duel sengit sehingga Marquez terjatuh dari motornya. Rossi dianggap menendang Marquez sehingga The Doctor dihukum penalti tiga poin. Rossi pun harus memulai balapan dari posisi buncit di GP Valencia.
Mulai musim ini, pembalap hanya akan dikenakan sanksi penalti hingga 10 poin. Jika rider sudah mencapai jumlah penalti maksimal, maka hukuman berikutnya pembalap yang bersangkutan tidak boleh ikut satu race.
"Hukuman sebelumnya dengan empat sampai tujuh poin dan harus start dari posisi terakhir tidak berlaku lagi. Poin penalti akan terus direkam selama setahun musim balap dan akan diakumulasikan jika pembalap melakukan pelanggaran di musim yang sama," demikian pernyataan resmi FIM, dikutip Crash, Kamis (3/3/2016)
Pembalap yang terlibat perselisihan juga tidak dibenarkan membuat pernyataan ke publik terkait masalah individu di lintasan. Peraturan yang baru juga membebankan tim untuk tidak mengajak pembalap yang terkena hukuman itu, dalam acara-acara komersil selama musim.
Hukuman bakal dijatuhkan langsung oleh panel dan steward yang bertugas dalam race, atas temuan atau fakta. Adapun pembalap yang menerima hukuman dapat melayangkan banding ke Pengadilan Tinggi, selambat-lambatnya empat hari setelah kesimpulan panel dan steward.
(bep)