Harga Diri Terusik, PSM Makassar Protes Keinginan Menpora Kongres PSSI di Yogyakarta
Senin, 12 September 2016 - 21:00 WIB
Harga Diri Terusik, PSM Makassar Protes Keinginan Menpora Kongres PSSI di Yogyakarta
A
A
A
MAKASSAR - Manajemen PSM Makassar mempertahankan agenda Kongres PSSI tetap di Kota Makassar. Mereka mengabaikan rekomendasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang ingin menggelar kongres di Yogyakarta.
Menurut PSM, penunjukan Makassar sebagai tuan rumah merupakan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Hotel Mercure, Ancol, 3 Agustus 2016 lalu. Dalam KLB PSSI di putuskan Makassar tempat penyelenggaraan kongres dengan agenda penting memilih ketua umum PSSI, wakil ketua, serta anggota exco pada 17 Oktober mendatang.
Chief Executive Officer (CEO) PSM Munafri Arifuddin mengatakan, pihaknya tetap pada pendirian menjalankan SK dari PSSI yang menunjuk Makassar sebagai tuan rumah kongres. "Keputusan itu diambil melalui proses, dan diputuskan saat KLB lalu," katanya.
Munafri menyayangkan sikap Kemenpora yang hanya mengeluarkan rekomendasi jika kongres tersebut digelar di Yogyakarta. "Makassar juga Indonesia, kalau alasan sejarah tentu tiap daerah punya sejarahnya masing-masing. Termasuk Makassar yang merupakan daerah lahirnya klub tertua di Indonesia jauh sebelum PSSI," jelasnya.
Direktur Klub PSM Sumirlan mengatakan, sikap Menpora Imam Nahrawi yang hanya memberikan rekomendasi kongres jika digelar di Yogyakarta sarat dengan intervensi. "Saya kira ini keputusan yang tidak bagus, seperti melakukan kembali intervensi," katanya.
Sumirlan melanjutkan, pihaknya heran soal sikap tersebut, dan mempertanyakan keputusan penetapan di Yogyakarta. "Kongres di Makassar juga sudah disetujui oleh FIFA, kami pasti akan protes karena ini juga merupakan harga diri orang Makassar," tegasnya.
Sebelumnya, Menpora dalam suratnya kepada PSSI beralasan, pelaksanaan kongres pemilihan ketua tersebut di Yogyakarta karena wujud reformasi PSSI yang kembali ke titik nol. di Mana daerah tersebut merupakan tempat lahirnya induk organisasi sepak bola Indonesia ini. (Baca juga: Aneh, Menpora Imam Nahrawi Wajibkan PSSI Gelar Kongres di Yogyakarta).
Sementara itu, delapan nama calon ketua umum sudah lolos verfikasi yakni mantan Panglima TNI Moeldoko, Pangkostrad Edy Rahmayadi, mantan pemain Timnas Kurniawan Dwi Yulianto, anggota exco PSSI Tonny Apriliani, mantan Ketua Umum PSSI dua periode sebelumnya Djohar Arifin Husin, pengamat sepakbola Eddy Rumpoko, mantan pengurus PSSI era Djohar Arifin, Bernard Limbong, dan pengusaha asal Makassar Erwin Aksa.
Menurut PSM, penunjukan Makassar sebagai tuan rumah merupakan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Hotel Mercure, Ancol, 3 Agustus 2016 lalu. Dalam KLB PSSI di putuskan Makassar tempat penyelenggaraan kongres dengan agenda penting memilih ketua umum PSSI, wakil ketua, serta anggota exco pada 17 Oktober mendatang.
Chief Executive Officer (CEO) PSM Munafri Arifuddin mengatakan, pihaknya tetap pada pendirian menjalankan SK dari PSSI yang menunjuk Makassar sebagai tuan rumah kongres. "Keputusan itu diambil melalui proses, dan diputuskan saat KLB lalu," katanya.
Munafri menyayangkan sikap Kemenpora yang hanya mengeluarkan rekomendasi jika kongres tersebut digelar di Yogyakarta. "Makassar juga Indonesia, kalau alasan sejarah tentu tiap daerah punya sejarahnya masing-masing. Termasuk Makassar yang merupakan daerah lahirnya klub tertua di Indonesia jauh sebelum PSSI," jelasnya.
Direktur Klub PSM Sumirlan mengatakan, sikap Menpora Imam Nahrawi yang hanya memberikan rekomendasi kongres jika digelar di Yogyakarta sarat dengan intervensi. "Saya kira ini keputusan yang tidak bagus, seperti melakukan kembali intervensi," katanya.
Sumirlan melanjutkan, pihaknya heran soal sikap tersebut, dan mempertanyakan keputusan penetapan di Yogyakarta. "Kongres di Makassar juga sudah disetujui oleh FIFA, kami pasti akan protes karena ini juga merupakan harga diri orang Makassar," tegasnya.
Sebelumnya, Menpora dalam suratnya kepada PSSI beralasan, pelaksanaan kongres pemilihan ketua tersebut di Yogyakarta karena wujud reformasi PSSI yang kembali ke titik nol. di Mana daerah tersebut merupakan tempat lahirnya induk organisasi sepak bola Indonesia ini. (Baca juga: Aneh, Menpora Imam Nahrawi Wajibkan PSSI Gelar Kongres di Yogyakarta).
Sementara itu, delapan nama calon ketua umum sudah lolos verfikasi yakni mantan Panglima TNI Moeldoko, Pangkostrad Edy Rahmayadi, mantan pemain Timnas Kurniawan Dwi Yulianto, anggota exco PSSI Tonny Apriliani, mantan Ketua Umum PSSI dua periode sebelumnya Djohar Arifin Husin, pengamat sepakbola Eddy Rumpoko, mantan pengurus PSSI era Djohar Arifin, Bernard Limbong, dan pengusaha asal Makassar Erwin Aksa.
(sha)