Pelatih Milan Tegaskan Coppa Italia Bukan Penghakiman Nasibnya
Rabu, 18 Mei 2016 - 22:24 WIB
Pelatih Milan Tegaskan Coppa Italia Bukan Penghakiman Nasibnya
A
A
A
MILAN - Pelatih AC Milan Cristian Brocchi menegaskan hasil final Coppa Italia 2015/2016 bukan sebagai penentu nasibnya di kursi pelatih. Mantan pelatih Milan Primavera itu mengklaim punya kualitas untuk meraih sukses di San Siro.
Milan bertemu juara Serie A musim ini, Juventus, pada final Coppa Italia di Stadio Olimpico, Roma, Sabtu (21/5/2016) atau Minggu (22/5/2016) dini hari WIB. bagi Milan, ini kesempatan terakhir untuk mendapatkan tiket Liga Europa lewat jalur Coppa Italia. Di Serie A, I Rossoneri tercecer di peringkat 7 dengan 57 angka.
Kinerja Brocchi, yang diangkat menyusul pemecatan Sinisa Mihajlovic bulan lalu, kurang mengesankan di San Siro. Pelatih kelahiran Milan, Italia, 30 Januari 1976, itu hanya memetik dua kemenangan dari enam pertandingan Serie A yang dilakoninya.
Namun, ketika ditanya apakah jika Milan kalah dari juventus di kesempatan terakhir meraih trofi musim ini akan membahayakan posisinya sebagai pelatih, Brocchi mengatakan dirinya tidak berpikir seperti itu. "Saya tidak berpikir begitu. Dalam kasus apapun, pengalaman ini akan meresap di hati nurani saya," katanya kepada La Gazzetta dello Sport.
"Saya yakin bahwa pekerjaan yang saya hasilkan dengan waktu yang tepat, dapat membawa hasil yang bagus. Setelah 35 hari saya bekerja sebagai pelatih Milan, saya merasa karakter lebih kuat dan bijaksana."
Brocchi membantah kepercayaan diri timnya runtuh setelah dikalahkan AS Roma 1-3 pada laga terakhir Serie A di San Siro, Sabtu (14/5/2016). "Saya menolak gagasan bahwa jika kita tidak menang, maka kita tidak termotivasi," ujarnya. "Kekecewaan yang muncul dari kekalahan adalah bahwa itu menyadarkan kami bahwa tim belum siap untuk final."
Milan bertemu juara Serie A musim ini, Juventus, pada final Coppa Italia di Stadio Olimpico, Roma, Sabtu (21/5/2016) atau Minggu (22/5/2016) dini hari WIB. bagi Milan, ini kesempatan terakhir untuk mendapatkan tiket Liga Europa lewat jalur Coppa Italia. Di Serie A, I Rossoneri tercecer di peringkat 7 dengan 57 angka.
Kinerja Brocchi, yang diangkat menyusul pemecatan Sinisa Mihajlovic bulan lalu, kurang mengesankan di San Siro. Pelatih kelahiran Milan, Italia, 30 Januari 1976, itu hanya memetik dua kemenangan dari enam pertandingan Serie A yang dilakoninya.
Namun, ketika ditanya apakah jika Milan kalah dari juventus di kesempatan terakhir meraih trofi musim ini akan membahayakan posisinya sebagai pelatih, Brocchi mengatakan dirinya tidak berpikir seperti itu. "Saya tidak berpikir begitu. Dalam kasus apapun, pengalaman ini akan meresap di hati nurani saya," katanya kepada La Gazzetta dello Sport.
"Saya yakin bahwa pekerjaan yang saya hasilkan dengan waktu yang tepat, dapat membawa hasil yang bagus. Setelah 35 hari saya bekerja sebagai pelatih Milan, saya merasa karakter lebih kuat dan bijaksana."
Brocchi membantah kepercayaan diri timnya runtuh setelah dikalahkan AS Roma 1-3 pada laga terakhir Serie A di San Siro, Sabtu (14/5/2016). "Saya menolak gagasan bahwa jika kita tidak menang, maka kita tidak termotivasi," ujarnya. "Kekecewaan yang muncul dari kekalahan adalah bahwa itu menyadarkan kami bahwa tim belum siap untuk final."
(sha)