Kubu Lorenzo Tak Terkecoh dengan Ucapan Marquez di Awal Musim
Kamis, 28 Juli 2016 - 20:09 WIB
Kubu Lorenzo Tak Terkecoh dengan Ucapan Marquez di Awal Musim
A
A
A
PALMA - Manajer Lorenzo, Wilco Zeelenberg, mengaku tidak pernah berpikir jika pembalap Honda benar-benar tidak mampu bersaing musim ini. Ia merujuk pada komentar Marc Marquez yang sempat mengeluhkan motor RC213V di awal musim lalu.
Di awal musim, peta persingan kejuaraan dunia MotoGP 2016 memang masih mengerucut pada tiga nama yakni Lorenzo, Marquez, serta Valentino Rossi. Namun persiapan Honda dan Yamaha seolah berbanding terbalik, tepatnya ketika mengikuti tes pramusim di Malaysia.
Jika masalah Yamaha cuma seputar perangkat ECU serta adaptasi dengan Michelin, Honda justru makin pusing setelah mesinnya dianggap tidak mampu bersaing. Marquez serta Dani Pedrosa sempat mengkritik RC213V mesin 2016 tidak lebih bagus ketimbang mesin tahun lalu.
Namun yang terjadi hingga paruh musim 2016 justru terbalik. Marquez bercokol di puncak klasemen dengan keunggulan 48 poin dari Lorenzo, dan 59 angka dari Rossi. Hasil buruk dua pembalap Yamaha dalam dua seri terakhir (Belanda dan Jerman) membuat The Baby Alien tak terbendung di depan.
Menanggapi kondisi demikian, Zeelenberg pun mengatakan Marquez memang jadi pembalap yang cukup pintar. Juara dunia dua kali itu dinilai bisa melakukan hal dengan tepat di waktu yang tepat dalam kompetisi musim ini.
"Sepertinya Marc jadi yang paling pintar sejauh ini. Dia jatuh berkali-kali juga, tetapi selalu pada waktu yang 'tepat'. Bahkan ia bisa melakukan hal besar, yang bahkan bisa melukai dirinya sendiri," tutur Zeelenberg kepada Crash.
"Ini merupakan musim yang aneh dan anda tidak bisa mengatakan ada pembalap yang lebih hebat ketimbang yang lain. Marc memang memimpin 48 poin, tapi coba lihat ke belakang, ia sempat kesulitan dan frustrasi dalam jangka waktu yang lama,"
"Ini menunjukkan Anda tidak harus frustrasi terlalu cepat. Honda sempat panik. Bahkan ada keuntungan iklan yang baik untuk kami, karena pembalap Honda sempat mengatakan 'Kami benar-benar tertinggal jauh dari pembalap Yamaha'. Itu Bagus,"
"Tapi saya pikir tidak pernah ada perbedaan yang sangat besar. Marc telah mengambil keuntungan dari momen yang dia bisa dan yang membuat kami kehilangan banyak poin. Tapi, kami masih punya banyak balapan lagi dan banyak hal bisa terjadi," pungkasnya. (Baca Juga: Marquez Enggan Bicara Gelar Juara Dunia di Paruh Musim)
Di awal musim, peta persingan kejuaraan dunia MotoGP 2016 memang masih mengerucut pada tiga nama yakni Lorenzo, Marquez, serta Valentino Rossi. Namun persiapan Honda dan Yamaha seolah berbanding terbalik, tepatnya ketika mengikuti tes pramusim di Malaysia.
Jika masalah Yamaha cuma seputar perangkat ECU serta adaptasi dengan Michelin, Honda justru makin pusing setelah mesinnya dianggap tidak mampu bersaing. Marquez serta Dani Pedrosa sempat mengkritik RC213V mesin 2016 tidak lebih bagus ketimbang mesin tahun lalu.
Namun yang terjadi hingga paruh musim 2016 justru terbalik. Marquez bercokol di puncak klasemen dengan keunggulan 48 poin dari Lorenzo, dan 59 angka dari Rossi. Hasil buruk dua pembalap Yamaha dalam dua seri terakhir (Belanda dan Jerman) membuat The Baby Alien tak terbendung di depan.
Menanggapi kondisi demikian, Zeelenberg pun mengatakan Marquez memang jadi pembalap yang cukup pintar. Juara dunia dua kali itu dinilai bisa melakukan hal dengan tepat di waktu yang tepat dalam kompetisi musim ini.
"Sepertinya Marc jadi yang paling pintar sejauh ini. Dia jatuh berkali-kali juga, tetapi selalu pada waktu yang 'tepat'. Bahkan ia bisa melakukan hal besar, yang bahkan bisa melukai dirinya sendiri," tutur Zeelenberg kepada Crash.
"Ini merupakan musim yang aneh dan anda tidak bisa mengatakan ada pembalap yang lebih hebat ketimbang yang lain. Marc memang memimpin 48 poin, tapi coba lihat ke belakang, ia sempat kesulitan dan frustrasi dalam jangka waktu yang lama,"
"Ini menunjukkan Anda tidak harus frustrasi terlalu cepat. Honda sempat panik. Bahkan ada keuntungan iklan yang baik untuk kami, karena pembalap Honda sempat mengatakan 'Kami benar-benar tertinggal jauh dari pembalap Yamaha'. Itu Bagus,"
"Tapi saya pikir tidak pernah ada perbedaan yang sangat besar. Marc telah mengambil keuntungan dari momen yang dia bisa dan yang membuat kami kehilangan banyak poin. Tapi, kami masih punya banyak balapan lagi dan banyak hal bisa terjadi," pungkasnya. (Baca Juga: Marquez Enggan Bicara Gelar Juara Dunia di Paruh Musim)
(bbk)