Masih Kesal, Lorenzo Minta Aturan Penalti MotoGP Dirombak

Rabu, 08 Juni 2016 - 20:00 WIB
Masih Kesal, Lorenzo...
Masih Kesal, Lorenzo Minta Aturan Penalti MotoGP Dirombak
A A A
BARCELONA - Jorge Lorenzo terus melayangkan kritik soal hukuman yang diberikan kepada Andrea Iannone. Setelah mengetahui rivalnya cuma dihukum start paling buncit meski sudah menabraknya, pembalap Spanyol menyerukan perubahan regulasi penalti di MotoGP.

Lorenzo gagal mendulang poin dalam Grand Prix Spanyol, Minggu (5/6/2016) usai ditubruk Iannone di Sirkuit Catalunya. Iannone yang kehilangan kendali, menabrak juara dunia MotoGP tahun lalu hingga terjatuh. Lorenzo gagal melanjutkan balapan dan mesti puas poinnya terpangkas Valentino Rossi yang keluar sebagai pemenang.

Iannone pun diberi hukuman atas kejadian itu. Pembalap Ducati tersebut mesti start dari posisi buncit saat berlaga di Grand Prix Belanda, 26 Juni nanti. Hukuman itu jadi yang kedua didapat Iannone setelah ia sempat dihukum turun tiga grid akibat menabrak rekan setimnya Andrea Dovizioso di Grand Prix Argentina. (Baca Juga: Hukuman Berat Menimpa Iannone)

Meski sempat menyatakan kurang puas soal hukuman Iannone, suara Lorenzo belum juga didengar. Setelah kembali mengeluarkan unek-uneknya, ia menyatakan sudah saatnya regulasi penalti MotoGP diubah karena terkait keselamatan. (Baca Juga: Lorenzo Kurang Puas dengan Hukuman Iannone)

"Bagi saya, saat ini dengan aturan poin tidak membuat kami tidak berada dalam langkah yang bagus. Pada tahun 2003, John Hopkins melakukan kesalahan di Motegi dan memiliki hukuman absen satu balapan. Saya membuat dua kesalahan di tahun 2005 (kelas di 250cc) dan juga dilarang satu kali balapan," tutur Lorenzo dikutip Autosport, Rabu (8/6/2016).

"Dalam sepak bola, jika Anda membuat hukuman yang lebih keras maka langsung dihukum kartu merah atau minimal absen di satu pertandingan. Dalam olahraga ini, kami bermain dengan nyawa, Saya bisa patah pinggul atau tulang selangka,"

"Jika saya masih agresif seperti dulu, bahkan tidak sadar akan risiko, anda perlu ditegur dengan keras. Jika tidak dapat hukuman yang layak, anda tidak belajar dan mau berubah,"

Lorenzo pun enggan melakukan banding sebab tahu aturan tidak akan berubah. Namun ia menyatakan bakal hadir dalam rapat Komisi Keselamatan untuk pertama kalinya untuk melayangkan protes dan membuat suatu perubahan. Sebelumnya ia tidak pernah ikut rapat Komisi Keselamatan sejak awal musim. (Baca Juga: Soal Perubahan Rute Sirkuit, Rossi Dinilai Cuma Banyak Omong)

"Saya tidak akan mengajukan banding (penalti Iannone) karena mereka tidak akan mengubahnya. Tapi, saya akan berbicara dengan Mike Webb (Ketua Race Direction) dan akan coba bicara dengan komisi keselamatan tentang hal ini," katanya.

"Terkadang anda bisa mengerti sesuatu harus berubah ketika hal itu terjadi pada Anda, jadi mari lihat apakah pembalap lain juga punya pandangan yang sama. Mari lihat apakah kita bisa melakukan sesuatu bersama-sama,"

"Ketika saya masih berusia 17 atau 18 tahun, jika saya tidak mendapatkan hukuman saya tidak akan berubah. Saya akan tetap sama. Saya tidak tahu apakah itu cukup membuat Andrea mengerti untuk mengubah perilakunya dan menghindari hal semacam ini,"

"Dia membuat jenis-jenis kesalahan dan akhirnya ketika balapan seperti itu, anda membuat kesulitan dengan pembalap lain. Jika tidak diubah, cepat atau lambat sesuatu terjadi," pungkasnya.
(bep)
Berita Terkait
Ngobrol Bareng Iannone...
Ngobrol Bareng Iannone Soal Kasus Doping, Lorenzo: Dia Meyakinkan Saya
Dovizioso Nganggur di...
Dovizioso Nganggur di MotoGP 2021, Lorenzo: 13 Tahun Tanpa Gelar
Jorge Lorenzo: Ayah...
Jorge Lorenzo: Ayah Saya Seperti Hitler
Sang Pemberontak yang...
Sang Pemberontak yang Berhasrat Kembali Mengaspal di MotoGP
Ducati Plot Jorge Lorenzo...
Ducati Plot Jorge Lorenzo Gantikan Andrea Dovizioso
Ini Dua Profesi Pilihan...
Ini Dua Profesi Pilihan Jorge Lorenzo Setelah Pensiun
Berita Terkini
Indonesia Lampaui Target...
Indonesia Lampaui Target di Kejuaraan Tinju Asia U-19 & U-23 2026, Raih 7 Medali
1 jam yang lalu
Resmi Kolaborasi dengan...
Resmi Kolaborasi dengan MNC Group untuk Piala AFF 2026, Reza Arap: Saya Merasa Sangat Terhormat
1 jam yang lalu
Timnas Spanyol Harus...
Timnas Spanyol Harus Lihat! Botol Minum Pickford Bikin Messi dan Pemain Argentina Geleng-geleng Kepala
4 jam yang lalu
PB POBSI Tegaskan Penguatan...
PB POBSI Tegaskan Penguatan Organisasi Daerah Kunci Prestasi Biliar Nasional Menuju PON 2028
4 jam yang lalu
Link Nonton F1 Belgian...
Link Nonton F1 Belgian Grand Prix 2026, Live Streaming di VISION+
4 jam yang lalu
Kilas Balik: Duel Spanyol...
Kilas Balik: Duel Spanyol vs Argentina Batal akibat Konflik Timur Tengah
5 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved